Dua hari libur kerja. Kesempatan yang baik untuk mengistirahatkan raga. Yang selalu dipaksa untuk bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan yang lainnya.
Sinar mentari keemasan yang siap kembali keperaduan. Berhiaskan awan yang berarak. Langit biru yang tak ubahnya seperti hamparan lautan luas. Disuatu senja. Disebuah pinggiran kota. Dimana kulabuhkan jangkar harapan disana. Akan sebuah mimpi, cita, dan cinta. Menggantung bersama birunya langit kala senja.
Senja ini, senja dihari Natal. Ditanggal merah kedua dikalender minggu ini. Aku menikmatinya dari halaman depan kost ku. Ditemani balada rock yang menggema, beserta sebatang rokok yang terselip diantara jari tengah dan jari telunjukku. Kuhisap perlahan, lalu kehempaskan. Menghasilkan awan-awan yang mengandung nikotin, mengudara, terbang ke angkasa senja.
Senja ini, tepat dihari Natal. Dihari liburku yang kedua. Seolah tak ada yang istimewa. Nyinyiran "manusia-manusia cerdas" didunia maya masih saja menggema. Seakan tak ada habisnya. Menganggap dirinyalah yang paling benar, yang layak jadi panutan. Tentang sebuah pandangan, tentang sebuah perbedaan.
"Ahh,.. Mungkin mereka tidak mengerti akan indahnya perbedaan." ucapku lirih. Yang langsung tersapu angin senja, mengudara bersama kepulan asap rokok dan melodi musik rock yang menggema.
Masih di senja ini, dihari yang penuh kedamaian. Sudahkah kita benar-benar merasakan damai? Tak diduga, tak dinyana, pertanyaan tersebut mencuat bersama ribuan pertanyaan lainnya. Dan tak mampu ku menjawabnya.
"Hmm,.. Kedamaian hadir dari setiap diri manusia. Dengan kesadaran kita sebagai manusia, yang tak ingin saling menyakiti, satu dan lainnya, maka damai akan tercipta." dan lagi, kuhanya mampu berucap lirih. Yang sesaat saja telah hilang bersama kepulan asap rokok dan irama musik rock yang masih menggema.
Hari ini, dikala senja. Kegundahan semakin meraja. Terlahir dari kepingan-kepingan kenyataan yang ada. Tentang realita, tentang cinta, dan tentang cita yang semua seolah sirna. Kita dibutakan akan realita, yang sesungguhnya, perbedaan adalah hal yang istimewa. Kita dibutakan akan arti makna dari sebuah cinta. Yang seharusnya dapat saling menjaga, satu dan yang lainnya. Namun kenyataannya kita saling mencaci-maki, menghujat, dan saling benci. Karena kesalahan penafsiran kita akan makna sebuah cinta. Cinta terhadap Ras, Suku, Budaya, Agama, dan lainnya. Yang membawa kita semakin jauh kedalam jurang perpecahan.
Masih disatu senja. Angin menari, membelai rambutku. Membawa pergi kepulan asap dari sebatang rokok yang aku hisap. Bersama syair keras, dari musik cadas. Sekali lagi terbersit sebuah pertanyaan. "Mungkinkah damai akan tercipta?"
Jumat, 25 Desember 2015
Selasa, 08 Desember 2015
Kontrakan Amburadul
Entah kenapa, gue tuh males banget buat beres-beres kost. Setiap ada temen gue yang main, mereka selalu bilang, "Kost lu udah kayak kapal pecah." Dan sekarang gue jadi tau kalau kondisi kapal pecah seperti apa. Ada juga yang bilang, "Ini kamar atau tempat penimbunan sampah?!"
Gue akui, kemalesan gue itu udah level dewa. Tapi percayalah, gue kaga pernah males berjuang untuk mendapatkanmu. Iya, kamu! Yang makan mie ayam kaga pake sendok, garpu atau sumpit. Tapi langsung pake tangan.
Kamar kost gue itu berhiaskan sarang Spiderman, botol minuman, dan selalu ada pakaian kotor yang menggantung. Setiap kali liat timbunan pakaian kotor, rasanya pengen buru-buru nikah, biar ada yang nyuciin. Ehh,.. Itu cari istri atau cari pembantu? Tapi percayalah, meskipun pakaian kotor gue menumpuk, tapi soal sempak, gue cuci tiap hari.
Sekalipun gue males, tapi gue selalu mandi setiap pagi. Dan mandi 2 kali sehari. Kecuali hari minggu. Dan gue juga masih rajin gosok gigi. Tapi gue gosok gigi bukan pake sikat gigi. Tapi pake sikat wc. Kurang greget gimana, coba, gue?
Selain kost gue yang amburadul, hati gue juga amburadul. Entah kenapa, gue demen banget mencintai cewek orang ataupun istri orang. Buat gue itu adalah hal yang normal. Karena kalo gue suka sama pacar binatang ataupun cowok orang, itu berarti gue kaga normal. Perawan boleh menawan. Janda memang menggoda. Tapi percayalah, cewek orang ataupun istri orang itu lebih menantang.
Udah, ah. Segitu aja. Takut pada muntah kalo baca tulisan gue terlalu panjang. Terimakasih buat sohib gue, Yusup. Yang udah kasih judul buat gue jadiin tulisan. Sesuai dengan namanya, Yusup. Dia adalah pria yang tampan.
Gue akui, kemalesan gue itu udah level dewa. Tapi percayalah, gue kaga pernah males berjuang untuk mendapatkanmu. Iya, kamu! Yang makan mie ayam kaga pake sendok, garpu atau sumpit. Tapi langsung pake tangan.
Kamar kost gue itu berhiaskan sarang Spiderman, botol minuman, dan selalu ada pakaian kotor yang menggantung. Setiap kali liat timbunan pakaian kotor, rasanya pengen buru-buru nikah, biar ada yang nyuciin. Ehh,.. Itu cari istri atau cari pembantu? Tapi percayalah, meskipun pakaian kotor gue menumpuk, tapi soal sempak, gue cuci tiap hari.
Sekalipun gue males, tapi gue selalu mandi setiap pagi. Dan mandi 2 kali sehari. Kecuali hari minggu. Dan gue juga masih rajin gosok gigi. Tapi gue gosok gigi bukan pake sikat gigi. Tapi pake sikat wc. Kurang greget gimana, coba, gue?
Selain kost gue yang amburadul, hati gue juga amburadul. Entah kenapa, gue demen banget mencintai cewek orang ataupun istri orang. Buat gue itu adalah hal yang normal. Karena kalo gue suka sama pacar binatang ataupun cowok orang, itu berarti gue kaga normal. Perawan boleh menawan. Janda memang menggoda. Tapi percayalah, cewek orang ataupun istri orang itu lebih menantang.
Udah, ah. Segitu aja. Takut pada muntah kalo baca tulisan gue terlalu panjang. Terimakasih buat sohib gue, Yusup. Yang udah kasih judul buat gue jadiin tulisan. Sesuai dengan namanya, Yusup. Dia adalah pria yang tampan.
Senin, 30 November 2015
Mengagumimu Dari Jauh
Pagi ini awan hitam masih menggantung di angkasa. Rintik hujan membasahi bumi yang fana. Sesekali terlihat cahaya emas dari sang kilat menyapa dunia. Seakan ingin menunjukkan kekuatannya. Di pagi hari, di ujung bulan November.
Kucabut headset yang sedari tadi menempel ditelinga. Memutar lagu November Rain dari G 'n R. Entah mengapa, rasanya hari ini gue kaga bisa lepas dari lagu itu. Entah udah berapa kali gue ulang lagu tersebut.
"Hish,..!! Udah hari senin, ujan pula. Bete dah gue!! Terdengar ditelingaku. Seorang gadis manis yang sedang menggerutu. Meskipun jarak gue dengan dia kaga deket, tapi masih bisa gue rekam dengan jelas ditelinga. Berwajah tirus dan bermata sipit. Yang ketika tertawa selalu memejamkan mata. Mungkin disaat ia tertawa, dan ditinggalkan oleh teman-temannya, ia takkan pernah tau.
Vanesza, itulah namanya. Gadis tionghoa, yang menjadikan hijab bukan hanya sekedar trend kekinian. Yang selalu aktif di bidang agama. Bibir tipisnya, hidung mancungnya, yang selalu membuatku terpana.
Rintik hujan masih terus menyapa dunia. Seolah ingin memberi kesejukan untuk dunia yang fana.
" Tett,.. Tett,..!!"
Terdengar bunyi bel tanda masuk. Dan semua murid memasuki kelas masing-masing. Tak terkecuali aku, dan juga gadis manis Tionghoa yang berhijab itu. Yang secara kebetulan satu kelas denganku. Kelas XII Ips 3.
Hari ini gue kaga bisa menyimak pelajaran yang dijelaskan oleh guru gue. Gue terlalu sibuk memperhatikan Vanesza, yang duduk dibagian depan dari bangku gue, disudut paling belakang. Tingkah lakunya, gerak tubuhnya, tak pernah lepas sedetikpun dari pandangan gue. Dan tak terasa, bel tanda istirahatpun berbunyi. Murid-murid berhamburan keluar kelas. Tak ubahnya seperti orang yang mencari perlindungan disaat gempa.
"Hai,.. Boleh gue duduk disini? Semua kursi udah penuh terisi. Hanya menyisakan ini yang masih kosong." tanya gue kepada Vanesza. Yang duduk disudut kantin, dengan dua kursi namun hanya satu meja.
"Oh,.. Silahkan." jawabnya terasa lembut mengalun ditelinga.
Ingin rasanya gue mengajak ia ngobrol. Namun apadaya, lidah ini mendadak terasa kaku. Tak sanggup mengucap sepatah katapun.
"Hey,..!! Bengong aja. Awas, entar ayam tetangga pada mati."
"Ayam tetangga udah gue jadiin ayam bakar bareng temen-temen." jawab gue mencoba bercanda.
"Vanes duluan, ya. Udah kelar nih.
" owh,.. Iya."
Gue hanya bisa memandang punggungnya yang perlahan meninggalkan gue. Yang perlahan menghilang, dari pandangan gue.
####################
Tak terasa, waktu seolah begitu cepat berlalu. Dan ini adalah hari terakhir gue berada disekolah ini. Sekolah yang banyak menyimpan kenangan. Yang menjadi saksi, akan cinta gue terhadap Vanesza. Si gadis Tionghoa yang berhijab.
"Hey,..!! Bengong aja. Lagi ngelamunin apaan sih?" tanya Vanesza.
"Lagi ngelamunin elu. Bentar lagi gue kaga bisa ngeliat senyum manis lu lagi." jawab gue sedikit ngegombal.
"Elah,.. Sejak kapan lu bisa ngegombal? Biasanya juga dideketin cewek, panas-dingin lu."
"Hee,.." hanya cengiran kuda yang bisa gue keluarkan untuk menjawab pertanyaannya.
"Kamu mau lanjut ke bangku kuliah?" tanyaku.
"Iya."
"Mau ambil jurusan apa?"
"Gue ingin ambil 2 jurusan langsung."
"Wuih,.. Hebat! Mau ambil jurusan apa?"
"Yang pertama DKV. Karena gue suka dengan Design Visual. Yang kedua Dokter. Tapi gue udah berjanji sama diri gue sendiri, gue kaga bakalan mengambil keuntungan dari ilmu kedokteran gue. Gue ingin membantu orang-orang yang kaga mampu untuk berobat. Pokoknya, gue kaga bakalan makan dari gelar Dokter gue."
"Luar biasa. Jarang-jarang loh, ada anak muda yang berpikiran seperti itu. Good luck ya, untuk DKV dan Dokternya."
"Iya. Makasih, ya."
Dan detik-detik selanjutnyapun berlalu dalam keheningan.
"Ehh,.. Gue cabut dulu, ya. Mau kumpul sama temen-temen genk gue."
"Owh,.. Silahkan."
Dan sekali lagi, gue hanya bisa menatap punggungnnya yang perlahan meninggalkanku seorang diri. Vanesza, taukah kamu?
Tanpa pernah kau berkata, gue tau apapun tentang lu. Tak pernah lekang sedikitpun, untukku mengagumimu. Maka izinkanku memeluk bayangmu, meski tak bisa memeluk ragamu. Izinkanku mencintaimu, tanpa harus memilikimu. Bukanku tak percaya diri, tetapi karena aku tau diri. Kamu tau? Aku mengagumimu, meski dari jauh.
"Terinspirasi dari lagu Tulus yang berjudul mengagumi dari jauh."
Kamis, 12 November 2015
Untukmu, Ayah.
Berhubung disuasana #HariAyahNasional, kali ini gue ingin ngebahas tentang sosok yang sangat gue banggakan. Sosok yang rela berpanas-panasan dan bermandikan peluh hanya untuk menafkahi keluarganya. Yang tak pernah lelah, menjaga dan membimbing anak-anaknya.
Papah, begitulah gue memanggilnya. Beliau hanyalah seorang buruh bangunan. Dari gue kecil, bokap gue sering merantau meninggalkan anak-istri demi menjaga agar dapur tetap ngebul.
Bokap gue hanya lulusan SD. Sewaktu kecil, bokap gue pindah dari Jawa ke Sumatra. Lebih tepatnya ke Lampung. Setelah lulus dari bangku Sekolah Dasar, beliau tidak melanjutkan pendidikannya. Beliau lebih memilih bekerja sebagai buruh bangunan. Diusianya yang masih sangat belia, beliau sudah harus berjibaku dengan panas dan beratnya bekerja sebagai kuli bangunan. Beliau mau mengerjakan itu karena beliau sadar, beliau bukan terlahir dari keluarga kaya raya. Beliau sadar, keluarga beliau hanya menumpang disalah satu rumah kerabatnya yang telah lebih dulu pindah ke Lampung. Dari situlah hati beliau tergerak, untuk bekerja keras dan memberikan sebuah rumah untuk kedua orangtuanya. Meski hanya beratap ilalang dan berdindingkan anyaman bambu dan beralaskan tanah. Namun rasanya akan sangat bahagia, apabila kita tinggal dirumah sendiri, sesederhana apapun itu.
Hari terus berlalu, meninggalkan jejak keras diatas adukan semen. Minggu berubah, dan tahunpun berganti. Sedikit demi sedikit receh rupiahpun mulai terkumpul, hingga akhirnya mampu membuatkan sebuah rumah untuk kedua orangtuanya. Berdua bersama sang adik, bahu membahu untuk mewujudkan mimpi sederhana. Memiliki gubuk, untuk berkumpul bersama keluarga.
Disaat menatap bayangan diri gue sendiri dibalik cermin, terkadang gue ngerasa malu. Terbersit pertanyaan dalam sanubari, "Apa yang udah gue berikan kepada orangtua gue?" kebahagian? Rasanya gue selalu membuat kecewa kedua orangtua gue. Bahkan untuk memberikan momongan cucu pun, gue masih belum mampu. Karena sampai detik ini aja gue masih jomblo dengan embel-embel akut. Ehh,.. Koq malah baper sih?
Buat papah, selamat hari ayah! Semoga papah selalu diberikan kesehatan, selalu dalam lindunganNya, dan senantiasa bahagia selalu. Terimakasih telah menjadi kepala keluarga yang hebat. Yang tak pernah lelah menjaga dan membimbing kami. Maaf, jika kakak belum bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga.
I love u, pah!
Papah, begitulah gue memanggilnya. Beliau hanyalah seorang buruh bangunan. Dari gue kecil, bokap gue sering merantau meninggalkan anak-istri demi menjaga agar dapur tetap ngebul.
Bokap gue hanya lulusan SD. Sewaktu kecil, bokap gue pindah dari Jawa ke Sumatra. Lebih tepatnya ke Lampung. Setelah lulus dari bangku Sekolah Dasar, beliau tidak melanjutkan pendidikannya. Beliau lebih memilih bekerja sebagai buruh bangunan. Diusianya yang masih sangat belia, beliau sudah harus berjibaku dengan panas dan beratnya bekerja sebagai kuli bangunan. Beliau mau mengerjakan itu karena beliau sadar, beliau bukan terlahir dari keluarga kaya raya. Beliau sadar, keluarga beliau hanya menumpang disalah satu rumah kerabatnya yang telah lebih dulu pindah ke Lampung. Dari situlah hati beliau tergerak, untuk bekerja keras dan memberikan sebuah rumah untuk kedua orangtuanya. Meski hanya beratap ilalang dan berdindingkan anyaman bambu dan beralaskan tanah. Namun rasanya akan sangat bahagia, apabila kita tinggal dirumah sendiri, sesederhana apapun itu.
Hari terus berlalu, meninggalkan jejak keras diatas adukan semen. Minggu berubah, dan tahunpun berganti. Sedikit demi sedikit receh rupiahpun mulai terkumpul, hingga akhirnya mampu membuatkan sebuah rumah untuk kedua orangtuanya. Berdua bersama sang adik, bahu membahu untuk mewujudkan mimpi sederhana. Memiliki gubuk, untuk berkumpul bersama keluarga.
Disaat menatap bayangan diri gue sendiri dibalik cermin, terkadang gue ngerasa malu. Terbersit pertanyaan dalam sanubari, "Apa yang udah gue berikan kepada orangtua gue?" kebahagian? Rasanya gue selalu membuat kecewa kedua orangtua gue. Bahkan untuk memberikan momongan cucu pun, gue masih belum mampu. Karena sampai detik ini aja gue masih jomblo dengan embel-embel akut. Ehh,.. Koq malah baper sih?
Buat papah, selamat hari ayah! Semoga papah selalu diberikan kesehatan, selalu dalam lindunganNya, dan senantiasa bahagia selalu. Terimakasih telah menjadi kepala keluarga yang hebat. Yang tak pernah lelah menjaga dan membimbing kami. Maaf, jika kakak belum bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga.
I love u, pah!
Rabu, 23 September 2015
Taiwan, 23 September 2015
Sebelumnya, gue mau ucapin terimakasih buat temen gue ienor, alias ie..norak yang udah berbaik hati mau berbagi blog dengan gue. Ehh,.. Gak berbagi, deng. Orang gue bayar, koq. Ienor kan pelit. Kembalian Rp 15 di Indomampet pun ditagih.
Sebelumnya, perkenalkan. Nama gue Ima. Saat ini gue berada di Taiwan dengan profesi sebagai pengurus Jompo. Tapi gue gak pernah malu dengan profesi gue. Karena gue ngelakuin ini, semata hanya untuk buah hati tercinta. Hazna maullidya. Buah cinta gue.
Hidup disini gak mudah. Gue hanya tinggal berdua dengan orang lumpuh yang udah gak bisa ngapa-ngapa. Jadi gue harus selalu siap sedia disisinya. Yaelah,.. Udah kayak sama suami aja. Gue gak bisa keluar rumah sesuka hati.
Tak jarang gue ngerasa sedih hidup disini. Tak jarang juga gue rindu keluarga kecil gue. Tapi gue harus tabah. Gue harus kuat ngejalani ini. Terkadang gue kangen keluarga kecil gue. Terlebih lagi seperti malem ini. Malem takbiran. Sumpah,..!! Rasanya ingin menangis. Namun apadaya, airmatapun tak sanggup merubah segalanya.
Disini, gue ingin menulis tentang perasaan seorang ibu, yang terpisah jauh dari sang buah hati tercinta. Setiap kali gue liat anak kecil, gue selalu ingat uli, buah hati gue tercinta. Ingin rasanya, mengajaknya jalan-jalan. Menghabiskan waktu bersama. Namun apa daya, jarak terlalu jauh untuk melakukan itu semua.
Satu harapan yang tersimpan didalam hati buat buah hati. Semoga uli gak pernah malu, punya mamah yang cuma bekerja seperti pembantu. Mamah harap, uli gak malu punya mamah yang berprofesi sebagai pengurus orang jompo. Mamah bukan pengemis. Mamah tidak mencari uang dengan cara kotor. Mamah juga bukan koruptor.
Uli tau? Sebenernya mamah selalu ingin ada didekat uli. Membacakan dongeng sebelum uli tidur. Mengantar dan menjemput uli sekolah. Bersenda gurau bersama uli. Tapi mamah mohon maaf. Untuk saat ini, mamah gak bisa ngewujudin itu semua. Tapi percayalah, apa yang mamah lakukan saat ini, semua buat uli. Mamah sayang uli. I love you, sayang. Peluk dan cium dari jauh buat uli. Tumbuhlah menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua. Menjadilah anak yang bermanfaat bagi lingkungan disekitar uli. Dan jadilah anak yang dapat membanggakan ibu pertiwi.
Sebelumnya, perkenalkan. Nama gue Ima. Saat ini gue berada di Taiwan dengan profesi sebagai pengurus Jompo. Tapi gue gak pernah malu dengan profesi gue. Karena gue ngelakuin ini, semata hanya untuk buah hati tercinta. Hazna maullidya. Buah cinta gue.
Hidup disini gak mudah. Gue hanya tinggal berdua dengan orang lumpuh yang udah gak bisa ngapa-ngapa. Jadi gue harus selalu siap sedia disisinya. Yaelah,.. Udah kayak sama suami aja. Gue gak bisa keluar rumah sesuka hati.
Tak jarang gue ngerasa sedih hidup disini. Tak jarang juga gue rindu keluarga kecil gue. Tapi gue harus tabah. Gue harus kuat ngejalani ini. Terkadang gue kangen keluarga kecil gue. Terlebih lagi seperti malem ini. Malem takbiran. Sumpah,..!! Rasanya ingin menangis. Namun apadaya, airmatapun tak sanggup merubah segalanya.
Disini, gue ingin menulis tentang perasaan seorang ibu, yang terpisah jauh dari sang buah hati tercinta. Setiap kali gue liat anak kecil, gue selalu ingat uli, buah hati gue tercinta. Ingin rasanya, mengajaknya jalan-jalan. Menghabiskan waktu bersama. Namun apa daya, jarak terlalu jauh untuk melakukan itu semua.
Satu harapan yang tersimpan didalam hati buat buah hati. Semoga uli gak pernah malu, punya mamah yang cuma bekerja seperti pembantu. Mamah harap, uli gak malu punya mamah yang berprofesi sebagai pengurus orang jompo. Mamah bukan pengemis. Mamah tidak mencari uang dengan cara kotor. Mamah juga bukan koruptor.
Uli tau? Sebenernya mamah selalu ingin ada didekat uli. Membacakan dongeng sebelum uli tidur. Mengantar dan menjemput uli sekolah. Bersenda gurau bersama uli. Tapi mamah mohon maaf. Untuk saat ini, mamah gak bisa ngewujudin itu semua. Tapi percayalah, apa yang mamah lakukan saat ini, semua buat uli. Mamah sayang uli. I love you, sayang. Peluk dan cium dari jauh buat uli. Tumbuhlah menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua. Menjadilah anak yang bermanfaat bagi lingkungan disekitar uli. Dan jadilah anak yang dapat membanggakan ibu pertiwi.
Minggu, 13 September 2015
Hari Minggu Lagi
Gak kerarasa, ya. Udah minggu keberapa di tahun 2015. Dan kaga terasa juga, ternyata gue masih juga jomblo. Padahal di list gue tahun 2015, salah satunya, gue bakal melepas masa jomblo gue. Namun apa daya, sepertinya Tuhanpun telah angkat tangan. Bukan jodoh ditangan Tuhan lagi.
Malming kemaren, gue sengaja tidur cepet. Bukan lantaran buat ngelupain malming, tapi biar kaga bangun kesiangan buat nonton doraemon. Ehh,.. Biar bisa bangun pagi and beres-beres kost maksudnya. Alhasil, gue bangun cukup pagi. Jam 8:30. Buat gue, itu cukup pagi untuk bangun dihari minggu.
Namun, begitu membuka mata. Gue kaga langsung bangun, tapi main game dulu. Yah, begitulah jomblo. Bangun tidur cek hp bukan cek sms or email, tapi langsung main game. Setelah selesai main game, gue malah ingin tidur lagi. Yaudah, deh. Kapan lagi gue bisa ngemanjain mata.
Hari minggu ini, gue jadwalin buat beres-beres kost-an. Sarang spiderman dimana-mana. Bahkan hingga pakaian kotor gue pun menjadi sarang buat spiderman. Maklum, udah 3 bulan telat dicuci. Untung bukan kamu, ya, yang telat 3 bulan. Kan bisa repot. Bukannya aku tak mau bertanggung jawab. Tapikan, kamu hanya seekor kecoa. Satu-satunya makhluk piaraanku di kost.
Gue awali pagi ini dengan membersihkan sarang spiderman di dinding dan langit-langit. Setelah selesai, gue sapu hingga kinclong lantai kamar kost gue. Abis itu langsung gue pel. Setelah urusan pel-mengepel lantai selesai. Gue lanjut nyuci baju yang udah gue rendem selama 1 bulan. Sumpah, gaes,..!! Baunya kek bangke,..!! What the,...!!
Setelah semuanya selesai, rasanya lega banget. Sumpah,..!! Ini kek waktunya berbuka puasa. Kalo kata ahli makanan,"mak nyuzz."
Karena pekerjaan gue udah selesai, akhirnya gue putusin untuk istirahat. Lumayanlah, mumpung libur.
Namun, baru saja mata akan terpejam, terdengar suara ketukan pintu. Mau kaga mau gue bukain, dong. Soalnya dia ngucapin salam. Kan, bisa dosa kalo gue kaga jawab ucapan salam.
Dengan langkah gontai. Bahkan berdiripun rasanya ogah, gue bangkit untuk membuka pintu. Dan tanpa basi-basi, langsung gue sodorin uang gocengan. Soalnya gue udah hafal, ini pasti minta sumbangan. Dan apa yang gue pikirin benar. Mereka minta sumbangan untuk pembangunan Masjid. Harus seperti itukah. Untuk membangun rumah Allah harus mengemis dari satu pintu ke pintu lainnya? Bukan gue merendahkan. Tapi ada keyakinan dihati gue. Bahkan keraguan. Gue yakin, mereka hanya ingin membangun rumah Allah semegah-megahnya. Karena tak mau kalah dengan dusun tetengga. Padahal, sesederhana apapun sebuah masjid, jika digunakan dengan maksimal. Maka akan tetap bermanfaat. Gue yakin, Allah kaga bakalan ridho, jika kita membangun sebuah rumah untukNya, namun bukan berdasarkan fungsinya. Tapi berdasarkan gengsi.
Setelah si peminta-minta tersebut pergi, guepun mengunci pintu dengan niat melanjutkan tidur gue yang terganggu. Namun alangkah kagetnya gue, ketika melihat kesekeliling. Sampah masih berserakan. Bahkan pakaian kotorpun masih bertaburan disegala penjuru. Lalu, apa yang gue kerjain tadi? Bahkan sarang spiderman pun masih jadi penghias langit-langit kost gue? Anjing,..!! Gue baru sadar. Ternyata semua yang gue lakuin tadi hanya mimpi. Bangsat,..!! Udah capek-capek, ternyata hanya mimpi. Dan gue pun hanya menggerutu dengan si Black jagoan gue.
Karena terlanjur kesel. Akhirnya, gue berhibernasi aja seharian. Masa bodo, deh. Perut belum diisi. Atau seragam kerja pada kotor. Yang penting gue molor.
Ini hari minggu gue. Gimana hari minggu lu??
Malming kemaren, gue sengaja tidur cepet. Bukan lantaran buat ngelupain malming, tapi biar kaga bangun kesiangan buat nonton doraemon. Ehh,.. Biar bisa bangun pagi and beres-beres kost maksudnya. Alhasil, gue bangun cukup pagi. Jam 8:30. Buat gue, itu cukup pagi untuk bangun dihari minggu.
Namun, begitu membuka mata. Gue kaga langsung bangun, tapi main game dulu. Yah, begitulah jomblo. Bangun tidur cek hp bukan cek sms or email, tapi langsung main game. Setelah selesai main game, gue malah ingin tidur lagi. Yaudah, deh. Kapan lagi gue bisa ngemanjain mata.
Hari minggu ini, gue jadwalin buat beres-beres kost-an. Sarang spiderman dimana-mana. Bahkan hingga pakaian kotor gue pun menjadi sarang buat spiderman. Maklum, udah 3 bulan telat dicuci. Untung bukan kamu, ya, yang telat 3 bulan. Kan bisa repot. Bukannya aku tak mau bertanggung jawab. Tapikan, kamu hanya seekor kecoa. Satu-satunya makhluk piaraanku di kost.
Gue awali pagi ini dengan membersihkan sarang spiderman di dinding dan langit-langit. Setelah selesai, gue sapu hingga kinclong lantai kamar kost gue. Abis itu langsung gue pel. Setelah urusan pel-mengepel lantai selesai. Gue lanjut nyuci baju yang udah gue rendem selama 1 bulan. Sumpah, gaes,..!! Baunya kek bangke,..!! What the,...!!
Setelah semuanya selesai, rasanya lega banget. Sumpah,..!! Ini kek waktunya berbuka puasa. Kalo kata ahli makanan,"mak nyuzz."
Karena pekerjaan gue udah selesai, akhirnya gue putusin untuk istirahat. Lumayanlah, mumpung libur.
Namun, baru saja mata akan terpejam, terdengar suara ketukan pintu. Mau kaga mau gue bukain, dong. Soalnya dia ngucapin salam. Kan, bisa dosa kalo gue kaga jawab ucapan salam.
Dengan langkah gontai. Bahkan berdiripun rasanya ogah, gue bangkit untuk membuka pintu. Dan tanpa basi-basi, langsung gue sodorin uang gocengan. Soalnya gue udah hafal, ini pasti minta sumbangan. Dan apa yang gue pikirin benar. Mereka minta sumbangan untuk pembangunan Masjid. Harus seperti itukah. Untuk membangun rumah Allah harus mengemis dari satu pintu ke pintu lainnya? Bukan gue merendahkan. Tapi ada keyakinan dihati gue. Bahkan keraguan. Gue yakin, mereka hanya ingin membangun rumah Allah semegah-megahnya. Karena tak mau kalah dengan dusun tetengga. Padahal, sesederhana apapun sebuah masjid, jika digunakan dengan maksimal. Maka akan tetap bermanfaat. Gue yakin, Allah kaga bakalan ridho, jika kita membangun sebuah rumah untukNya, namun bukan berdasarkan fungsinya. Tapi berdasarkan gengsi.
Setelah si peminta-minta tersebut pergi, guepun mengunci pintu dengan niat melanjutkan tidur gue yang terganggu. Namun alangkah kagetnya gue, ketika melihat kesekeliling. Sampah masih berserakan. Bahkan pakaian kotorpun masih bertaburan disegala penjuru. Lalu, apa yang gue kerjain tadi? Bahkan sarang spiderman pun masih jadi penghias langit-langit kost gue? Anjing,..!! Gue baru sadar. Ternyata semua yang gue lakuin tadi hanya mimpi. Bangsat,..!! Udah capek-capek, ternyata hanya mimpi. Dan gue pun hanya menggerutu dengan si Black jagoan gue.
Karena terlanjur kesel. Akhirnya, gue berhibernasi aja seharian. Masa bodo, deh. Perut belum diisi. Atau seragam kerja pada kotor. Yang penting gue molor.
Ini hari minggu gue. Gimana hari minggu lu??
Senin, 07 September 2015
Surat Untuk Kamu
Hey! Kamu! Iya,.. Kamu! Yang demen banget ngemilin upil. Kangen banget deh, dengan masakan kesukaanmu. Kecoa goreng lada hitam. Sudah lama banget, ya, kita gak makan itu. Kamu tau, kenapa aku tulis surat ini? #KarenaAkuKangenKamu
Kamu masih inget, waktu kita nongkrong dipinggir got? Masa lupa, sih? Itu, yang waktu lagi nongkrong, trus ada kodok loncat ke muka kamu. Terus karena kaget, kamunya jadi kecemplung got, deh. Kamu tau? Aku bahagia banget, liat kamu nyungsep ke got. Sumpah, itu gokil abis,.. Jarang-jarang, loh, ada cewek yang mau nyemplung got. Dan aku jadi bangga banget, waktu kamu disorakin banyak orang. Kamu tau, kenapa waktu itu aku bangga? #KarenaAkuKangenKamu
Aku juga masih inget, loh, kalo kamu ngambek. Kamu bakalan pipis sembarangan. Bahkan, saking ngambeknya, kamu pernah pipisin sarang semut. Abis itu, pada bentol semua, deh. Terus kamu tambah ngambek. Sampe-sampe, kamu mau pipisin muka kamu sendiri. Karena gak bisa, kamu tambah ngambek lagi. Akhirnya biar kamu gak ngambek, aku rela lari-lari keliling komplek buat ngejer cewek. Ehh,.. Kamunya malah tambah ngambek. Jadi pipis dicelana, deh, kamu. Terus dimarahin orang, deh. Karena yang kamu pipisin celana orang. Lucu, ya, kamu kalo ngambek. Kamu tau, kenapa kamu lucu kalo lagi ngambek? #KarenaAkuKangenKamu
Ehh,.. Btw, kamu sekarang apa kabar? Udah punya anak berapa? Anak kamu mirip aku gak? #ehh
Udah lama, ya, gak ada kabar dari kamu. Makanya aku tulis surat buat kamu disini. Moga aja kamu baca. Sekarang aku lagi diare. Bentar-bentar berak. Capek banget, tau. Gara-gara diare, aku jadi suka memandang eek aku sendiri. Kamu tau, kenapa aku suka memandang eek aku? #KarenaAkuKangenKamu
Kamu inget, gak? Waktu aku kasih supri, eh, setres, eh apa itu? Kejutan dalam bahasa inggris? Ribet aku nulisnya. Maklum, orang kampung. Pokoknya itulah, surpres atau apa itu,. Waktu itu, kita lagi main bekel. Terus, aku lemparin kuat-kuat bola bekelnya ke muka kamu sambil teriak, "supreeesss,..!!"
Terus, tiba-tiba bapak kamu nongol sambil bilang, "siapa yang nyari bapak, nak?"
Belakangan aku baru tau. Ternyata, supris itu nama bapak kamu. Harusnya waktu itu aku teriak gini, "Supres,.. Supres,.. Maen, yuk!"
Kamu tau, kenapa waktu itu aku lempar bola bekel ke muka kamu? #KarenaAkuSayangKamu
Gak kerasa, ya. Udah lama banget kita gak ketemu. Bahkan, aku udah lupa, loh, sama wajah kamu. Terakhir ketemu, kamu terlihat seperti shincan. Tapi alisnya doang. Kamu tau, waktu itu, rasanya aku ingin hapus alis kamu. Jangan-jangan kamu udah gak punya alis lagi. Pasti kamu sengaja, tuh. Ngebotakin alis kamu. Biar bisa liat tuyul, kan? Hayo,.. Ngaku,..!! Aku tau, kenapa kamu ingin banget bisa lihat tuyul. #KarenaAkuKangenKamu
Eh,.. Udah dulu, ya. Aku lagi masak air buat bikin kopi. Takut kalo kelamaan, entar airnya gosong. Owh, iya. Aku bikin jangkrik panggang saus tiram, loh. Kamu mau? Kamu tau, kenapa aku dan kamu gak bersatu? #KarenaAkuKangenKa,.. *plak*
Yah, dilempar sendal, deh.
Tapi cyuz deh, gak pake mieapah. Aku beneran kangen kamu. Iya,.. Kamu,..!!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Tulisan ini hanya fiktif belaka. Jadi bacanya jangan pake hati. Tapi pake kaca pembesar. Soalnya, di web, tulisan ini kecil banget."
Kamu masih inget, waktu kita nongkrong dipinggir got? Masa lupa, sih? Itu, yang waktu lagi nongkrong, trus ada kodok loncat ke muka kamu. Terus karena kaget, kamunya jadi kecemplung got, deh. Kamu tau? Aku bahagia banget, liat kamu nyungsep ke got. Sumpah, itu gokil abis,.. Jarang-jarang, loh, ada cewek yang mau nyemplung got. Dan aku jadi bangga banget, waktu kamu disorakin banyak orang. Kamu tau, kenapa waktu itu aku bangga? #KarenaAkuKangenKamu
Aku juga masih inget, loh, kalo kamu ngambek. Kamu bakalan pipis sembarangan. Bahkan, saking ngambeknya, kamu pernah pipisin sarang semut. Abis itu, pada bentol semua, deh. Terus kamu tambah ngambek. Sampe-sampe, kamu mau pipisin muka kamu sendiri. Karena gak bisa, kamu tambah ngambek lagi. Akhirnya biar kamu gak ngambek, aku rela lari-lari keliling komplek buat ngejer cewek. Ehh,.. Kamunya malah tambah ngambek. Jadi pipis dicelana, deh, kamu. Terus dimarahin orang, deh. Karena yang kamu pipisin celana orang. Lucu, ya, kamu kalo ngambek. Kamu tau, kenapa kamu lucu kalo lagi ngambek? #KarenaAkuKangenKamu
Ehh,.. Btw, kamu sekarang apa kabar? Udah punya anak berapa? Anak kamu mirip aku gak? #ehh
Udah lama, ya, gak ada kabar dari kamu. Makanya aku tulis surat buat kamu disini. Moga aja kamu baca. Sekarang aku lagi diare. Bentar-bentar berak. Capek banget, tau. Gara-gara diare, aku jadi suka memandang eek aku sendiri. Kamu tau, kenapa aku suka memandang eek aku? #KarenaAkuKangenKamu
Kamu inget, gak? Waktu aku kasih supri, eh, setres, eh apa itu? Kejutan dalam bahasa inggris? Ribet aku nulisnya. Maklum, orang kampung. Pokoknya itulah, surpres atau apa itu,. Waktu itu, kita lagi main bekel. Terus, aku lemparin kuat-kuat bola bekelnya ke muka kamu sambil teriak, "supreeesss,..!!"
Terus, tiba-tiba bapak kamu nongol sambil bilang, "siapa yang nyari bapak, nak?"
Belakangan aku baru tau. Ternyata, supris itu nama bapak kamu. Harusnya waktu itu aku teriak gini, "Supres,.. Supres,.. Maen, yuk!"
Kamu tau, kenapa waktu itu aku lempar bola bekel ke muka kamu? #KarenaAkuSayangKamu
Gak kerasa, ya. Udah lama banget kita gak ketemu. Bahkan, aku udah lupa, loh, sama wajah kamu. Terakhir ketemu, kamu terlihat seperti shincan. Tapi alisnya doang. Kamu tau, waktu itu, rasanya aku ingin hapus alis kamu. Jangan-jangan kamu udah gak punya alis lagi. Pasti kamu sengaja, tuh. Ngebotakin alis kamu. Biar bisa liat tuyul, kan? Hayo,.. Ngaku,..!! Aku tau, kenapa kamu ingin banget bisa lihat tuyul. #KarenaAkuKangenKamu
Eh,.. Udah dulu, ya. Aku lagi masak air buat bikin kopi. Takut kalo kelamaan, entar airnya gosong. Owh, iya. Aku bikin jangkrik panggang saus tiram, loh. Kamu mau? Kamu tau, kenapa aku dan kamu gak bersatu? #KarenaAkuKangenKa,.. *plak*
Yah, dilempar sendal, deh.
Tapi cyuz deh, gak pake mieapah. Aku beneran kangen kamu. Iya,.. Kamu,..!!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Tulisan ini hanya fiktif belaka. Jadi bacanya jangan pake hati. Tapi pake kaca pembesar. Soalnya, di web, tulisan ini kecil banget."
Kamis, 03 September 2015
Orang Lampung Dimata Masyarakat
Aneh. Gue nulis blog ditengah malem gini. Harap maklum, namanya juga jomblo. Sering galau dimalem jum'at. Ditambah lagi, mau keliling, tapi kaga ada yang jagain lilin.
Orang Lampung. Apa yang kalian pikirkan saat mendengar kata Orang Lampung. Begal? Kriminal? Emang kaga bisa dipungkiri, orang Lampung lebih terkenal karena kejahatannya. Tapi asal kalian tau, kaga semua orang Lampung seperti itu. Contohnya aja gue. *benerin kerah baju*
Dulu. Waktu gue masih bekerja di Lahat. Salah saru daerah yang berada di Sumsel. Gue dulu menghabiskan waktu selama 2 tahun disana, dengan profesi sebagai penjahat. Ehh, typo. Maksud gue penjahit. Sebagai penjahit, tentunya banyak pelanggan gue yang selalu menyempatkan diri mampir ke ruko. Entah itu buat baju, celana, ganti resliting, ataupun jahitin sempaknya yang bolong.
Setiap kali ada pelanggan, sering gue ajak ngobrol. Biar mereka nunggu kaga bosen. Dan dari sekian banyak pelanggan di ruko bos gue, ada beberapa sopir. Dan setiap kali meraka tanya dari mana asal gue, dan gue jawab dari Lampung Timur, mereka selalu bilang, "wah, wong Lampung Timur. Banyak preman. Setiap kali masuk Lampung Timur udah malam, acaklah aku tidok di pom bensin dari pada laju (mending gue tidur di pom bensin dari pada gue lanjutin perjalanan). Sebegitu mengerikannyakah Lampung Timur?
Lampung Timur emang terkenal banditnya. Banyak sekali begal yang berasal dari Lampung Timur. Tapi kaga semua orang Lampung Timur itu bandit. Masih banyak koq, orang Lampung Timur yang baik. Bahkan disaat begal meraja di Jabodetabek, gue sendiri yang berasal dari Lampung Timur, masih takut buat keluar malem. Bukan hanya gue, tapi juga temen-temen gue. Sebenernya yang kita takutin bukan dibegal, tapi di gebukin masyarakat, karena dianggap sebagai kawanan begal.
Dari beberapa cerita temen-temen seperantauan gue pun begitu. Orang Lampung selalu di cap buruk. Mungkin udah ada label " bandit" yang tertulis di jidat nonong kami. Ada salah satu temen gue yang kehilangan motor disini. Motor dia itu "plat BE". Alias dari Lampung. Dan kebetulan juga, temen gue ini dari Lampung Timur. Jadi, waktu dia apel, motornya ada yang nyuri. Begitu lapor ke Polsek. Kalian tau apa yang Polisi katakan? " Koq, motor plat BE masih bisa kemalingan?"
Asal bapak tau, kaga semua begal ataupun maling di Jabodetabek ini cuma orang Lampung aja.
Lain lagi dengan temen gue yang lain, yang punya motor besar. Yang masih tetangga gue juga, dari Lampung Timur. Dia abis kemalingan. Hp dan dompet semua raib di kost. Gegara ada maling yang masuk kost dia. Begitu dia datang ke Polsek dan minta surat keterangan kehilangan, justru dia mendapatkan jawaban yang membuat kecewa. "Maaf, kami tidak berani memberikan surat kehilangan untuk STNK anda. Karena orang Lampung terkenal cerdas. Motor hasil curianpun, bisa dapet STNK." Lalu apa tujuan instansi bapak, memasang slogan "Mengayomi Masyarakat". Apakah kami bukan tergolong Masyarakat. Kalo begitu, percuma bagi kami membayar pajak setiap bulan untuk menggaji bapak.
Begitupun saat temen gue service motor. Kalian tau, apa yang terucap saat giliran motor gue untuk di service. " Selanjutnya! Motor begal yang mau dipake oprasi entar malem!" Inikan Anjing banget. Kalo emang temen gue dateng ke sini buat jadi begal, buat apa susah-payah menjadi kuli pabrik.
Orang Lampung mungkin terkenal bejat. Tapi orang bejat didunia ini, bukan saja berasal dari Lampung.
Orang Lampung. Apa yang kalian pikirkan saat mendengar kata Orang Lampung. Begal? Kriminal? Emang kaga bisa dipungkiri, orang Lampung lebih terkenal karena kejahatannya. Tapi asal kalian tau, kaga semua orang Lampung seperti itu. Contohnya aja gue. *benerin kerah baju*
Dulu. Waktu gue masih bekerja di Lahat. Salah saru daerah yang berada di Sumsel. Gue dulu menghabiskan waktu selama 2 tahun disana, dengan profesi sebagai penjahat. Ehh, typo. Maksud gue penjahit. Sebagai penjahit, tentunya banyak pelanggan gue yang selalu menyempatkan diri mampir ke ruko. Entah itu buat baju, celana, ganti resliting, ataupun jahitin sempaknya yang bolong.
Setiap kali ada pelanggan, sering gue ajak ngobrol. Biar mereka nunggu kaga bosen. Dan dari sekian banyak pelanggan di ruko bos gue, ada beberapa sopir. Dan setiap kali meraka tanya dari mana asal gue, dan gue jawab dari Lampung Timur, mereka selalu bilang, "wah, wong Lampung Timur. Banyak preman. Setiap kali masuk Lampung Timur udah malam, acaklah aku tidok di pom bensin dari pada laju (mending gue tidur di pom bensin dari pada gue lanjutin perjalanan). Sebegitu mengerikannyakah Lampung Timur?
Lampung Timur emang terkenal banditnya. Banyak sekali begal yang berasal dari Lampung Timur. Tapi kaga semua orang Lampung Timur itu bandit. Masih banyak koq, orang Lampung Timur yang baik. Bahkan disaat begal meraja di Jabodetabek, gue sendiri yang berasal dari Lampung Timur, masih takut buat keluar malem. Bukan hanya gue, tapi juga temen-temen gue. Sebenernya yang kita takutin bukan dibegal, tapi di gebukin masyarakat, karena dianggap sebagai kawanan begal.
Dari beberapa cerita temen-temen seperantauan gue pun begitu. Orang Lampung selalu di cap buruk. Mungkin udah ada label " bandit" yang tertulis di jidat nonong kami. Ada salah satu temen gue yang kehilangan motor disini. Motor dia itu "plat BE". Alias dari Lampung. Dan kebetulan juga, temen gue ini dari Lampung Timur. Jadi, waktu dia apel, motornya ada yang nyuri. Begitu lapor ke Polsek. Kalian tau apa yang Polisi katakan? " Koq, motor plat BE masih bisa kemalingan?"
Asal bapak tau, kaga semua begal ataupun maling di Jabodetabek ini cuma orang Lampung aja.
Lain lagi dengan temen gue yang lain, yang punya motor besar. Yang masih tetangga gue juga, dari Lampung Timur. Dia abis kemalingan. Hp dan dompet semua raib di kost. Gegara ada maling yang masuk kost dia. Begitu dia datang ke Polsek dan minta surat keterangan kehilangan, justru dia mendapatkan jawaban yang membuat kecewa. "Maaf, kami tidak berani memberikan surat kehilangan untuk STNK anda. Karena orang Lampung terkenal cerdas. Motor hasil curianpun, bisa dapet STNK." Lalu apa tujuan instansi bapak, memasang slogan "Mengayomi Masyarakat". Apakah kami bukan tergolong Masyarakat. Kalo begitu, percuma bagi kami membayar pajak setiap bulan untuk menggaji bapak.
Begitupun saat temen gue service motor. Kalian tau, apa yang terucap saat giliran motor gue untuk di service. " Selanjutnya! Motor begal yang mau dipake oprasi entar malem!" Inikan Anjing banget. Kalo emang temen gue dateng ke sini buat jadi begal, buat apa susah-payah menjadi kuli pabrik.
Orang Lampung mungkin terkenal bejat. Tapi orang bejat didunia ini, bukan saja berasal dari Lampung.
Sabtu, 22 Agustus 2015
Ribetnya Jadi Cewek
Pagi mblo! Gimana minggu pagi ini? Masih sehat?
Setelah menghabiskan waktu malem minggu dengan nyuci baju. Pagi ini gue masih harus ngepel dan membereskan kost yang udah kayak kapal pecah. Yah, beginilah jomblo. Kaga malem minggu, kaga hari minggu, judulnya tetap dikost. Tapi, karena gue udah terbiasa melewati itu semua. Jadi gue kaga perlu tuh, ngumpet dikolong meja sambil curhat sama nyamuk. Tapi nangis dipojokan toilet.
Beberapa hari lalu, gue sempet mengintrogasi beberapa temen cewek gue. Yang pasti tanya tentang kehidupan cewek ya. Bukan tanya, "mau kaga, nikah sama gue?". Introgasi ini gue lakuin ke beberapa temen sosmed gue, temen kerja, dan juga temen tapi mesra. #ehh Yang terakhir mohon dicorettemen tapi mesra. Dan akhirnya gue punya kesimpulan. Jadi cewek itu terkadang ribet. Dan inilah beberapa keribetan cewek versi gue.
Mandi. Kenapa ini menurut gue ribet? Karena gue jarang mandi? Bukan! Bukan itu! Tapi ribetnya cewek mandi ada disoal waktu. Beberapa temen gue bilang, kalo mandi membutuhkan waktu minimal 30 menit. Sekarang gue coba bandingin dengan cowok yang biasanya mandi paling lama cuma 5 menit. Beda jauhkan. Cowok mandi lama, biasanya kalo abis beli sabun. Jangan pada ngeres gaes. Maksudnya mandi pake sabun biar bersih dan wangi dimalem minggu. Kan mau kencan. Kencan dengan guling.
Yang jomblo pasti udah mikir yang kaga-kaga tuh kalo denger soal sabun. Makanya mblo, otak tuh disapu. Biar kaga ngeres!
Namun yang ngebuat gue bingung, ini mereka mandi atau ngelamun gegara liat gebetan jalan sama temen yang wajahnya masih jauh lebih buruk? 30 menit cuy, buat mandi. Kalo mandi pake shower sih mending, masih bisa merasakan seperti mandi dibawah guyuran air ujan sambil nangis. Pan kaga keliatan tuh, kalo lagi nangis. Pasti ada nih, diantara kalian yang sering nangis sambil ujan-ujanan gegara liat kucing lagi begituan. Atau nangis dibawah shower cuma gegara liat kebo jalan beriringan. Jomblo mah gitu, sensitif. Liat tiang telpon berdiri sendiri aja langsung ditemenin. Di ajakin ngobrol sambil dipeluk pula.
Lah terus kalo mandi dikamar mandi kost gue yang pake bak, pegimane? Bisa keram kaki lu jongkok selama 30 menit.
Dan selanjutnya, yang menurut gue ribet jadi cewek yaitu dandan. Menurut beberapa temen gue disosmed ataupun dunia nyata dan yang pasti bukan dunia lain. Gue bisa ambil kesimpulan, rata-rata cewek dandan bisa menghabiskan waktu selama 30-60 menit. Tergantung dandannya. Jika dandan untuk pergi ke makam mantan sih, kaga lama. Yang lama itu dandan buat pergi ke pesta pernikahan mantan. Lama nangisnya! Dan gue rasa, tuh kaca juga bosen setiap hari berlama-lama memandang wajah ngenes lu. Pasti adakan, diantara kalian yang sembari dandan curhat sama diri sendiri yang terbayang didalam cermin gegara ngeliat sendal yang selalu berpasangan? Yailah sendal selalu berpasangan, kalo masing-masing mah itu namanya jomblo yang masih ngarep mantan. Jomblo mah, gitu. Sensitif banget. Liat polisi tidur aja langsung dikelonin.
Dan yang terakhir adalah "alis". Belakangan ini, alis emang lagi marak dikalangan wanita. Mulai dari sulam alis, hingga alis dari arang batok kelapa. Biasanya, untuk membuat bentuk alis membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit. Tergantung tingkat kesulitannya. Dan gue baru sadar sekarang. Ternyata bukan cuma keripik singkong doang yang punya level. Tapi bikin alis juga ada levelnya.
Udah ah, segini aja dulu. Entar kalo gue tulis semua, bisa-bisa di demo kaum hawa, gue. Tapi, buat yang mau nambahin, bisa tulis dikolom komentar. Jika tidak tau dimana letak kolom komentar, bisa tanya pada rumput yang bergoyang.
Jadi bisa gue simpulin. Jika mandi, cewek membutuhkan waktu 30 menit. Berarti dalam 1 hari mereka membutuhkan waktu 1 jam untuk mandi. Dan untuk dandan, katakanlah 1 kali dalam sehari. Dan kita ambil waktu tercepat, yaitu 30 menit. Jadi, untuk mandi dan dandan, para wanita membutuhkan waktu 1,5 jam. Terus bikin alis. Kita ambil waktu tercepat, yaitu 15 menit. Kita kalikan lima kali pembuatan. Lima kali, banyak amat? Iya. Karena cewek mau tidurpun bikin alis. Bangun tidur, mau beli sayurpun bikin alis dulu. Belum lagi kalo alisnya luntur gegara kena keringat. Harus bikin alis lagi. Jadi, 15 menit x 5 = 1 jam. Jadi, dalam 1 hari, cewek biasa menghabiskan waktu selama 2,5 jam. Itu baru mandi, dandan dan bikin alis. Belum ngeringin rambut. Nyatok rambut. Dan masih banyak lagi. Kalo buat gue, waktu 2,5 jam bisa gue pake buat main game. Lumayan, bisa naikin beberapa level.
Jadi gimana, gaes? Ribetkan jadi cewek? Makanya, gue kaga mau dandan ala cewek.
Ehh,.. Gimana,..? Gimana,..?
Setelah menghabiskan waktu malem minggu dengan nyuci baju. Pagi ini gue masih harus ngepel dan membereskan kost yang udah kayak kapal pecah. Yah, beginilah jomblo. Kaga malem minggu, kaga hari minggu, judulnya tetap dikost. Tapi, karena gue udah terbiasa melewati itu semua. Jadi gue kaga perlu tuh, ngumpet dikolong meja sambil curhat sama nyamuk. Tapi nangis dipojokan toilet.
Beberapa hari lalu, gue sempet mengintrogasi beberapa temen cewek gue. Yang pasti tanya tentang kehidupan cewek ya. Bukan tanya, "mau kaga, nikah sama gue?". Introgasi ini gue lakuin ke beberapa temen sosmed gue, temen kerja, dan juga temen tapi mesra. #ehh Yang terakhir mohon dicoret
Mandi. Kenapa ini menurut gue ribet? Karena gue jarang mandi? Bukan! Bukan itu! Tapi ribetnya cewek mandi ada disoal waktu. Beberapa temen gue bilang, kalo mandi membutuhkan waktu minimal 30 menit. Sekarang gue coba bandingin dengan cowok yang biasanya mandi paling lama cuma 5 menit. Beda jauhkan. Cowok mandi lama, biasanya kalo abis beli sabun. Jangan pada ngeres gaes. Maksudnya mandi pake sabun biar bersih dan wangi dimalem minggu. Kan mau kencan. Kencan dengan guling.
Yang jomblo pasti udah mikir yang kaga-kaga tuh kalo denger soal sabun. Makanya mblo, otak tuh disapu. Biar kaga ngeres!
Namun yang ngebuat gue bingung, ini mereka mandi atau ngelamun gegara liat gebetan jalan sama temen yang wajahnya masih jauh lebih buruk? 30 menit cuy, buat mandi. Kalo mandi pake shower sih mending, masih bisa merasakan seperti mandi dibawah guyuran air ujan sambil nangis. Pan kaga keliatan tuh, kalo lagi nangis. Pasti ada nih, diantara kalian yang sering nangis sambil ujan-ujanan gegara liat kucing lagi begituan. Atau nangis dibawah shower cuma gegara liat kebo jalan beriringan. Jomblo mah gitu, sensitif. Liat tiang telpon berdiri sendiri aja langsung ditemenin. Di ajakin ngobrol sambil dipeluk pula.
Lah terus kalo mandi dikamar mandi kost gue yang pake bak, pegimane? Bisa keram kaki lu jongkok selama 30 menit.
Dan selanjutnya, yang menurut gue ribet jadi cewek yaitu dandan. Menurut beberapa temen gue disosmed ataupun dunia nyata dan yang pasti bukan dunia lain. Gue bisa ambil kesimpulan, rata-rata cewek dandan bisa menghabiskan waktu selama 30-60 menit. Tergantung dandannya. Jika dandan untuk pergi ke makam mantan sih, kaga lama. Yang lama itu dandan buat pergi ke pesta pernikahan mantan. Lama nangisnya! Dan gue rasa, tuh kaca juga bosen setiap hari berlama-lama memandang wajah ngenes lu. Pasti adakan, diantara kalian yang sembari dandan curhat sama diri sendiri yang terbayang didalam cermin gegara ngeliat sendal yang selalu berpasangan? Yailah sendal selalu berpasangan, kalo masing-masing mah itu namanya jomblo yang masih ngarep mantan. Jomblo mah, gitu. Sensitif banget. Liat polisi tidur aja langsung dikelonin.
Dan yang terakhir adalah "alis". Belakangan ini, alis emang lagi marak dikalangan wanita. Mulai dari sulam alis, hingga alis dari arang batok kelapa. Biasanya, untuk membuat bentuk alis membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit. Tergantung tingkat kesulitannya. Dan gue baru sadar sekarang. Ternyata bukan cuma keripik singkong doang yang punya level. Tapi bikin alis juga ada levelnya.
Udah ah, segini aja dulu. Entar kalo gue tulis semua, bisa-bisa di demo kaum hawa, gue. Tapi, buat yang mau nambahin, bisa tulis dikolom komentar. Jika tidak tau dimana letak kolom komentar, bisa tanya pada rumput yang bergoyang.
Jadi bisa gue simpulin. Jika mandi, cewek membutuhkan waktu 30 menit. Berarti dalam 1 hari mereka membutuhkan waktu 1 jam untuk mandi. Dan untuk dandan, katakanlah 1 kali dalam sehari. Dan kita ambil waktu tercepat, yaitu 30 menit. Jadi, untuk mandi dan dandan, para wanita membutuhkan waktu 1,5 jam. Terus bikin alis. Kita ambil waktu tercepat, yaitu 15 menit. Kita kalikan lima kali pembuatan. Lima kali, banyak amat? Iya. Karena cewek mau tidurpun bikin alis. Bangun tidur, mau beli sayurpun bikin alis dulu. Belum lagi kalo alisnya luntur gegara kena keringat. Harus bikin alis lagi. Jadi, 15 menit x 5 = 1 jam. Jadi, dalam 1 hari, cewek biasa menghabiskan waktu selama 2,5 jam. Itu baru mandi, dandan dan bikin alis. Belum ngeringin rambut. Nyatok rambut. Dan masih banyak lagi. Kalo buat gue, waktu 2,5 jam bisa gue pake buat main game. Lumayan, bisa naikin beberapa level.
Jadi gimana, gaes? Ribetkan jadi cewek? Makanya, gue kaga mau dandan ala cewek.
Ehh,.. Gimana,..? Gimana,..?
Minggu, 16 Agustus 2015
Arti Kemerdekaan
Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 70 tahun. Semoga semakin jaya!
70 tahun sudah, Indonesia merdeka. Tapi, apakah kita telah merasakan Kemerdekaan yang sesungguhnya? Sudahkah kita bisa move on dari bayang-bayang mantan? Eh,.. Itu sih gue. Untuk yang terakhir, tolong di skip aja.
Hari kemerdekaan bukan hanya menjadi ajang pesta rakyat. Namun lebih dari itu. Hari kemerdekaan adalah simbol perjuangan pahlawan-pahlawan kita dalam upaya mengusir penjajah dari tanah air tercinta. Hari ditanggal ini. 70 tahun lalu. Bapak Proklamator kita. Yaitu Bung Karno dan Bung Hatta. Telah memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia Tercinta. Tentunya bukan hal mudah untuk mewujudkan itu. Banyak darah tertumpah. Banyak nyawa melayang. Lalu apa artinya perjuangan mereka, para pahlawan-pahlawan kita? Jika kita hanya menjadi jiwa pemalas. Jika kita melupakan sejarah Bangsa sendiri. Jika kita hanya bisa bilang, "Cyuz,.. Miapah?!"
70 tahun kita telah merasakan kemerdekaan. Tapi masih banyak ketidakpedulian yang kita lihat diseluruh pelosok negri. Rakyat yang tidak bisa sekolah. Rakyat yang tidak bisa berobat. Apakah semua itu hanya jadi tontonan diacara berita buat kita? Sudah saatnya kita saling peduli, satu dan yang lainnya. Berdiri dibawah Sang Saka. Berjalan ditanah Ibu Pertiwi. Bukan bercerai-berai. Saling perang antar sesama. Apalagi perang antar jomblo. Ehh,..
Moment peringatan Kemerdekaan ini. Hendaknya bisa kita jadikan simbol semangat untuk membawa Indonesia yang lebih baik lagi. Menjadi simbol kekuatan untuk Indonesia yang lebih maju. Indonesia yang lebih makmur. Menjadi simbol perjuangan untuk menghapus praktek KKN di Indonesia tercinta. Dan juga, menjadi simbol perlawan terhadap para "taken" yang selalu menghina jomblo. Untuk yang terakhir, sepertinya angan-angan gue aja. Jadi mending dihapus.
70 tahun Indonesia Merdeka! Namun, sudahkah kita mencintai Indonesia dengan cinta yang sesungguhnya? Sudahkah kita memberikan kontribusi terbaik kita untuk negara kita tercinta? Sudahkah kita membanggakan Ibu Pertiwi? Sudahkah kita direstui calon mertua? Ahh,.. Sepertinya ini sih gue yang udah kebelet nikah.
Merdeka bukan hanya sekedar lepas dari penjajah. Namun lebih dari itu. Merdeka dari kemiskinan. Merdeka dari perbudakan Modern. Merdeka dari kesengsaraan. Sudahkah saudara-saudara kita merasakan itu semua? Sudahkah? Sudahkah kita sarapan bubur pake garpu pagi ini? Ehh,.. Gimana,.. Gimana.
Diusia yang ke 70 tahun ini. Semoga kita semua bisa menjadi jiwa yang peduli. Jiwa yang jujur. Jiwa yang sadar, akan arti Bhinneka Tunggal Ika. Bukan jiwa pengecut. Bukan jiwa pecundang. Bukan juga jiwa yang hanya bisa diam, ketika banyak saudara-saudara kita yang teraniaya, terdzolimi, dirampas hak-haknya sebagai warga negara. Maka dari itu, bersatulah wahai saudara-saudaraku setanah air tercinta. Karena Indonesia bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tapi tanggung jawab kita semua. Salam Kemerdekaan.
Merdeka!!
Nb: Selamat ulang tahun, Pah. Semoga selalu diberikan kesehatan. Panjang umur. Selalu dalam lindungannya. Dan menjadi sosok tauladan buat anak-anak dan mamah. Amin.
Nb: Selamat ulang tahun, Pah. Semoga selalu diberikan kesehatan. Panjang umur. Selalu dalam lindungannya. Dan menjadi sosok tauladan buat anak-anak dan mamah. Amin.
Selasa, 11 Agustus 2015
Tersindir Secara Tak Langsung
Mungkin banyak orang kaget melihat atau membaca tentang foto diatas. Bahkan gue sempet tak sadarkan diri beberapa detik setelah melihat foto tersebut. Terus, Hayati kudu piye?? Oke, fix! Kalo yang begitu aja bisa dapetin bule, maka gue harus yakin, kalo gue bakalan bisa dapetin Dijah Kuning!
Mungkin banyak yang bertanya; "Bagaimana bisa, seorang bule menikahi pria biasa aja?"
Tapi buat gue, jawabnya itu simpel. Sesimpel membulatkan upil, lalu ditempelin dibawah bangku sekolah.
Jodoh, maut, dan rezeki, semuanya udah diatur oleh Tuhan, bukan? Jadi kaga ada yang mustahil. Jika ada yang bertanya mengenai alasan si bule menikahinya. Sudah jelas, yang namanya cinta kaga perlu sebuah alasan. Bukankah untuk hidup bersama kita membutuhkan sebuah kenyamanan? Bukan alasan!
Melihat foto tersebut, gue merasa ditampar, terus ditendang, abis itu dicemplungin ke jamban. Karena selama ini gue sering banget ngedumel; "Tuhan udah kaga adil sama gue". Tapi, begitu melihat foto tersebut. Bukan kisah mereka yang menggemparkan jagat dunia maya. Tapi gue lebih melihat akan bukti keadilan Tuhan. Jadi, buat lu pade yang sering ngumpat dalem hati sama seperti gue. Lihatlah foto diatas, niscaya kalian akan melihat bukti keadilan Tuhan.
Jika Tuhan hanya menjodohkan yang tampan dengan yang cantik secara fisik. Terus, yang kurang tampan, apalagi yang sama sekali kaga tampan dan kaga cantik secara fisik, bagaimana? Berarti, mereka kaga punya kesempatan untuk memperbaiki keturunan?
Tuhan kaga sejahat itu, gaes! Jadi menurut gue, kaga ada yang aneh dengan berita tersebut. Biasa aja! Aneh, kalo gue baca berita yang tampan menikah dengan yang tampan juga. Atau sebaliknya, yang cantik menikah dengan yang cantik juga.
Hidup itu harus optimis, gaes! Jadi, kalo lu punya cinta, perjuangkan. Jangan cuma bisa ngiler liat orang bergandengan tangan. Sedangkan elu, cuma bisa megangin tali tambang sapi. Inget! Minggu depan udah hari kemerdekaan Republik Indonesia. Terus, hari kemerdekaan lu dari mantan, kapan? Begitu kata penulis buku "Princess Sendal Jepit" di akun Twitternya.
*gambar didapat dari VIVA.co.id
Nb: Jangan ada yang komen. Percuma. Kaga bakalan dibales. Soalnya yang punya blog lagi syok abis baca berita tersebut. Sekarang lagi nangis dikolong meja sambil curhat sama nyamuk. Pusying kepala hayati.
Kamis, 06 Agustus 2015
Cowok
Setelah beberapa waktu lalu gue posting tulisan tentang cewek, kali ini gue coba tulis tentang cowok. Eits! Tapi bukan berarti gue pecinta sesama jenis, ya? Gue coba ingin menjabarkan tentang cowok versi gue. Ala-ala on the spot gitu. Bagi yang belum baca tulisan gue sebelumnya, bisa baca disini.
Cowok! Mungkin banyak yang bilang, cowok adalah orang yang selalu salah dimata cewek. Makanya, buat para cowok, besok pindah aja ke bulu ketek cewek, biar kaga selalu dianggap salah. Cowok itu sering banget di PHP-in, terus dimanfaatin, abis itu ditinggalin. Kasian ya, jadi cowok. Mungkin karena hal itulah, akhirnya banyak cowok yang pacaran sama cowok. Tapi jangan ditiru! Kaga semua cowok, merasakan hal itu. Dan kaga semua cewek selalu begitu.
Disaat membicarakan cowok, mungkin kaga bisa terlepas dengan yang namanya jorok. Mulai dari kebiasaan jorok. Sampai tontonanpun sukanya yang jorok-jorok. "Nonton berita yang ngebahas tempat pembuangan sampah akhir, maksudnya". Meskipun kaga semua cowok, tapi kebanyakan sih, iya. Termasuk gue. Gue tuh orangnya males banget. Mungkin level males gue udah setingkat Kabupaten. Kamar kost aja udah 1 abad lebih kaga di pel. Sarang spiderman udah jadi hiasan dinding. Pakaian kotor udah menumpuk kayak timbunan sampah. Setiap kali gue lihat ini, gue jadi berharap ada orang cerdas yang menciptakan aplikasi baru. Aplikasi yang bisa digunakan dalam dunia nyata. Jadi gue kaga perlu lagi capek-capek nyuci, ngepel, dan kegiatan bersih-bersih lainnya. Semua hanya perlu dilakukan secara online. Apalagi kalo mandi juga bisa dilakukan secara online. Kan gue bisa lebih mudah lagi menjalani hari. Belum lagi kalo nikah bisa dilakukan secara online. Wah, bisa jadi pelanggan pertama gue. Eh! Tapi kalo nikahnya secara online, entar dapet anaknya dari mana? Ya dari downloadlah!
Cowok juga kaga bisa lepas dari yang namanya game. Kalo udah main game, bisa lupa semuanya. Tau-tau dapet sms dari ceweknya, "Yank, kita putus!", lantaran lupa ngejemput do'i dan ngebiarin do'i berdiri dibawah hujan dengan hanya ditemani orang gila dipinggir jalan. Nah, biasanya kalo udah seperti ini. Cowok bakalan bertekuklutut, bahkan sampe ngesot untuk meminta maaf. Tapi, ya, namanya juga cowok. Paling cuma satu atau dua hari saja bersikap manis. Abis itu, diulangi lagi. Cowok emang paling gampang minta maaf. Tapi gampang juga ngelakuin kesalahan lagi.
Menurut gue, jadi cowok tuh kaga mudah. Dari segi sifat. Cowok harus bisa lebih dewasa, bijaksana, sabar, dan bisa menjadi panutan.
Dari segi sikap. Cowok harus memiliki jiwa penyayang, pelindung, dan memberi kenyamanan. Cowok juga harus bisa bersikap lembut. Tapi kaga gitu juga kelesss,..!! Mentang-mentang gue bilang cowok harus bisa bersikap lembut, terus pada pergi ke salon. Gaul sama cewek jadi-jadian salon. Eh! Btw, yang disalon-salon itu, lebih tepat disebut cewek jadi-jadian atau cowok jadi-jadian, ya? Au ah, elap!
Makanya, gue paling kesel kalo denger berita tentang " KDHB". Alias Kekerasan Dalam Hubungan Berpacaran. Masih pacaran aja udah begitu. Seminggu nikah, bisa-bisa jadi almarhumah. Tapi kaga semua cowok seperti itu, sih. Contohnya aja gue. *benerin kerah baju* Tapi terkadang itu semua timbul karena ceweknya juga, sih. Kebanyakan, cewek kan sukanya yang keras-keras. #ehh
Kehidupan cowok itu lebih simpel dari pada cewek. Cowok kaga perlu pusing milih baju apa yang mau dipake. Cowok kaga perlu mandi berlama-lama, cukup dalam hitungan detik, selesai. Yang lama mainan sabunnya. "Maksudnya bikin kerajinan tangan berbahan dasar sabun batangan". Cowok kaga perlu dandan setiap kali mau keluar. Bahkan gue, lebih suka dengan gaya berantakan. Sendal jepit, celana lepis belel dan bolong-bolong, serta kaus oblong. Dan yang jelas, cowok kaga perlu bikin tanda "betul" yang diletakkan terbalik di alis, sebelum keluar rumah, ketika terjadi banjir.
Cowok itu kreatif! Bahkan saking kreatifnya, banyak cowok yang ngegambar ditembok-tembok jalan, dinding kamar, bahkan di dinding jamban. Bukan hanya itu, cowok juga sering ngegambar dikulitnya sendiri. Termasuk gue. Tapi cuma gambar pake pulpen doang, bukan tinta permanen. Soalnya gue takut! Takut kalo ngelamar kamu dikatain sama orang tua kamu, "koe ki sopo le? Uwes rambutnya acak-acakan. Badannya tatoan. Dasar, wong edan!
Tuh, cowok kreatif, kan?
Sebenernya masih banyak tentang cowok yang kaga gue tulis. Sengaja. Biar ada yang nambahin dikolom komentar.
*Gambar didapat dari gugel.
Cowok! Mungkin banyak yang bilang, cowok adalah orang yang selalu salah dimata cewek. Makanya, buat para cowok, besok pindah aja ke bulu ketek cewek, biar kaga selalu dianggap salah. Cowok itu sering banget di PHP-in, terus dimanfaatin, abis itu ditinggalin. Kasian ya, jadi cowok. Mungkin karena hal itulah, akhirnya banyak cowok yang pacaran sama cowok. Tapi jangan ditiru! Kaga semua cowok, merasakan hal itu. Dan kaga semua cewek selalu begitu.
Disaat membicarakan cowok, mungkin kaga bisa terlepas dengan yang namanya jorok. Mulai dari kebiasaan jorok. Sampai tontonanpun sukanya yang jorok-jorok. "Nonton berita yang ngebahas tempat pembuangan sampah akhir, maksudnya". Meskipun kaga semua cowok, tapi kebanyakan sih, iya. Termasuk gue. Gue tuh orangnya males banget. Mungkin level males gue udah setingkat Kabupaten. Kamar kost aja udah 1 abad lebih kaga di pel. Sarang spiderman udah jadi hiasan dinding. Pakaian kotor udah menumpuk kayak timbunan sampah. Setiap kali gue lihat ini, gue jadi berharap ada orang cerdas yang menciptakan aplikasi baru. Aplikasi yang bisa digunakan dalam dunia nyata. Jadi gue kaga perlu lagi capek-capek nyuci, ngepel, dan kegiatan bersih-bersih lainnya. Semua hanya perlu dilakukan secara online. Apalagi kalo mandi juga bisa dilakukan secara online. Kan gue bisa lebih mudah lagi menjalani hari. Belum lagi kalo nikah bisa dilakukan secara online. Wah, bisa jadi pelanggan pertama gue. Eh! Tapi kalo nikahnya secara online, entar dapet anaknya dari mana? Ya dari downloadlah!
Cowok juga kaga bisa lepas dari yang namanya game. Kalo udah main game, bisa lupa semuanya. Tau-tau dapet sms dari ceweknya, "Yank, kita putus!", lantaran lupa ngejemput do'i dan ngebiarin do'i berdiri dibawah hujan dengan hanya ditemani orang gila dipinggir jalan. Nah, biasanya kalo udah seperti ini. Cowok bakalan bertekuklutut, bahkan sampe ngesot untuk meminta maaf. Tapi, ya, namanya juga cowok. Paling cuma satu atau dua hari saja bersikap manis. Abis itu, diulangi lagi. Cowok emang paling gampang minta maaf. Tapi gampang juga ngelakuin kesalahan lagi.
Menurut gue, jadi cowok tuh kaga mudah. Dari segi sifat. Cowok harus bisa lebih dewasa, bijaksana, sabar, dan bisa menjadi panutan.
Dari segi sikap. Cowok harus memiliki jiwa penyayang, pelindung, dan memberi kenyamanan. Cowok juga harus bisa bersikap lembut. Tapi kaga gitu juga kelesss,..!! Mentang-mentang gue bilang cowok harus bisa bersikap lembut, terus pada pergi ke salon. Gaul sama cewek jadi-jadian salon. Eh! Btw, yang disalon-salon itu, lebih tepat disebut cewek jadi-jadian atau cowok jadi-jadian, ya? Au ah, elap!
Makanya, gue paling kesel kalo denger berita tentang " KDHB". Alias Kekerasan Dalam Hubungan Berpacaran. Masih pacaran aja udah begitu. Seminggu nikah, bisa-bisa jadi almarhumah. Tapi kaga semua cowok seperti itu, sih. Contohnya aja gue. *benerin kerah baju* Tapi terkadang itu semua timbul karena ceweknya juga, sih. Kebanyakan, cewek kan sukanya yang keras-keras. #ehh
Kehidupan cowok itu lebih simpel dari pada cewek. Cowok kaga perlu pusing milih baju apa yang mau dipake. Cowok kaga perlu mandi berlama-lama, cukup dalam hitungan detik, selesai. Yang lama mainan sabunnya. "Maksudnya bikin kerajinan tangan berbahan dasar sabun batangan". Cowok kaga perlu dandan setiap kali mau keluar. Bahkan gue, lebih suka dengan gaya berantakan. Sendal jepit, celana lepis belel dan bolong-bolong, serta kaus oblong. Dan yang jelas, cowok kaga perlu bikin tanda "betul" yang diletakkan terbalik di alis, sebelum keluar rumah, ketika terjadi banjir.
Cowok itu kreatif! Bahkan saking kreatifnya, banyak cowok yang ngegambar ditembok-tembok jalan, dinding kamar, bahkan di dinding jamban. Bukan hanya itu, cowok juga sering ngegambar dikulitnya sendiri. Termasuk gue. Tapi cuma gambar pake pulpen doang, bukan tinta permanen. Soalnya gue takut! Takut kalo ngelamar kamu dikatain sama orang tua kamu, "koe ki sopo le? Uwes rambutnya acak-acakan. Badannya tatoan. Dasar, wong edan!
Tuh, cowok kreatif, kan?
Sebenernya masih banyak tentang cowok yang kaga gue tulis. Sengaja. Biar ada yang nambahin dikolom komentar.
*Gambar didapat dari gugel.
Fenomena Copas
Belakangan ini, dunia per-twitter-an dihebohkan dengan fenomena baru. Yaitu fenomena copas. Hal ini lantaran ada salah satu selebtweet yang kerjaannya ngecopas karya orang. Bahkan kaga tanggung-tanggung. Tulisan anak presiden Republik Indonesia pun pernah dicopas. Hal ini tentunya memancing amarah yang karyanya dicopas.
Copas! Atau copy dan paste. Kegiatan yang identik dengan pencurian karya ini, sudah ada sejak lama. Jauh sebelumnya pun telah banyak terjadi kasus seperti ini. Namun kenapa hal ini bisa kembali heboh? Menurut gue, hal ini lantaran selebtweet tersebut udah sangat keterlaluan dalam hal copas-mengcopas. Coba aja bayangin, semua yang ia terbitkan nyaris semuanya dapet dari copas. Gue sempet lihat mereka upload admin dari selebtweet tersebut. Nah, itu banyak banget. Masa sih, disegitu banyaknya kepala kaga ada sedikit otak yang bisa diajak bekerja. Seharusnya selebtweet sebesar itu dengan admin sebanyak itu, mampu menghasilkan karya sendiri, bukan mencomot karya milik orang lain.
Namun, yang namanya copas kaga bakalan bisa dimusnahkan. Selama dunia maya masih meraja, disana copas akan tetap ada. Gak perlu munafik. Gue pun sering melakukan copas. Tapi kaga sepenuhnya juga gue melakukan copas. Bisa quote atau gambar-gambar ataupun meme-meme lucu yang gue copas untuk menunjang tulisan gue. Tapi gue kaga pernah lupa mencantumkan si pembuat karya tersebut. Apabila gue kaga tau siapa yang buat, biasanya gue kasih keterangan bahwa itu gue dapet dari gugel.
Didalam dunia internet, copas adalah hal yang wajar terjadi. Namun kita harus tetap bijak ngecopas yang notabene bukan karya kita. Jangan sampai apa yang kita copas merugikan si pembuat. Dan jangan sampai, apa yang kita copas, kita tulis sebagai karya pribadi. Itu pencurian karya namanya. Jadi mulai sekarang, lebih bijaklah dalam mengcopas karya orang. Jika kita bijak dalam mengcopas, gue yakin, koq. Si pembuat karya yang kita copas kaga bakalan marah. Tapi jangan juga selalu copas. Berusahalah menampilkan karya sendiri. Karena akan berbeda rasa, apabila kita melahirkan sesuatu murni dari ide kita, bukan ide orang lain. Tetap semangat berkarya, gaes!
Copas! Atau copy dan paste. Kegiatan yang identik dengan pencurian karya ini, sudah ada sejak lama. Jauh sebelumnya pun telah banyak terjadi kasus seperti ini. Namun kenapa hal ini bisa kembali heboh? Menurut gue, hal ini lantaran selebtweet tersebut udah sangat keterlaluan dalam hal copas-mengcopas. Coba aja bayangin, semua yang ia terbitkan nyaris semuanya dapet dari copas. Gue sempet lihat mereka upload admin dari selebtweet tersebut. Nah, itu banyak banget. Masa sih, disegitu banyaknya kepala kaga ada sedikit otak yang bisa diajak bekerja. Seharusnya selebtweet sebesar itu dengan admin sebanyak itu, mampu menghasilkan karya sendiri, bukan mencomot karya milik orang lain.
Namun, yang namanya copas kaga bakalan bisa dimusnahkan. Selama dunia maya masih meraja, disana copas akan tetap ada. Gak perlu munafik. Gue pun sering melakukan copas. Tapi kaga sepenuhnya juga gue melakukan copas. Bisa quote atau gambar-gambar ataupun meme-meme lucu yang gue copas untuk menunjang tulisan gue. Tapi gue kaga pernah lupa mencantumkan si pembuat karya tersebut. Apabila gue kaga tau siapa yang buat, biasanya gue kasih keterangan bahwa itu gue dapet dari gugel.
Didalam dunia internet, copas adalah hal yang wajar terjadi. Namun kita harus tetap bijak ngecopas yang notabene bukan karya kita. Jangan sampai apa yang kita copas merugikan si pembuat. Dan jangan sampai, apa yang kita copas, kita tulis sebagai karya pribadi. Itu pencurian karya namanya. Jadi mulai sekarang, lebih bijaklah dalam mengcopas karya orang. Jika kita bijak dalam mengcopas, gue yakin, koq. Si pembuat karya yang kita copas kaga bakalan marah. Tapi jangan juga selalu copas. Berusahalah menampilkan karya sendiri. Karena akan berbeda rasa, apabila kita melahirkan sesuatu murni dari ide kita, bukan ide orang lain. Tetap semangat berkarya, gaes!
Sedikit cerita tentang perjalanan mudik
Perjalanan dimulai sekitar pukul 10 malam. Gue berangkat ke kost temen gue untuk pulang bareng. Setelah sampai di kost temen gue, gue sempet tiduran dulu sebelum memulai perjalanan yang sesungguhnya. Menempuh jarak jauh, dari Tangerang menuju Lampung. Lampung Timur lebih tepatnya.
Mungkin bagi sebagian orang, Lampung Timur adalah jalur neraka. Terlebih lagi jika melewati jalur Lintas Timur. Karena bukan rahasia lagi. Disanalah kawasan begal bermukim.
Eits,.. Tapi jangan skeptis dulu gaes. Di Lampung Timur juga terdapat tempat wisata, yaitu Way Kambas. Tempat penangkaran Gajah. Jadi kalo kalian belum pernah lihat gajah secara langsung, dan ingin lihat, silahkan mampir kerumah gue. Dari rumah gue ke Way Kambas kurang lebih 1 jam.
Dan perjalanan sesungguhnya dimulai. Ini merupakan mudik ke 3 gue menggunakan motor. Dulu gue lebih suka mudik naik bis. Selain kaga capek, bisa tidur juga. Dan yang jelas, dulu gue kaga punya motor. Masak mau mudik pake motor. Ia kalo aman, kalo ketangkep, bisa babak belur gue.
Jam dindingpun tertawa, karena ku hanya diam, dan membisu. Eh! Koq malah nyanyi sih. Maklum, abis dapet kabar bakalan ada lomba nyanyi dikampung. Jadi semangat buat ikut berpartisipasi. Lomba nyanyi marawis.
Jam menunjukkan pukul 00:00. Perjalanan sesungguhnya akan dimulai.
Menempuh perjalan cukup panjang. Dari kawasan Tangerang menuju Pelabuhan Merak. Dan dilanjutkan dari Pelabuhan Bakauheuni menuju kampung halaman. Memasuki wilayah Cilegon, kami berhenti sejenak. Untuk melepas sebatang rokok, sebelum melanjutkan perjalanan. Dan entah pukul berapa, gue lupa. Tibalah kami di Pelabuhan Merak.
Suasana di Pelabuhan Merak cukup kondusif. Kaga ada antrian yang berarti. Bahkan begitu sampai, gue bisa langsung membeli karcis tanpa mengantri terlebih dahulu. Berbeda dengan mudik lebaran tahun sebelumnya. Hingga 3 jam gue ngantri beli karcis, itu belum ngantri masuk kapalnya. Tapi kali ini woles.
Tidak adanya antrian berarti, mungkin dikarenakan perbedaan awal libur lebaran dibanyak perusahaan. Kebetulan diperusahaan ditempat gue bekerja libur duluan.
Sekitar pukul 2 pagi, gue udah berada didalem kapal. Yang namanya di dalem kapal, pasti aja ada kelakuan penumpang yang mengundang perhatian. Mulai dari cewek-cewek cantik hingga para mama muda yang dengan seenaknya me-nenen-in anaknya dimuka umum. Hal ini tentunya memancing lelaki untuk memandang kearah nenennya. #ehh
Sekitar pukul lima, kapal mulai bersandar di Pelabuhan Bakauheuni. Jam setengah enam, kami udah keluar dari kapal. Kamipun bergegas meninggalkan Pelabuhan. Kami melalui jalur Lintas Timur. Karena masih gelap, dan gue hanya berdua sama temen doang. Akhirnya kami putuskan berhenti sejenak di Indomerit sambil nunggu orang yang bisa diajak bareng. Tak lama, ada rombongan yang melintas. Kamipun mengikuti dibelakang.
Namun alangkah apesnya, saat baru berjalan kurang lebih 1 km, hujan mendadak mulai turun. Namun kami putuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Namun disaat hujan mulai deras, kami akan berhenti sejenak menanti hujan reda. Kurang lebih 3 kali kami harus berhenti dikarenakan hujan deras. Hingga akhirnya, kurang lebih setelah menempuh perjalanan lebih dari 2 jam. Kamipun sampai dikampung halaman. Owhh,.. Bahagia sekali rasanya bisa berkumpul bersama keluarga. Semua rasa letih setelah menempuh perjalanan seakan hilang setelah melihat senyum keluarga. Setelah ngobrol ngalur-ngidul, akhirnya gue terlelap.
Ini cerita mudik gue. Mana cerita lu?!
Mungkin bagi sebagian orang, Lampung Timur adalah jalur neraka. Terlebih lagi jika melewati jalur Lintas Timur. Karena bukan rahasia lagi. Disanalah kawasan begal bermukim.
Eits,.. Tapi jangan skeptis dulu gaes. Di Lampung Timur juga terdapat tempat wisata, yaitu Way Kambas. Tempat penangkaran Gajah. Jadi kalo kalian belum pernah lihat gajah secara langsung, dan ingin lihat, silahkan mampir kerumah gue. Dari rumah gue ke Way Kambas kurang lebih 1 jam.
Dan perjalanan sesungguhnya dimulai. Ini merupakan mudik ke 3 gue menggunakan motor. Dulu gue lebih suka mudik naik bis. Selain kaga capek, bisa tidur juga. Dan yang jelas, dulu gue kaga punya motor. Masak mau mudik pake motor. Ia kalo aman, kalo ketangkep, bisa babak belur gue.
Jam dindingpun tertawa, karena ku hanya diam, dan membisu. Eh! Koq malah nyanyi sih. Maklum, abis dapet kabar bakalan ada lomba nyanyi dikampung. Jadi semangat buat ikut berpartisipasi. Lomba nyanyi marawis.
Jam menunjukkan pukul 00:00. Perjalanan sesungguhnya akan dimulai.
Menempuh perjalan cukup panjang. Dari kawasan Tangerang menuju Pelabuhan Merak. Dan dilanjutkan dari Pelabuhan Bakauheuni menuju kampung halaman. Memasuki wilayah Cilegon, kami berhenti sejenak. Untuk melepas sebatang rokok, sebelum melanjutkan perjalanan. Dan entah pukul berapa, gue lupa. Tibalah kami di Pelabuhan Merak.
Suasana di Pelabuhan Merak cukup kondusif. Kaga ada antrian yang berarti. Bahkan begitu sampai, gue bisa langsung membeli karcis tanpa mengantri terlebih dahulu. Berbeda dengan mudik lebaran tahun sebelumnya. Hingga 3 jam gue ngantri beli karcis, itu belum ngantri masuk kapalnya. Tapi kali ini woles.
Tidak adanya antrian berarti, mungkin dikarenakan perbedaan awal libur lebaran dibanyak perusahaan. Kebetulan diperusahaan ditempat gue bekerja libur duluan.
Sekitar pukul 2 pagi, gue udah berada didalem kapal. Yang namanya di dalem kapal, pasti aja ada kelakuan penumpang yang mengundang perhatian. Mulai dari cewek-cewek cantik hingga para mama muda yang dengan seenaknya me-nenen-in anaknya dimuka umum. Hal ini tentunya memancing lelaki untuk memandang kearah nenennya. #ehh
Sekitar pukul lima, kapal mulai bersandar di Pelabuhan Bakauheuni. Jam setengah enam, kami udah keluar dari kapal. Kamipun bergegas meninggalkan Pelabuhan. Kami melalui jalur Lintas Timur. Karena masih gelap, dan gue hanya berdua sama temen doang. Akhirnya kami putuskan berhenti sejenak di Indomerit sambil nunggu orang yang bisa diajak bareng. Tak lama, ada rombongan yang melintas. Kamipun mengikuti dibelakang.
Namun alangkah apesnya, saat baru berjalan kurang lebih 1 km, hujan mendadak mulai turun. Namun kami putuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Namun disaat hujan mulai deras, kami akan berhenti sejenak menanti hujan reda. Kurang lebih 3 kali kami harus berhenti dikarenakan hujan deras. Hingga akhirnya, kurang lebih setelah menempuh perjalanan lebih dari 2 jam. Kamipun sampai dikampung halaman. Owhh,.. Bahagia sekali rasanya bisa berkumpul bersama keluarga. Semua rasa letih setelah menempuh perjalanan seakan hilang setelah melihat senyum keluarga. Setelah ngobrol ngalur-ngidul, akhirnya gue terlelap.
Ini cerita mudik gue. Mana cerita lu?!
I'm single! I'm happy!
Kalo ada yang bilang gitu dideket lu. Tarik aja kupingnya sambil teriak, "TAEK!! TIAP MALEM MINGGU, LU MOJOK DIKOLONG MEJA NGAPAIN?! MIJITIN KAKI SEMUT?!!"
Biasanya, orang mengatakan demikian sebagai penghibur hatinya yang lara. Atau bisa juga, hanya sebagai pencitraan. Karena sejujurnya, kaga ada orang yang statusnya single selalu bahagia. Tapi juga bukannya selalu kaga bahagia. Tapi kebanyakan, disaat mengucapkan kata tersebut, biasanya si pengucap dalam keadaan tertekan. Contohnya aja gue, disaat gue di cengin temen-temen gue soal pasangan, dan saat gue kaga bisa ngeles lagi, jawaban pamungkas gue adalah "i'm single, i'm happy". Hal itu hanya untuk menunjukkan bahwa gue bahagia walaupun sendiri. Tapi kenyataannya, gue mengucapkan tersebut ketika tersudut. Namun, disaat gue bener-bener ngerasa bahagia dengan kesendirian gue. Justru gue kaga pernah bilang " i'm single, i'm happy".
Kata-kata tersebut, biasanya banyak diucapkan oleh orang-orang yang belum lama jadi jomblo. Alias masih jomblo labil. Karena mereka belum merasakan gimana rasanya setiap malem minggu hanya seorang diri. Kalo masih satu atau dua malem minggu aja sih, oke, mungkin masih bisa woles. Tapi kalo udah setiap malem minggu hanya mengurung diri didalam kamar, apa masih bisa woles? Mungkin bakalan nangis dikolong meja.
Jadi pada dasarnya, bohong, apabila ada yang berkata demikian. Mungkin ayu tingtong menyanyikan lagu tersebut pun hanya untuk menutupi kegagalannya dalam berumah tangga. Jadi kaga ada orang yang sendiri selalu bahagia. Tapi gue sih woles. Biarpun sendiri, gue tetep bisa bahagia. I'm single, i'm happy lah.
#ehh
Biasanya, orang mengatakan demikian sebagai penghibur hatinya yang lara. Atau bisa juga, hanya sebagai pencitraan. Karena sejujurnya, kaga ada orang yang statusnya single selalu bahagia. Tapi juga bukannya selalu kaga bahagia. Tapi kebanyakan, disaat mengucapkan kata tersebut, biasanya si pengucap dalam keadaan tertekan. Contohnya aja gue, disaat gue di cengin temen-temen gue soal pasangan, dan saat gue kaga bisa ngeles lagi, jawaban pamungkas gue adalah "i'm single, i'm happy". Hal itu hanya untuk menunjukkan bahwa gue bahagia walaupun sendiri. Tapi kenyataannya, gue mengucapkan tersebut ketika tersudut. Namun, disaat gue bener-bener ngerasa bahagia dengan kesendirian gue. Justru gue kaga pernah bilang " i'm single, i'm happy".
Kata-kata tersebut, biasanya banyak diucapkan oleh orang-orang yang belum lama jadi jomblo. Alias masih jomblo labil. Karena mereka belum merasakan gimana rasanya setiap malem minggu hanya seorang diri. Kalo masih satu atau dua malem minggu aja sih, oke, mungkin masih bisa woles. Tapi kalo udah setiap malem minggu hanya mengurung diri didalam kamar, apa masih bisa woles? Mungkin bakalan nangis dikolong meja.
Jadi pada dasarnya, bohong, apabila ada yang berkata demikian. Mungkin ayu tingtong menyanyikan lagu tersebut pun hanya untuk menutupi kegagalannya dalam berumah tangga. Jadi kaga ada orang yang sendiri selalu bahagia. Tapi gue sih woles. Biarpun sendiri, gue tetep bisa bahagia. I'm single, i'm happy lah.
#ehh
Selasa, 04 Agustus 2015
Cewek
Saat gue mendengar kata tersebut. Yang terlintas dibenak gue adalah makhluk ciptaan Tuhan yang nyaris kaga pernah salah. Apalagi kalo lagi PMS. Jangan sampe deh, bilang do'i salah. Bisa-bisa dikirim ke planet namet bareng dijah kuning, lu!
Cewek itu emang aneh. Kalo lagi ngambek, biasanya cuma diem. Pas ditanya, "kamu kenapa?". Pasti dijawab, " Gak, gakpapa koq." Tapi lok kita jawab, "owh, yaudah." Pasti dia bakalan marah, dan bilang; "Dasar! Punya cowok gak peka!"
Selalu aja gitu sampe personil jekate patlapan tinggal tiga orang.
Cewek tuh emang selalu ngebingungin. Setiap hari Kartini, mereka gencar menyuarakan emansipasi wanita. Tapi, disaat disuruh emaknya kesawah, mereka bakalan bilang; "Akukan cewek. Masa disuruh kesawah. Itukan kerjaan cowok." Nah, terus apa faedahnya menyuarakan emansipasi wanita. Apakah cewek bukan termasuk wanita?
Emang dah, kaga bakalan ada habisnya kalo udah ngomongin tentang cewek. Dan selalu akan ada hal baru diruang lingkup mereka. Mulai dari mode dan fashion. Bahkan hingga bahasa planet ala mereka. Dan sekarang nih, yang gue tau. Cewek sekarang lagi demen-demennya menggunakan brand terkenal. Bahkan hingga alispun mereka menggunakan brand terkenal. Iya! Bener! Mereka menggunakan brand asal Amrik untuk alis mereka. "Nike". Alias tanda betul yang dipasang terbalik di alis mereka. Dan mungkin, disaat terjadi gempa. Para cewek bakalan bikin alis dahulu sebelum lari keluar rumah. Sungguh, bangga sama cewek. Hidup, cewek!
Cewek itu emang penuh dengan teka-teki. Mungkin karena hal inilah, makanya sampul tts selalu bergambar cewek. Dan yang gue kaga habis pikir tentang cewek. Dia tuh selalu anggep kepala gue ini jamban. Nongkrong aja terus di otak gue. Untuk yang terakhir sih bukan untuk cewek pada umumnya. Tapi itu cuma buat kamu. Iya,.. Kamu,..! Yang setiap pagi sarapan bubur pake sumpit.
Cewek itu emang aneh. Kalo lagi ngambek, biasanya cuma diem. Pas ditanya, "kamu kenapa?". Pasti dijawab, " Gak, gakpapa koq." Tapi lok kita jawab, "owh, yaudah." Pasti dia bakalan marah, dan bilang; "Dasar! Punya cowok gak peka!"
Selalu aja gitu sampe personil jekate patlapan tinggal tiga orang.
Cewek tuh emang selalu ngebingungin. Setiap hari Kartini, mereka gencar menyuarakan emansipasi wanita. Tapi, disaat disuruh emaknya kesawah, mereka bakalan bilang; "Akukan cewek. Masa disuruh kesawah. Itukan kerjaan cowok." Nah, terus apa faedahnya menyuarakan emansipasi wanita. Apakah cewek bukan termasuk wanita?
Emang dah, kaga bakalan ada habisnya kalo udah ngomongin tentang cewek. Dan selalu akan ada hal baru diruang lingkup mereka. Mulai dari mode dan fashion. Bahkan hingga bahasa planet ala mereka. Dan sekarang nih, yang gue tau. Cewek sekarang lagi demen-demennya menggunakan brand terkenal. Bahkan hingga alispun mereka menggunakan brand terkenal. Iya! Bener! Mereka menggunakan brand asal Amrik untuk alis mereka. "Nike". Alias tanda betul yang dipasang terbalik di alis mereka. Dan mungkin, disaat terjadi gempa. Para cewek bakalan bikin alis dahulu sebelum lari keluar rumah. Sungguh, bangga sama cewek. Hidup, cewek!
Cewek itu emang penuh dengan teka-teki. Mungkin karena hal inilah, makanya sampul tts selalu bergambar cewek. Dan yang gue kaga habis pikir tentang cewek. Dia tuh selalu anggep kepala gue ini jamban. Nongkrong aja terus di otak gue. Untuk yang terakhir sih bukan untuk cewek pada umumnya. Tapi itu cuma buat kamu. Iya,.. Kamu,..! Yang setiap pagi sarapan bubur pake sumpit.
Senin, 03 Agustus 2015
Sedikit Tentang Gue
Nama gue ienor. Mungkin gue orang paling bau di muka bumi. Karena gue kaga pernah pake Axe. Karena apabila menggunakan itu, nama gue bakalan berubah, jadi ie,..noraxe.
Kehidupan gue sama dengan yang lainnya. Memulai hari dengan bangun kesiangan. Dan setiap emak gue bilang, "bangun, udah siang. Entar rezekinya dipatok ayam". Gue selalu jawab, " santai za mah. Ayamnya udah aku bakar tadi malem."
Selain bangun kesiangan, kegiatan gue sama dengan lu semua. Makan, minum, boker, tidur, dan yang terjadi setiap hari perasaan galau. Iya, galau! Lantaran emak gue udah kebelet banget ingin gendong cucu. Padahal pacar aja kaga gablek. "Tapi tenang aja mah. Besok kalo mamah udah kaga tahan pengen gendong cucu, ntar gue download-in. Yang penting selama kuota cukup."
Mungkin yang membedakan gue dengan lu pade terletak disaat proses kelahiran. Jika kelahiran lu dirumah sakit dengan Dokter spesialis kandungan yang menangani. Sedangkan gue, lahir ditangan dukun. Dan saat kepala gue mulai nongol, ketika itu gue langsung julurin lidah gue kearah dukun. Setelah itu, gue masuk lagi. Gitu aja terus sampe dijah yellow nikah sama justin bleber.
Dan setelah gue lahir dengan ancaman parang ditangan dukun. Gue kaga nangis. Tapi langsung ngencingin tuh muka dukun. Dan setelah kejadian tersebut, tuh dukun selalu kesurupan tiap malam.
Setelah lahir, kalian pasti ditempatkan diruang inkubator. Tapi gue, diletakkan diatas tampah. Kalian tau tampah? Itu tempat untuk membersihkan beras. Bentuknya bulet dan terbuat dari anyaman bambu. Sungguh miris, bukan?
Tapi, sekalipun gue lahir ditangan seorang dukun. Gue tetap punya otak yang cemerlang kalian tau prestasi terbaik gue? Menerbangkan layang-layang dikala hujan. Mungkin kalian bingung, gimana bisa nerbangin layangan dikala hujan? Tapi buat gue itu bukan masalah. Gue hanya perlu manjat pohon setinggi-tingginya, trus gue letakkin tuh layangan disana. Abis itu gue tarun dan memegang benang dari bawah. Seolah sedang memainkan layangan. Cerdas, bukan?
Dan gue menghabiskan waktu kecil sama dengan kalian. Selalu riang gembira. Masalah terberat gue ketika kecil hanya Pr
IPA. Karena gurunya galak. Namanya pak narto. Tapi sekarang beliau sudah menghadap yang kuasa. Semoga Bapak tenang disisiNya. Amin.
Waktu kecil, gue demen banget mandi ledeng (kali). Mandi dengan bugil dan tanpa rasa malu. Tapi jika mandi bareng cewek, gue kaga pernah bugil. Selalu pake celana. Soalnya malu. Tapi sekarang, lok berdua dengan cewek, pengennya selalu bugil. #ehh
Diwaktu kecil, mungkin gue satu-satunya anak yang tidak memiliki cita-cita. Jika temen gue banyak yang bercita-cita menjadi dokter, polisi, satria baja hitam, ultraman, power rangers, bahkan ada yang bercita-cita menjadi Maria Seleste, padahal dia cowok. Mungkin dia korban telenovela.
Dulu, waktu kecil, gue selalu bingung jika ditanya tentang cita-cita. Saat liat tukang becak lagi ngitungin duit. Gue bercita-cita menjadi tukang becak. Saat tukang ojek ngitung duit pendapatan mereka, gue jadi ingin menjadi tukang ojek. Jadi cita-cita gue itu kaga jelas. Sama dengan hubungan aku dengan kamu. Kaga jelas!
Namun setelah gue Sma, akhirnya gue punya cita-cita. Ingin jadi Dokter. Tapi sayang sungguh sayang, otak gue terlalu jongkok untuk menuju kesana. Akhirnya, gue putusin untuk menjadi seorang akuntan. Tapi lagi-lagi, masalah IQ yang jadi penghalang. Akhirnya, jadilah gue yang sekarang. Kuli gudang. Sungguh miris!
Tapi, sekalipun gue lahir ditangan dukun, gue kaga mau pernikahan gue berakhir ditangan Hansip.
Kehidupan gue sama dengan yang lainnya. Memulai hari dengan bangun kesiangan. Dan setiap emak gue bilang, "bangun, udah siang. Entar rezekinya dipatok ayam". Gue selalu jawab, " santai za mah. Ayamnya udah aku bakar tadi malem."
Selain bangun kesiangan, kegiatan gue sama dengan lu semua. Makan, minum, boker, tidur, dan yang terjadi setiap hari perasaan galau. Iya, galau! Lantaran emak gue udah kebelet banget ingin gendong cucu. Padahal pacar aja kaga gablek. "Tapi tenang aja mah. Besok kalo mamah udah kaga tahan pengen gendong cucu, ntar gue download-in. Yang penting selama kuota cukup."
Mungkin yang membedakan gue dengan lu pade terletak disaat proses kelahiran. Jika kelahiran lu dirumah sakit dengan Dokter spesialis kandungan yang menangani. Sedangkan gue, lahir ditangan dukun. Dan saat kepala gue mulai nongol, ketika itu gue langsung julurin lidah gue kearah dukun. Setelah itu, gue masuk lagi. Gitu aja terus sampe dijah yellow nikah sama justin bleber.
Dan setelah gue lahir dengan ancaman parang ditangan dukun. Gue kaga nangis. Tapi langsung ngencingin tuh muka dukun. Dan setelah kejadian tersebut, tuh dukun selalu kesurupan tiap malam.
Setelah lahir, kalian pasti ditempatkan diruang inkubator. Tapi gue, diletakkan diatas tampah. Kalian tau tampah? Itu tempat untuk membersihkan beras. Bentuknya bulet dan terbuat dari anyaman bambu. Sungguh miris, bukan?
Tapi, sekalipun gue lahir ditangan seorang dukun. Gue tetap punya otak yang cemerlang kalian tau prestasi terbaik gue? Menerbangkan layang-layang dikala hujan. Mungkin kalian bingung, gimana bisa nerbangin layangan dikala hujan? Tapi buat gue itu bukan masalah. Gue hanya perlu manjat pohon setinggi-tingginya, trus gue letakkin tuh layangan disana. Abis itu gue tarun dan memegang benang dari bawah. Seolah sedang memainkan layangan. Cerdas, bukan?
Dan gue menghabiskan waktu kecil sama dengan kalian. Selalu riang gembira. Masalah terberat gue ketika kecil hanya Pr
IPA. Karena gurunya galak. Namanya pak narto. Tapi sekarang beliau sudah menghadap yang kuasa. Semoga Bapak tenang disisiNya. Amin.
Waktu kecil, gue demen banget mandi ledeng (kali). Mandi dengan bugil dan tanpa rasa malu. Tapi jika mandi bareng cewek, gue kaga pernah bugil. Selalu pake celana. Soalnya malu. Tapi sekarang, lok berdua dengan cewek, pengennya selalu bugil. #ehh
Diwaktu kecil, mungkin gue satu-satunya anak yang tidak memiliki cita-cita. Jika temen gue banyak yang bercita-cita menjadi dokter, polisi, satria baja hitam, ultraman, power rangers, bahkan ada yang bercita-cita menjadi Maria Seleste, padahal dia cowok. Mungkin dia korban telenovela.
Dulu, waktu kecil, gue selalu bingung jika ditanya tentang cita-cita. Saat liat tukang becak lagi ngitungin duit. Gue bercita-cita menjadi tukang becak. Saat tukang ojek ngitung duit pendapatan mereka, gue jadi ingin menjadi tukang ojek. Jadi cita-cita gue itu kaga jelas. Sama dengan hubungan aku dengan kamu. Kaga jelas!
Namun setelah gue Sma, akhirnya gue punya cita-cita. Ingin jadi Dokter. Tapi sayang sungguh sayang, otak gue terlalu jongkok untuk menuju kesana. Akhirnya, gue putusin untuk menjadi seorang akuntan. Tapi lagi-lagi, masalah IQ yang jadi penghalang. Akhirnya, jadilah gue yang sekarang. Kuli gudang. Sungguh miris!
Tapi, sekalipun gue lahir ditangan dukun, gue kaga mau pernikahan gue berakhir ditangan Hansip.
Rabu, 29 Juli 2015
Lebaran
Lebaran selalu identik dengan makanan enak, libur panjang, dan yang paling ditunggu adalah THR. Idhul Fitri memiliki makna sebagai hari kemenangan bagi umat muslim. Karena sebelumnya telah lulus audisi menahan nafsu selama 1 bulan. Tapi itu bagi yang puasa. Kalo puasa lu cuma awal sama akhir doang, itu tandanya kalian kaga punya lebaran.
Oke! Sebelum masuk ke topic bahasan. Sebelumnya gue mau ngucapin selamat hari raya idhul fitri. Taqoballu minna wa minkum. Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin. Gue atas nama pribadi memohon maaf, apabila ada tulisan-tulisan gue yang tanpa sengaja menyinggung. Gue juga memohon maaf, spesial buat dijah yellow. Karena ditulisan gue banyak banget nyinyir dia.
Biasanya, lebaran kaga bisa lepas dari yang namanya ketupat dan opor ayam. Makanya, ada sebagian orang yang mengartikan lebaran sebagai lebar-an. Karena setiap abis lebaran, badanpun ikut melebar. Tapi sayangnya, hal itu kaga berlaku buat gue. Sebanyak apapun gue makan, tapi masih aja tetep kurus. Bahkan gue sampe rela beli obatkuat penggemuk badan. Tapi hasilnya tetep nihil. Gue juga udah pernah coba mengkonsumsi susu yang katanya bisa bikin gemuk. Tapi yang ada gue malah mencret. Oke! Mungkin itu karena perut gue yang kampungan.
Lebaran juga tak bisa lepas dengan yang namanya kumpul bareng keluarga dan saling bermaaf-maafan. Nah, kalo yang namanya udah kumpul keluarga, gue paling males ditanyain "kapan kawin?". Mungkin kalian yang jomblo pun merasa demikian. Tapi untungnya, emak gue sekarang udah kaga pernah tanya lagi. Mungkin beliau udah bosan. Jadi sekarang setiap kali gue mudik, beliau cuma ngomong, " kak, budhe "A" udah punya cucu loh". Palingan gue jawab, "mamah mau? Ntar deh, saya download-in di gugel". Dan seketika itu juga, gagang sapu mendarat dengan begitu anggunnya dikepala gue.
THR. Ini juga kaga lepas dengan yang namanya lebaran. Berhubung gue udah tua, jadi gue sekarang kaga lagi dapet THR dari keluarga. Tapi masih untung pabrik masih baik sama gue, mau kasih THR buat gue. Makasih bos, buat THR nya. Mudah-mudahan usaha bos terus berkembang.
Karena gue udah punya penghasilan, maka sekarang giliran gue yang bagi-bagi THR. Adik dan keponakan pada seneng banget pas gue kasih ampao bergambar transformer dan barbie. Tapi begitu dibuka pada nangis. Karena isinya cuma dua lembar secengan.
Lebaran juga selalu jadi ajang perjodohan. Entah itu antar teman, tetangga, ataupun keluarga.
" ienor koq belom nikah-nikah. Inget loh, udah 28 tahun. Emang mau jadi perjaka abadi. Itu saudaranya om kamu ada yang cantik. Udah PNS lagi." begitu kata tante gue.
"Ienor udah nikah?"
"Belom, budhe."
"Mau dikenalin gak, sama ponakan budhe. Cantik koq. Baru pulang dari luar negeri." Begitu kata tetangga gue.
"Eh, cuy. Gue kenalin cewek mau kaga. Pokoknya masuklah. Cantik. Dia guru."
"Kenapa kaga lu pacarin sendiri aja cuy. Lu juga jomblo!"
Buat gue kaga perlu kriteria khusus seperti itu. Gue jomblo selama ini bukan karena selera gue tinggi. Tapi lantaran kaga ada cewek yang mau sama gue. Jadi cantik dan lainnya itu urusan belakang. Yang penting tuh cewek mau sama gue. Ada satu cewek yang mau sama gue aja, gue udah bersyukur banget. Apalagi tuh cewek tinggi, hidung mancung, alis tebal (tapi bukan alis shincan), berjilbab, sholehah, tidak sombong, dan rajin menabung. #ehh
Itulah lebaran. Hari dimana kita kembali fitri. Namun dompetpun, ikutan-ikutan fitri. Tapi lebaran tetap selalu dinanti. Mohon maaf lahir dan bathin.
Oke! Sebelum masuk ke topic bahasan. Sebelumnya gue mau ngucapin selamat hari raya idhul fitri. Taqoballu minna wa minkum. Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin. Gue atas nama pribadi memohon maaf, apabila ada tulisan-tulisan gue yang tanpa sengaja menyinggung. Gue juga memohon maaf, spesial buat dijah yellow. Karena ditulisan gue banyak banget nyinyir dia.
Biasanya, lebaran kaga bisa lepas dari yang namanya ketupat dan opor ayam. Makanya, ada sebagian orang yang mengartikan lebaran sebagai lebar-an. Karena setiap abis lebaran, badanpun ikut melebar. Tapi sayangnya, hal itu kaga berlaku buat gue. Sebanyak apapun gue makan, tapi masih aja tetep kurus. Bahkan gue sampe rela beli obat
Lebaran juga tak bisa lepas dengan yang namanya kumpul bareng keluarga dan saling bermaaf-maafan. Nah, kalo yang namanya udah kumpul keluarga, gue paling males ditanyain "kapan kawin?". Mungkin kalian yang jomblo pun merasa demikian. Tapi untungnya, emak gue sekarang udah kaga pernah tanya lagi. Mungkin beliau udah bosan. Jadi sekarang setiap kali gue mudik, beliau cuma ngomong, " kak, budhe "A" udah punya cucu loh". Palingan gue jawab, "mamah mau? Ntar deh, saya download-in di gugel". Dan seketika itu juga, gagang sapu mendarat dengan begitu anggunnya dikepala gue.
THR. Ini juga kaga lepas dengan yang namanya lebaran. Berhubung gue udah tua, jadi gue sekarang kaga lagi dapet THR dari keluarga. Tapi masih untung pabrik masih baik sama gue, mau kasih THR buat gue. Makasih bos, buat THR nya. Mudah-mudahan usaha bos terus berkembang.
Karena gue udah punya penghasilan, maka sekarang giliran gue yang bagi-bagi THR. Adik dan keponakan pada seneng banget pas gue kasih ampao bergambar transformer dan barbie. Tapi begitu dibuka pada nangis. Karena isinya cuma dua lembar secengan.
Lebaran juga selalu jadi ajang perjodohan. Entah itu antar teman, tetangga, ataupun keluarga.
" ienor koq belom nikah-nikah. Inget loh, udah 28 tahun. Emang mau jadi perjaka abadi. Itu saudaranya om kamu ada yang cantik. Udah PNS lagi." begitu kata tante gue.
"Ienor udah nikah?"
"Belom, budhe."
"Mau dikenalin gak, sama ponakan budhe. Cantik koq. Baru pulang dari luar negeri." Begitu kata tetangga gue.
"Eh, cuy. Gue kenalin cewek mau kaga. Pokoknya masuklah. Cantik. Dia guru."
"Kenapa kaga lu pacarin sendiri aja cuy. Lu juga jomblo!"
Buat gue kaga perlu kriteria khusus seperti itu. Gue jomblo selama ini bukan karena selera gue tinggi. Tapi lantaran kaga ada cewek yang mau sama gue. Jadi cantik dan lainnya itu urusan belakang. Yang penting tuh cewek mau sama gue. Ada satu cewek yang mau sama gue aja, gue udah bersyukur banget. Apalagi tuh cewek tinggi, hidung mancung, alis tebal (tapi bukan alis shincan), berjilbab, sholehah, tidak sombong, dan rajin menabung. #ehh
Itulah lebaran. Hari dimana kita kembali fitri. Namun dompetpun, ikutan-ikutan fitri. Tapi lebaran tetap selalu dinanti. Mohon maaf lahir dan bathin.
Rabu, 22 Juli 2015
Senja Di Ujung Desa
Angin berhembus membelai ranting-ranting dan dedaunan. Kicauan burung bernyanyi riang. Riak air sungai bergemericik menabrak bebatuan. Semua itu menghasilkan simfoni alam.
Nyaman. Yang selalu terasa setiap kali pulang. Bertemu teman-teman. Bermain dan tertawa riang. Meskipun jauh dari kemewahan. Namun tak akan membuatku lupa akan kampung halaman. Meskipun gue lupa, kampung gue berada dihalaman berapa?
Sambil menikmati hari. Kumelihat anak-anak berlari-lari. Tanpa baju dan alas kaki. Dan terlintas dibenakku, puluhan tahun lalu. Saat aku seusia mereka. Bermain kejar-kejaran. Hingga kaki terasa lelah. Namun selelah apapun, tak pernah membuatku mengeluh.
Emang beda ya. Semakin dewasa, manusia justru semakin sering mengeluh.
Hamparan sawah luas membentang. Bergariskan birunya langit dan putih awan. Batang padi seolah melambai-lambai genit saat dihembus mesra sang angin. Sungguh menyejukkan mata. Siapa saja yang melihatnya.
Disinilah. Ditempat ini. Disebuah desa kecil, yang jauh dari hingar-bingar kota. Aku lahir dan dibesarkan. Meski sering mati listrik. Jaringan internet super lemot. Tapi tetap saja selalu berhasil membuatku rindu.
Disanalah keluargaku, sahabat-sahabatku, dan pacar-pacarku berada.
Oke. Untuk yang terakhir hanyalah khayalan. Jadi coret aja.Pacar-pacarku.
Hembusan angin membelai mesra rambutku. Lebih mesra dari belaian mantan. #ehh
Menyibakkan rambutku. Dan menerbangkanketombe-ketombe dari kepalaku dan berjatuhan bagaikan butiran salju apa saja yang dilewatinya.
Semakin mendekati senja. Angin mulai melambat. Dedaunan tak lagi bergoyang. Burung-burung perlahan berhenti berkicau. Kambing, sapi, kebo dan ayampun mulai kembali ke kandang.Namun cabe-cabean malah keluar kandang. Dan akhirnya, langkahku membawaku pulang.
Quote : Bahagia itu sederhana. Maka dari itu, jika kalian ingin bahagia. Makanlah selalu dirumah makan "sederhana".
Nyaman. Yang selalu terasa setiap kali pulang. Bertemu teman-teman. Bermain dan tertawa riang. Meskipun jauh dari kemewahan. Namun tak akan membuatku lupa akan kampung halaman. Meskipun gue lupa, kampung gue berada dihalaman berapa?
Sambil menikmati hari. Kumelihat anak-anak berlari-lari. Tanpa baju dan alas kaki. Dan terlintas dibenakku, puluhan tahun lalu. Saat aku seusia mereka. Bermain kejar-kejaran. Hingga kaki terasa lelah. Namun selelah apapun, tak pernah membuatku mengeluh.
Emang beda ya. Semakin dewasa, manusia justru semakin sering mengeluh.
Hamparan sawah luas membentang. Bergariskan birunya langit dan putih awan. Batang padi seolah melambai-lambai genit saat dihembus mesra sang angin. Sungguh menyejukkan mata. Siapa saja yang melihatnya.
Disinilah. Ditempat ini. Disebuah desa kecil, yang jauh dari hingar-bingar kota. Aku lahir dan dibesarkan. Meski sering mati listrik. Jaringan internet super lemot. Tapi tetap saja selalu berhasil membuatku rindu.
Disanalah keluargaku, sahabat-sahabatku, dan pacar-pacarku berada.
Oke. Untuk yang terakhir hanyalah khayalan. Jadi coret aja.
Menyibakkan rambutku. Dan menerbangkan
Semakin mendekati senja. Angin mulai melambat. Dedaunan tak lagi bergoyang. Burung-burung perlahan berhenti berkicau. Kambing, sapi, kebo dan ayampun mulai kembali ke kandang.
Quote : Bahagia itu sederhana. Maka dari itu, jika kalian ingin bahagia. Makanlah selalu dirumah makan "sederhana".
Senin, 13 Juli 2015
Atm oh Atm
Gue mau cerita tentang kejadian konyol yang gue alami minggu lalu. Bermula ketika ibu kost menagih uang sewa kost. Dan gue pun langsung cek saldo gue melalui M-Banking, berharap uang lembur udah ditransfer. Dan ternyata,....
Memang udah masuk.
Setelah mengetahui bahwa uang lembur udah masuk, buru-buru deh gue ke Atm buat narik saldo. Dan gue memilih ambil di Atm Indomampet, karena deket. Sehingga kaga bikin gue sampe kebelet. Apalagi kalo sampe badan gue jadi buntet.
Namun ternyata, antriannya bejibun. Karena emang kebetulan pas tanggal-tanggal buruh gajian.
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya tinggal 1 orang di depan gue. Tapi gue kaga tau, kesalahan apa yang telah gue perbuat hari ini. Ternyata gue berdiri dibelakang rentenir dengan segepok kartu ATM ditangan. Oh,.. Shit!! Gue mau cabut cari mesin atm lain, tapi udah antri dari tadi. Mau tetap berdiri dibelakang rentenirpun takut kaga kebagian duit. Kan apes banget. Udah berdiri lama, tapi begitu mau transaksi saldo abis.
Dan akhirnya, kartu atm terakhir telah dimasukkan ke mesin atm oleh rentenir. Dan ini merupakan atm yang ke 27. Bujuh buneng! Orang Indonesia suka banget yak, utang sama rentenir.
Akhirnya, sang rentenir telah selesai ngegarong duit dimesin atm. Dan tibalah giliran gue. Dengan harap-harap cemas dan perasaan was-was, berharap masih tersisa sedikit rezeki untukku didalam sana. Sungguh, ini apes luar biasa. Gaji gue kaga seberapa, tapi harus ngantri begitu lama.
Akhirnya, perasaan gue lega juga. Begitu melihat uang keluar dari mesin. Rasanya itu,.. Seperti lu udah kaga tahan mau pup, dan akhirnya keluar juga. Tapi tunggu dulu! Sepertinya ada yang kurang? Tapi apa ya? What the,..!!! Kartu atm gue kaga keluar. Alias ketelen. Mana antrian dibelakang masih panjang lagi. Akhirnya gue bilang ke orang dibelakang gue, "maaf mas, tunggu sebentar ya. Kartu atm gue ketelen."
Setelah menunggu sekitar 15 menit, dan ternyata kartu gue kaga nongol juga. Akhirnya gue putusinaja tuh kartu atm. Jomblo-jomblo dah untuk meninggalkan kartu atm gue seorang diri disana.
Namun gue kaga begitu saja berlalu. Gue masih berdiri disitu, berharap penuh haru. Dan tanpa terasa, air mata meleleh bersama ingus secara bersamaan. #ehh
Karena gue udah pastiin kaga bakalan nongol lagi tuh kartu atm kesayangan gue. Akhirnya gue putusin untuk pulang dan menelepon nomer customer service.
Berhubung hari ini gue kerja shift panjang. Yaitu masuk jam 7 malem dan pulang jam 7 pagi. Gue sempetin mampir ke indomampet sembari berangkat kerja dengan maksud menanyakan kartu atm gue. Tapi ternyata hasilnya nihil.
Dan paginya, sepulang bekerja. Dengan kantung mata yang tak ubahnya seperti disengat tawon karena belum tidur semalaman. Tanpa mandi apalagi gosok gigi, cuma muka aja sedikit dicuci. Gue langsung cabut ke kantor cabang dimana kartu atm gue dibikin.
Sampe dikantor cabang, antrian udah sedikit ramai. Tapi kantor sepertinya belum buka. Dan setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya gue dapet nomer antrian, yaitu ke 4. Dan setelah kurang lebih selama 2 jam, akhirnya kartu atm baru gue jadi. Dan dapet edisi Gold.
Namun alangkah terkejutnya gue. Ketika akan memasukkan kartu atm gue ke dompet, ternyata kartu atm lama gue pun terselip disana. Gue sempet bingung. Jangan-jangan, ni kartu atm ada penunggunya. Dan seketika itu bulu ketek gue berdiri. Dan setelah gue ingat-ingat, ternyata gue melakukan transaksi langsung dari nominal yang tertera dilayar. Bukan dari penarikan saldo. Dan jika transaksi dilakukan langsung dari nominal yang tertera dilayar, maka kartu atm dahulu yang keluar, baru setelah itu uangnya. Dan setelah gue inget, waktu itu gue langsung memasukkan kartu atm gue ke dalam dompet, baru setelah itu gue ambil duit yang udah keluar beberapa saat sebelumnya.
Jam 10 gue sampe di kost dengan perasaan kesel. Udah belum tidur. Ditambah jadwal kerja hari ini masuk jam 3 sore. Jadilah hari ini perasaan gue udah kayak cewek yang lagi pms. Bahkan begitu ada nyamuk yang nempel ditangan gue, langsung gue keplak sekuat tenaga. Alhasil tangan gue sendirilah yang sakit.
Nah, itulah kejadian konyol yang gue alami. Dan begitu gue cerita ke temen-temen, mereka semua kompak bilang, "dasar aneh!"
Tapi satu pertanyaan sampe saat ini yang belum terjawab. Dimanakah kartu atm gue setiap kali gue buka dompet? Kenapa dia kaga keliatan? Padahal, sehabis ambil duit, langsung gue masukin ke dompet. Seharusnya waktu itu gue sadar kalo kartu atm gue kaga ketelen. Dan ini menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini.
Memang udah masuk.
Setelah mengetahui bahwa uang lembur udah masuk, buru-buru deh gue ke Atm buat narik saldo. Dan gue memilih ambil di Atm Indomampet, karena deket. Sehingga kaga bikin gue sampe kebelet. Apalagi kalo sampe badan gue jadi buntet.
Namun ternyata, antriannya bejibun. Karena emang kebetulan pas tanggal-tanggal buruh gajian.
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya tinggal 1 orang di depan gue. Tapi gue kaga tau, kesalahan apa yang telah gue perbuat hari ini. Ternyata gue berdiri dibelakang rentenir dengan segepok kartu ATM ditangan. Oh,.. Shit!! Gue mau cabut cari mesin atm lain, tapi udah antri dari tadi. Mau tetap berdiri dibelakang rentenirpun takut kaga kebagian duit. Kan apes banget. Udah berdiri lama, tapi begitu mau transaksi saldo abis.
Dan akhirnya, kartu atm terakhir telah dimasukkan ke mesin atm oleh rentenir. Dan ini merupakan atm yang ke 27. Bujuh buneng! Orang Indonesia suka banget yak, utang sama rentenir.
Akhirnya, sang rentenir telah selesai ngegarong duit dimesin atm. Dan tibalah giliran gue. Dengan harap-harap cemas dan perasaan was-was, berharap masih tersisa sedikit rezeki untukku didalam sana. Sungguh, ini apes luar biasa. Gaji gue kaga seberapa, tapi harus ngantri begitu lama.
Akhirnya, perasaan gue lega juga. Begitu melihat uang keluar dari mesin. Rasanya itu,.. Seperti lu udah kaga tahan mau pup, dan akhirnya keluar juga. Tapi tunggu dulu! Sepertinya ada yang kurang? Tapi apa ya? What the,..!!! Kartu atm gue kaga keluar. Alias ketelen. Mana antrian dibelakang masih panjang lagi. Akhirnya gue bilang ke orang dibelakang gue, "maaf mas, tunggu sebentar ya. Kartu atm gue ketelen."
Setelah menunggu sekitar 15 menit, dan ternyata kartu gue kaga nongol juga. Akhirnya gue putusin
Karena gue udah pastiin kaga bakalan nongol lagi tuh kartu atm kesayangan gue. Akhirnya gue putusin untuk pulang dan menelepon nomer customer service.
Berhubung hari ini gue kerja shift panjang. Yaitu masuk jam 7 malem dan pulang jam 7 pagi. Gue sempetin mampir ke indomampet sembari berangkat kerja dengan maksud menanyakan kartu atm gue. Tapi ternyata hasilnya nihil.
Dan paginya, sepulang bekerja. Dengan kantung mata yang tak ubahnya seperti disengat tawon karena belum tidur semalaman. Tanpa mandi apalagi gosok gigi, cuma muka aja sedikit dicuci. Gue langsung cabut ke kantor cabang dimana kartu atm gue dibikin.
Sampe dikantor cabang, antrian udah sedikit ramai. Tapi kantor sepertinya belum buka. Dan setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya gue dapet nomer antrian, yaitu ke 4. Dan setelah kurang lebih selama 2 jam, akhirnya kartu atm baru gue jadi. Dan dapet edisi Gold.
Namun alangkah terkejutnya gue. Ketika akan memasukkan kartu atm gue ke dompet, ternyata kartu atm lama gue pun terselip disana. Gue sempet bingung. Jangan-jangan, ni kartu atm ada penunggunya. Dan seketika itu bulu ketek gue berdiri. Dan setelah gue ingat-ingat, ternyata gue melakukan transaksi langsung dari nominal yang tertera dilayar. Bukan dari penarikan saldo. Dan jika transaksi dilakukan langsung dari nominal yang tertera dilayar, maka kartu atm dahulu yang keluar, baru setelah itu uangnya. Dan setelah gue inget, waktu itu gue langsung memasukkan kartu atm gue ke dalam dompet, baru setelah itu gue ambil duit yang udah keluar beberapa saat sebelumnya.
Jam 10 gue sampe di kost dengan perasaan kesel. Udah belum tidur. Ditambah jadwal kerja hari ini masuk jam 3 sore. Jadilah hari ini perasaan gue udah kayak cewek yang lagi pms. Bahkan begitu ada nyamuk yang nempel ditangan gue, langsung gue keplak sekuat tenaga. Alhasil tangan gue sendirilah yang sakit.
Nah, itulah kejadian konyol yang gue alami. Dan begitu gue cerita ke temen-temen, mereka semua kompak bilang, "dasar aneh!"
Tapi satu pertanyaan sampe saat ini yang belum terjawab. Dimanakah kartu atm gue setiap kali gue buka dompet? Kenapa dia kaga keliatan? Padahal, sehabis ambil duit, langsung gue masukin ke dompet. Seharusnya waktu itu gue sadar kalo kartu atm gue kaga ketelen. Dan ini menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini.
Kapan Kawin?
Menurut gue, itu hanya sebuah pertanyaan berantai. Yang akan selalu ada kelanjutannya. Mungkin seperti sinetron tersanjung yang kaga ada tamatnya. Selalu aja bersambung. Dan gara-gara pertanyaan itu, gue jadi sering risih. Makanya disaat ada acara kumpul keluarga, gue sering ogah-ogahan buat dateng. Apalagi kalo ada sepupu yang nikah, udah pasti yang belum laku bakalan abis dicengin. Tapi sekarang gue kaga ambil pusing dengan masalah itu. Toh, hidup dan single ada masanya. Semua akan berlalu. Karena semua hanya sementara.
Mengapa gue bilang itu sebuah pertanyaan berantai? Karena, disaat ntar lu udah nikah, lu bakalan diberondong pertanyaan lain. "Kapan punya momongan?". Begitupun selanjutnya, setelah punya momongan, akan ditanya lagi, " kapan kakak punya adik?". Dan begitu seterusnya sampe batu akik jadi makanan.
Bahkan, disaat anak-anak lu udah pada gede. Alias lu udah tuir. Lu masih aja bakalan diberondong pertanyaan tersebut. Namun dalam kalimat yang berbeda, "Kapan gendong cucu?"
Nah, mulai sekarang, jangan pusing kalo ditanya kapan nikah. Jawab aja, " ntar kalo gue kasih undangan, lu bingung cari utangan".
Namun kaga munafik. Pertanyaan tersebut sering nyusahin. Apalagi buat jomblo macem gue. Rasanya ingin benturin muka ke adonan bolu. Tapi gue takut dimarahin emak gue, yang udah capek-capek buat adonan bolu.
Seperti yang gue bilang tadi. Sekarang gue udah punya kesimpulan dari pertanyaan menyesatkan tersebut. Jadi apabila ditanya demikian, gue enjoy aja jawabnya. Anggep aja lagi denger nyanyian alam. Dari ranting-ranting yang bergesekan, gemericik air dan kicauan burung-burung.
Namun tak dapat dipungkiri. Masih banyak orang yang bakalan mendadak gagap ketika ditanya "kapan kawin?". Dan gara-gara itu jua, banyak temen-temen gue yang berpredikat sebagai bujang lapuk jadi kaga berani buat berkeliaran. Bahkan, buat bersilaturrahmi diwaktu lebaran aja, dia harus pake topeng power rangers. Biar kaga ada yang tau katanya. Jadi dia bisa terhindar dari pertanyaan menyesatkan tersebut.
Bahkan, dewasa ini. Pertanyaan tersebut telah menjadi pertanyaan utama di masyarakat. Termasuk emak gue. Setiap kali gue mudik, yang di tanya bukan kabar, melainkan " kapan kawin?". Pan gue serba salah jawabnya. Masak mau gue jawab,"saya berkembang biak dengan membelah diri, bukan kawin". Bakalan kena gaplok gue. Maka tak heran, bila akhirnya pertanyaan tersebut menjadi momok yang menakutkan bagi para jomblo. Bahkan ada sebagian yang phobia dengan pertanyaan tersebut.
Tapi seperti yang gue bilang di awal. Bahwa itu hanyalah pertanyaan berantai. Yang akan berevolusi dengan jenis keadaan lu di depan sana. Jadi wokes aja. Kaga usah dipusingin dengan pertanyaan kapan kawin. Karena lu pade udah pusing mikirin cara buat dapetin gebetan. Tapi sampe saat ini, statusnya cuma hampir punya gebetan. Alias masih jadi gebetan aja udah ditolak. Kasian amat, lu, mblo!
Jadi, buat elu semua, jangan pada jadi gagap kalo ditanya begitu. Jawab dengan santai aja. Asal jangan dendem kesumat aja sama yang nanya. Entar lu malah balik tanya, "kapan mati?!". Bisa berabe urusan. Santai aja mblo, semua akan indah pada waktunya. Tapi kalo lu masih kebagian.
*foto diambil dari mbah gugel.
Selasa, 07 Juli 2015
Pagi Dipinggiran Ibukota
Pagi ini cuaca amat cerah. Mentari bersinar indah. Tapi sayang, tak ada kicauan burung yang terdengar. Tak terdengar pula kokok ayam jantan. Yang ada hanyalah suara gaduh, dari mesin-mesin pabrik yang meraung bak harimau kelaparan. Dan menghasilkan kepulan asap yang membentuk awan hitam.
Aku terjaga dari tidur lelapku. Namun entah mengapa, mata serasa enggan terbuka. Seolah masih ingin hanyut dalam dekapan sang dewi malam.
"Hoamzz,..!!"
Hembusan nafas panjangku, tak ubahnya seperti lenguhan sekawanan kerbau dipadang rumput kala senja.
Kubangkit dari tidurku, dan menuju kamar mandi untuk membasuh muka. Ku buka pintu dan keluar. Berjalan, untuk mencari sarapan. Dan sepiring nasi udukpun telah siap dihadapan.
Sembari makan, mataku tak lepas memperhatikan jalanan. Pengendara kendaraan hilir-mudik silih berganti tak beraturan. Tak jarang ada yang berhenti mendadak, tatkala berpapasan dengan kendaraan dari arah lainnya secara tiba-tiba. Sehingga terlontar hardikan dan umpatan, dari pengendara lain yang nyaris menabrak kendaraan lainnya. Disini, semua seolah tergesa-gesa. Tak ada satupun yang mau mengalah. Sebenernya apa yang mereka kejar?
Waktu?
Bukankah kita yang seharusnya mengatur waktu, bukan kita yang diatur oleh waktu?
Sekilas kumelihat pengendara motor dengan kecepatan tinggi. Dengan knalpot yang bergemuruh bak halilintar. Dan terlontarlah caci maki dari para pejalan kaki, yang mengudara bersama debu jalanan.
Masih ditemani sepiring nasi uduk dihadapan. Ku alihkan pandanganku kearah selatan. Nampak sopir bus yang menaik-turunkan penumpang sembarangan. Dan nyaris dihajar sepeda motor dari belakang. Dan yang kesekian kalinya, kembali terdengar, umpatan dan makian. Meski sedetik kemudian, akan hilang bersama debu jalanan.
"Hmm,.. Mungkin mereka berfikir bahwa jalanan adalah milik nenek moyangnya."
Dari arah kejauhan. Tampak segerombolan anak punk berjalan beriringan. Sesekali kumelihat mereka tertawa lepas. Dengan tattoo disekujur badan. Tak lupa rokok ditangan. Dan kepulan asap, ia hembuskan dari bibir hitamnya. Mereka saling pukul dan tendang. Namun semua hanya sebatas candaan.
"Hmm,.. Sepertinya mereka menikmati hidup dengan lepas, bebas, tanpa beban. Atau itu hanya topeng belaka? Untuk menutupi beban berat yang mereka rasa. Sehingga mereka memilih menjalani hidup dengan penuh kebebasan, dijalanan."
Disudut lainnya. Ditengah-tengah kendaraan, tepat disaat lampu merah menyala. Terlihat wanita setengah baya, yang berjalan menggendong anaknya, seraya membawa mangkok kecil mengharap belas kasih para pengemudi. Namun tak tampak satu pengemudi-pun yang menoleh. Semua acuh. Seolah wanita setengah baya dan anaknya tak ada.
Lalu, dengan perasaan kecewa, menepilah wanita tersebut, dan mulai menghampiri satu-persatu warung yang ada dipinggir jalan. Hingga tibalah, ditempat dimana aku menikmati sarapan pagiku.
"Pak,.." gumamnya lirih sambil menyodorkan mangkok kecil kearahku. Kuhentikan sejenak aktifitas makanku. Lalu ku ambil selembar dua-ribuan dari saku celanaku dan memasukkannya ke mangkok kecil itu, seraya berucap, "Kasihan anaknya, bu."
Dan beliau pun pergi meninggalkanku dengan pertanyaan di otakku.
"Apakah cukup, hanya memberikan selembar uang dua-ribuan? Ah, bagiku itu cukup. Itupun kuberikan atas rasa iba terhadap anaknya. Namun, apabila ibu itu menjajakan dagangan. Maka aku akan membelinya, apapun dagangan tersebut, butuh atau tidaknya akan barang dagangan tersebut. Dan aku membelinya dengan perasaan bahagia. Karena wanita tersebut masih mau berusaha. Bukan hanya mengiba."
Kuarahkan pandangan ke arah lainnya. Tampak dua pemuda terlibat adu mulut. Bahkan saling dorong hingga nyaris adu jotos. Hanya memperebutkan lahan parkir dan persimpangan jalan (pak ogah). Hingga beberapa rekan mereka datang mencoba melerai. Dan dari sayup yang kudengar, sesuap nasi-lah yang menjadi alasan.
"Haruskah, untuk mendapatkan makan saja, harus saling hajar?
Tak terasa. Telah habis nasi uduk dihadapan. Aku nyalakan sebatang rokok dan menghirupnya dalam-dalam. Sekali lagi, aku menatap jalanan. Sebelum langkahku, membawaku pulang.
Aku terjaga dari tidur lelapku. Namun entah mengapa, mata serasa enggan terbuka. Seolah masih ingin hanyut dalam dekapan sang dewi malam.
"Hoamzz,..!!"
Hembusan nafas panjangku, tak ubahnya seperti lenguhan sekawanan kerbau dipadang rumput kala senja.
Kubangkit dari tidurku, dan menuju kamar mandi untuk membasuh muka. Ku buka pintu dan keluar. Berjalan, untuk mencari sarapan. Dan sepiring nasi udukpun telah siap dihadapan.
Sembari makan, mataku tak lepas memperhatikan jalanan. Pengendara kendaraan hilir-mudik silih berganti tak beraturan. Tak jarang ada yang berhenti mendadak, tatkala berpapasan dengan kendaraan dari arah lainnya secara tiba-tiba. Sehingga terlontar hardikan dan umpatan, dari pengendara lain yang nyaris menabrak kendaraan lainnya. Disini, semua seolah tergesa-gesa. Tak ada satupun yang mau mengalah. Sebenernya apa yang mereka kejar?
Waktu?
Bukankah kita yang seharusnya mengatur waktu, bukan kita yang diatur oleh waktu?
Sekilas kumelihat pengendara motor dengan kecepatan tinggi. Dengan knalpot yang bergemuruh bak halilintar. Dan terlontarlah caci maki dari para pejalan kaki, yang mengudara bersama debu jalanan.
Masih ditemani sepiring nasi uduk dihadapan. Ku alihkan pandanganku kearah selatan. Nampak sopir bus yang menaik-turunkan penumpang sembarangan. Dan nyaris dihajar sepeda motor dari belakang. Dan yang kesekian kalinya, kembali terdengar, umpatan dan makian. Meski sedetik kemudian, akan hilang bersama debu jalanan.
"Hmm,.. Mungkin mereka berfikir bahwa jalanan adalah milik nenek moyangnya."
Dari arah kejauhan. Tampak segerombolan anak punk berjalan beriringan. Sesekali kumelihat mereka tertawa lepas. Dengan tattoo disekujur badan. Tak lupa rokok ditangan. Dan kepulan asap, ia hembuskan dari bibir hitamnya. Mereka saling pukul dan tendang. Namun semua hanya sebatas candaan.
"Hmm,.. Sepertinya mereka menikmati hidup dengan lepas, bebas, tanpa beban. Atau itu hanya topeng belaka? Untuk menutupi beban berat yang mereka rasa. Sehingga mereka memilih menjalani hidup dengan penuh kebebasan, dijalanan."
Disudut lainnya. Ditengah-tengah kendaraan, tepat disaat lampu merah menyala. Terlihat wanita setengah baya, yang berjalan menggendong anaknya, seraya membawa mangkok kecil mengharap belas kasih para pengemudi. Namun tak tampak satu pengemudi-pun yang menoleh. Semua acuh. Seolah wanita setengah baya dan anaknya tak ada.
Lalu, dengan perasaan kecewa, menepilah wanita tersebut, dan mulai menghampiri satu-persatu warung yang ada dipinggir jalan. Hingga tibalah, ditempat dimana aku menikmati sarapan pagiku.
"Pak,.." gumamnya lirih sambil menyodorkan mangkok kecil kearahku. Kuhentikan sejenak aktifitas makanku. Lalu ku ambil selembar dua-ribuan dari saku celanaku dan memasukkannya ke mangkok kecil itu, seraya berucap, "Kasihan anaknya, bu."
Dan beliau pun pergi meninggalkanku dengan pertanyaan di otakku.
"Apakah cukup, hanya memberikan selembar uang dua-ribuan? Ah, bagiku itu cukup. Itupun kuberikan atas rasa iba terhadap anaknya. Namun, apabila ibu itu menjajakan dagangan. Maka aku akan membelinya, apapun dagangan tersebut, butuh atau tidaknya akan barang dagangan tersebut. Dan aku membelinya dengan perasaan bahagia. Karena wanita tersebut masih mau berusaha. Bukan hanya mengiba."
Kuarahkan pandangan ke arah lainnya. Tampak dua pemuda terlibat adu mulut. Bahkan saling dorong hingga nyaris adu jotos. Hanya memperebutkan lahan parkir dan persimpangan jalan (pak ogah). Hingga beberapa rekan mereka datang mencoba melerai. Dan dari sayup yang kudengar, sesuap nasi-lah yang menjadi alasan.
"Haruskah, untuk mendapatkan makan saja, harus saling hajar?
Tak terasa. Telah habis nasi uduk dihadapan. Aku nyalakan sebatang rokok dan menghirupnya dalam-dalam. Sekali lagi, aku menatap jalanan. Sebelum langkahku, membawaku pulang.
Jumat, 26 Juni 2015
Mantan
"Eh, bro! Gue tadi ketemu setan di mol!"
"Hah! Serius lu? Ngapain tuh setan nongkrong di mol?!"
"Iya, serius! Itu, tuh. Si Kamboja, pacar gue pas di SMA. Dia lagi jalan ama hewan piaraannya."
"Itu mantannn!! Begooo!!!"
Kita semua pasti memiliki makhluk spesies jenis ini, yang biasa disebut "mantan", kecuali kalo lu jomblo, udah bawaan dari orok. Biasanya, makhluk jenis ini sering banget ngehantui kita, termasuk gue. Kaga kenal waktu, dia datengnya. Perginya pun begitu. Udah kayak jaelangkung deh, pokoknya. Tapi yang ini jauh lebih serem. Kaga siang, kaga malem, nongol aja. Sampe-sampe setiap gue makan, terlintas wajah dia di nasi, kan jadi kaga tega gue mau makannya. Makanya gue sampe kurus kering gini. Mau tidur, dilangit-langit tergambar wajah mantan. Bahkan, pas gue boker, eeknya pun jadi mirip muka mantan. Dan gue pun ingin sekali rasanya nyium tuh eek sebagai pelepas rindu. #ehh
Tapi gue heran, kenapa pas gue mandi, kaga pernah ikut mandi bareng gue. Ah, mungkin dia malu.
Mantan emang sering ngebuat galau. Terlebih lagi bagi yang belum bisa mup on, mantan bakalan berwisata di otaknya, sampe nenek-nenek ompong tumbuh gigi lagi.
Seperti dalam sebuah ekosistem. Dimana semuanya membentuk sebuah rantai ekosistem, untuk saling menyeimbangkan. Begitupun dengan mantan. Ia adalah rantai nyata sebuah hubungan. Hubungan asmara tentunya, bukan hubungan arus pendek.
Nyata, jika dulu dia adalah kekasih lu. Nyata, lu adalah tukang ojek pribadi dan pesuruhnya. Nyata, jika dulu lu bertekuk lutut memujanya. Dan sungguh-sungguh nyata, karena dia, lu sering nangis. Hayoo, ngakuu??
Dan keberadaannya pun selalu jadi penyeimbang. Makanya, gebetan lu sering nanya,"cantikkan mana, aku, atau mantanmu?".
Tak dapat dipungkiri lagi, kehadiran mantan sangatlah lekat dalam kehidupan kita. Mulai dari kenangan indah, pahit, bahkan hingga rasanya. Ia, rasa saling memiliki disaat kasmaran. Lu pikir rasa apa?? Ah, pasti pada piktor nih. Jomblo ya? Makanya, otak tuh disapu, biar kaga ngeres.
Mantan adalah sebuah inovasi yang mampu memodifikasi hidup lu. Dari seorang mantan, lu bisa belajar, untuk memperbaiki diri. Dari sosok mantan juga, kita dilatih untuk ikhlas dan sabar, dikala mengenangnya. Dan dari mantan jugalah, lu bisa dapetin seseorang yang terbaik. Karena mantan, satu-satunya orang yang bisa menunjukkan yang terbaik buat lu. Tuh, kurang baik gimana lagi seorang mantan. Jadi, jangan lagi ngejelek-jelekin mantan. Cukup muke lu aja yang jelek. #ehh
Maka mulai dari sekarang, belajarlah menghargai mantan lu
Namun, bagi sebagian orang yang gagal mup on karena mantan. Mungkin nama mantan adalah kata paling tabu untuk diucapkan. Karena setiap kali mendengar namanya disebut, maka kenangan-kenangan indah akan merajam jiwanya. Kenangan romantis saat berduaan dikandang kebo sambil makan sate kecoa. Atau, saat tertawa bersama melihat ingusnya yang membentuk gelembung-gelembung balon warna-warni yang naik-turun dengan begitu indahnya. Dan juga, saat mandi bersama dibawah air terjun selokan komplek. Semuanya akan terulang kembali didalam otak. Dan apapun itu, jika menyangkut soal mantan, akan membuat makhluk-makhluk gagal mup on nangis gegulingan. Kasian banget idupnya. Kaga masih pacaran, udah jadi mantan, tetep aja nyusahin. Makanya, mulai sekarang belajar untuk menempatkan mantan, ditempat yang seharusnya. Alias jangan lebay!
Mantan adalah alumni hati. Jadi jangan heran, jika suatu saat reuni lagi. Kira-kira begitu yang gue baca di gugel. Dan inget! Mantan bukan untuk dikenang. Karena mantan, bukanlah pahlawan!
Namun ada 1 hal yang selalu bikin nyesek dari seorang mantan. Dia selalu terlihat menarik, ketika tak lagi dimiliki.
Terimakasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
(The rain-Terlatih patah hati)
*Semua gambar didapat dari gugel.
Rabu, 17 Juni 2015
Keistimewaan Anak Kost
Setelah kemaren gue posting tulisan tentang moment-moment menyedihkan anak kost, kali ini gue akan share kebalikannya, yaitu Keistimewaan anak kost. Weittss!! Jangan salah, siapa bilang anak kost kaga punya keistimewaan?!! Lu pada mau tau, apa aja keistimewaan anak kost??
Yaudah, tanpa banyak basa-basi makan nasi aking basi, langsung aja kita menuju ke,.. T... K... P...!! (Apa cuma gue, yang baca ini sambil ngikutin gaya dalang Parto??)
1. Makan Gratis
Ini, nih, gaes! Salah satu keistimewaan anak kost. Jika kalian harus bayar mahal, untuk makan di AW. Tapi untuk anak kost, bisa makan gratis di AW. Iya!! Makan gratis di AW!! Alias Aneka Warteg!! Masih ada yang bingung, kenapa koq anak kost bisa makan gratis di warteg?? Gini, nih, gaes. Jadi, biasanya anak kost selalu punya warteg langganan. Dimana kita bisa makan setiap hari, tapi bayar hanya sekali. Alias makan dulu, bayar gajian. Hal ini menandakan, wartegpun bisa berkembang mengikuti zaman. Kaga cuma provider selluler ataupun perbankan saja yang bisa menggunakan sistem prabayar, warteg juga bisa.
2. Lepas dari tekanan
Banyak diantaranya, anak kost yang memilih untuk kost bukan karena alasan ingin belajar mandiri, tapi untuk bisa bebas dari tekanan. Hayo, ngaku!! Siapa yang seperti ini??
"Gue!!" jawab gue dalem hati.
Karena sebagai anak kost, yang notabene hidupnya jauh dari keluarga, tentunya memiliki kebebasan yang tak terhingga. Namun sayang, banyak yang menyalahgunakan kebebasannya. Ya, termasuk gue. Tapi masih dalam taraf yang wajar. Mungkin hanya sebatas, bebas kaga mandi, nyuci pakaian, ataupun bebas kaga ganti sempak selama setahun, bebas dah pokoknya. Tapi mudah-mudahan tidak ikut-ikutan pergaulan bebas.
Nah, karena alasan inilah, banyak anak yang memilih untuk kost. Termasuk salah satunya temen gue disini. Karena ingin bebas, maka lebih memilih kost. Dan gue dulu sempet bingung, waktu gue tanya, "lu, makan, beli atau masak sendiri?" Dan dia jawab, "pulang!"
"Pulang kemana, ke kampung elu?" tanya gue.
"Kagalah! Pulang kerumah. Pan gue kost di kost-annya emak gue. Rumah emak gue yang disebelah kost gue. Yang pagernya warna biru."
Sumpah, gak ngerti lagi gue dengan jalan pikirannya.
Namun, bukan sepenuhnya juga, anak kost lepas dari tekanan. Mungkin satu-satunya tekanan, datang setelah gajian. Dimana ibu kost menanti di depan pintu, menanti lu pulang sambil menenteng sapu. Untuk menagih uang kontrakan, yang udah telat 3 bulan. *Ciee,.. Ibu kost bawa sapu, biar dikata mirip Harry Potter*
Tapi masih mending, kontrakan yang telat 3 bulan. Asal jangan ayam tetangga aja, sampe telat tiga bulan gara-gara elu.
Ditambah lagi harus melunasi tagihan warteg. Apabila tidak dilunasi, atau minimal bayar setengah, bisa kaga di layanin makan lagi. Yang ada, baru juga masuk, udah di usir sama yang punya warteg.
3. Bisa dengan mudah menerbitkan buku
Banyak penulis-penulis diluaran sana, yang berjuang untuk menerbitkan bukunya. Susah payah mereka mendatangi satu penerbit, ke penerbit lainnya, hanya untuk memastikan, bahwa bukunya layak jual. Namun tak sedikit yang gagal, meskipun telah bersusah payah. Dan dari yang gagal tersebut, kaga semua karena tulisan yang tidak menarik. Ada sebagian tulisan yang seharusnya lebih layak, dari buku-buku yang telah beredar dipasaran. Hanya saja mereka kurang beruntung.
Namun, berbanding terbalik dengan anak kost. Tanpa kemampuan mengolah kata, meski ngetikpun, typo dimana-mana. Mereka bisa dengan mudah menerbitkan buku. Bahkan, bisa menerbitkan beberapa buku tiap bulan, dengan judul, "Buku Catatan Hutang". Keren, bukan?!
4. Mendapatkan pelayanan istimewa
Anak kost itu, selalu di istimewakan apabila belanja di Indomampet. Baru juga buka pintu, udah disambut oleh senyuman hangat dan ucapan selamat pagi. Eh,..!! Gue rasa, ini udah jadi prosedur pelayanannya deh. Hee,..
Udah, ah, segitu aja dulu. Entar kalo gue tulis banyak-banyak, bisa-bisa banyak anak yang memilih kost daripada tinggal sama orang tua.
Salam hangat 1 milyar X dari anak kost.
Emmuachhhhh!!!!
Yaudah, tanpa banyak basa-basi makan nasi aking basi, langsung aja kita menuju ke,.. T... K... P...!! (Apa cuma gue, yang baca ini sambil ngikutin gaya dalang Parto??)
1. Makan Gratis
Ini, nih, gaes! Salah satu keistimewaan anak kost. Jika kalian harus bayar mahal, untuk makan di AW. Tapi untuk anak kost, bisa makan gratis di AW. Iya!! Makan gratis di AW!! Alias Aneka Warteg!! Masih ada yang bingung, kenapa koq anak kost bisa makan gratis di warteg?? Gini, nih, gaes. Jadi, biasanya anak kost selalu punya warteg langganan. Dimana kita bisa makan setiap hari, tapi bayar hanya sekali. Alias makan dulu, bayar gajian. Hal ini menandakan, wartegpun bisa berkembang mengikuti zaman. Kaga cuma provider selluler ataupun perbankan saja yang bisa menggunakan sistem prabayar, warteg juga bisa.
2. Lepas dari tekanan
Banyak diantaranya, anak kost yang memilih untuk kost bukan karena alasan ingin belajar mandiri, tapi untuk bisa bebas dari tekanan. Hayo, ngaku!! Siapa yang seperti ini??
"Gue!!" jawab gue dalem hati.
Karena sebagai anak kost, yang notabene hidupnya jauh dari keluarga, tentunya memiliki kebebasan yang tak terhingga. Namun sayang, banyak yang menyalahgunakan kebebasannya. Ya, termasuk gue. Tapi masih dalam taraf yang wajar. Mungkin hanya sebatas, bebas kaga mandi, nyuci pakaian, ataupun bebas kaga ganti sempak selama setahun, bebas dah pokoknya. Tapi mudah-mudahan tidak ikut-ikutan pergaulan bebas.
Nah, karena alasan inilah, banyak anak yang memilih untuk kost. Termasuk salah satunya temen gue disini. Karena ingin bebas, maka lebih memilih kost. Dan gue dulu sempet bingung, waktu gue tanya, "lu, makan, beli atau masak sendiri?" Dan dia jawab, "pulang!"
"Pulang kemana, ke kampung elu?" tanya gue.
"Kagalah! Pulang kerumah. Pan gue kost di kost-annya emak gue. Rumah emak gue yang disebelah kost gue. Yang pagernya warna biru."
Sumpah, gak ngerti lagi gue dengan jalan pikirannya.
Namun, bukan sepenuhnya juga, anak kost lepas dari tekanan. Mungkin satu-satunya tekanan, datang setelah gajian. Dimana ibu kost menanti di depan pintu, menanti lu pulang sambil menenteng sapu. Untuk menagih uang kontrakan, yang udah telat 3 bulan. *Ciee,.. Ibu kost bawa sapu, biar dikata mirip Harry Potter*
Tapi masih mending, kontrakan yang telat 3 bulan. Asal jangan ayam tetangga aja, sampe telat tiga bulan gara-gara elu.
Ditambah lagi harus melunasi tagihan warteg. Apabila tidak dilunasi, atau minimal bayar setengah, bisa kaga di layanin makan lagi. Yang ada, baru juga masuk, udah di usir sama yang punya warteg.
3. Bisa dengan mudah menerbitkan buku
Banyak penulis-penulis diluaran sana, yang berjuang untuk menerbitkan bukunya. Susah payah mereka mendatangi satu penerbit, ke penerbit lainnya, hanya untuk memastikan, bahwa bukunya layak jual. Namun tak sedikit yang gagal, meskipun telah bersusah payah. Dan dari yang gagal tersebut, kaga semua karena tulisan yang tidak menarik. Ada sebagian tulisan yang seharusnya lebih layak, dari buku-buku yang telah beredar dipasaran. Hanya saja mereka kurang beruntung.
Namun, berbanding terbalik dengan anak kost. Tanpa kemampuan mengolah kata, meski ngetikpun, typo dimana-mana. Mereka bisa dengan mudah menerbitkan buku. Bahkan, bisa menerbitkan beberapa buku tiap bulan, dengan judul, "Buku Catatan Hutang". Keren, bukan?!
4. Mendapatkan pelayanan istimewa
Anak kost itu, selalu di istimewakan apabila belanja di Indomampet. Baru juga buka pintu, udah disambut oleh senyuman hangat dan ucapan selamat pagi. Eh,..!! Gue rasa, ini udah jadi prosedur pelayanannya deh. Hee,..
Udah, ah, segitu aja dulu. Entar kalo gue tulis banyak-banyak, bisa-bisa banyak anak yang memilih kost daripada tinggal sama orang tua.
Salam hangat 1 milyar X dari anak kost.
Emmuachhhhh!!!!
Selasa, 09 Juni 2015
Moment Menyedihkan Bagi Anak Kost
Sebagai anak kost, tentunya ada banyak sekali moment yang membuat kita sedih. Apalagi anak kost yang jomblo macem gue. Liat kecoa berduaan aja, gue bisa nangis maju mundur cantik. Apalagi liat dijah kuning jalan sama pacarnya. Bisa satu bulan, gue mengurung diri di jamban. Dijah kuning aja bisa jalan ama pacarnya, masak gue kaga!
Ada juga moment yang seharusnya membahagiakan, namun terasa menyedihkan bagi anak kost. Semuanya terangkum dalam, "Moment-moment menyedihkan bagi anak kost" versi "Catatan Suram Anak Kost".
1. Saat sakit.
Gue yakin, setiap anak kost merasakan ini. Perasaan yang sangat menyedihkan. Bagaimana tidak? Ketika sakitpun, kita harus tetap mandiri. Masih harus jalan mencari makan, ketika perut terasa lapar. Padahal untuk menggerakkan badan saja, seperti orang mabuk. Bahkan tak jarang, ada yang harus tertabrak sepeda roda tiga yang sedang dikendarai anak tetangga. Atau bahkan yang lebih mirisnya lagi, tertabrak becak bang steve yang udah setengah abad menjomblo. Bisa-bisa ketularan apes menjomblo setengah abad.
Dan ketika sakit, rasa kangen terhadap keluarga mendadakdangdut muncul tanpa bisa dibendung. Dan gue selalu merasakan itu. Membayangkan ketika sakit berada dirumah. Pasti ada yang merawat dan memperhatikan. Dan mungkin, ini bisa dikatakan moment yang paling menyedihkan.
2. Awal puasa.
Hal ini seharusnya menjadi moment yang sangat menggembirakan bagi umat muslim diseluruh dunia, karena kita masih diberi kepercayaan oleh tuhan, untuk menjumpai bulan yang penuh berkah. Tapi bagi anak kost, awal puasa adalah salah satu moment yang sering membuat sedih. Dimana anak kost harus makan sahur dan berbuka puasa seorang diri. Berbeda dengan keadaan dirumah. Dimana kita bisa menikmati santap sahur dan berbuka puasa bersama keluarga, tanpa harus menyiapkan segalanya. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan kehidupan anak kost. Dimana harus bangun pagi-pagi menuju warteg, untuk menunaikan ibadah makan sahur. Belum lagi kalo bangun kesiangan. Dengan sangat terpaksa, harus melakukan sahur setelah pukul sembilan pagi. Eh,..!! Kalo yang ini mah emang niat kaga puasa.
3. Akhir bulan.
Nah! Ini, nih, yang sering bikin gue nangis batu akik. Biasanya, diakhir bulan begini nih, anak kost bisa makan-makanan enak hanya dalam bentuk mie instan. Dan menjelang akhir bulan, anak kost udah stock promaag sebanyak-banyaknya. Namun hal ini bisa dihindari, apabila kita bisa mengatur keuangan, dengan cara menghemat pengeluaran. Tapi jangan karena hemat malah jadi pelit. Jangan setiap pagi hanya sarapan secangkir energen, siang minum okky jelly drink, biar lapar tertunda, dan malemnya makan promaag, biar kaga sakit maag. Kalo itu bukan hemat namanya, tapi cari penyakit! Seminggu aja lu gitu, gue yakin, langsung masuk UGD.
4. Warteg langganan tutup.
Biasanya anak kost, selalu punya warteg langganan. Dimana bisa makan setiap hari, namun hanya perlu bayar satu kali. Setiap gajian ataupun dapet kiriman. Bisa dibayangkan apabila warteg langganan, tanpa memberikan pemberitahuan, tiba-tiba melakukan aksi mogok dagang. Kalo masih pegang duit sih no problem. Nah, kalo tak ada selembar uangpun yang terselip di dompet? Bisa kaga makan seharian, cuma ngemilin promaag doang! Sungguh, miris!
5. Gajian.
Lah, koq bisa? Mungkin diantara kalian banyak yang berprasangka, bahwa gajian adalah hal yang paling menyenangkan bagi anak kost yang telah bekerja. Tapi kenyataannya kaga seperti itu gaes. Kaga semua karyawan menyambut bahagia datangnya waktu gajian. Sebagian, justru ada yang pusing setiap gajian. Contohnya aja gue. Gue selalu pusing membagi-bagi gaji untuk bayar hutang. Mana yang harus dibayar terlebih dahulu atau ditunggak. Karena setiap bulan gue selalu kejebolan, alias utang gue lebih gede daripada gaji gue. Jadi, istilah " kerja sebulan, gaji hanya cukup untuk beberapa jam" itu memang benar. Hari ini gajian, hari inipun sudah tak pegang uang!! Menyedihkan, bukan?
Nah, itu dia gaes. Moment-moment menyedihkan versi "Catatan Suram Anak Kost". Ini hanya sedikit gambaran tentang anak kost. Kalo mau tau tentang anak kost lebih dalem lagi, ya ngekost aja sendiri! Jangan tanya gue! Apabila ada tambahan yang lain, boleh tulis dikolom komentar. Akhir kata, sekian dan terima promaag.
Salam anak kost!!
Ada juga moment yang seharusnya membahagiakan, namun terasa menyedihkan bagi anak kost. Semuanya terangkum dalam, "Moment-moment menyedihkan bagi anak kost" versi "Catatan Suram Anak Kost".
1. Saat sakit.
Gue yakin, setiap anak kost merasakan ini. Perasaan yang sangat menyedihkan. Bagaimana tidak? Ketika sakitpun, kita harus tetap mandiri. Masih harus jalan mencari makan, ketika perut terasa lapar. Padahal untuk menggerakkan badan saja, seperti orang mabuk. Bahkan tak jarang, ada yang harus tertabrak sepeda roda tiga yang sedang dikendarai anak tetangga. Atau bahkan yang lebih mirisnya lagi, tertabrak becak bang steve yang udah setengah abad menjomblo. Bisa-bisa ketularan apes menjomblo setengah abad.
Dan ketika sakit, rasa kangen terhadap keluarga mendadak
2. Awal puasa.
Hal ini seharusnya menjadi moment yang sangat menggembirakan bagi umat muslim diseluruh dunia, karena kita masih diberi kepercayaan oleh tuhan, untuk menjumpai bulan yang penuh berkah. Tapi bagi anak kost, awal puasa adalah salah satu moment yang sering membuat sedih. Dimana anak kost harus makan sahur dan berbuka puasa seorang diri. Berbeda dengan keadaan dirumah. Dimana kita bisa menikmati santap sahur dan berbuka puasa bersama keluarga, tanpa harus menyiapkan segalanya. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan kehidupan anak kost. Dimana harus bangun pagi-pagi menuju warteg, untuk menunaikan ibadah makan sahur. Belum lagi kalo bangun kesiangan. Dengan sangat terpaksa, harus melakukan sahur setelah pukul sembilan pagi. Eh,..!! Kalo yang ini mah emang niat kaga puasa.
3. Akhir bulan.
Nah! Ini, nih, yang sering bikin gue nangis batu akik. Biasanya, diakhir bulan begini nih, anak kost bisa makan-makanan enak hanya dalam bentuk mie instan. Dan menjelang akhir bulan, anak kost udah stock promaag sebanyak-banyaknya. Namun hal ini bisa dihindari, apabila kita bisa mengatur keuangan, dengan cara menghemat pengeluaran. Tapi jangan karena hemat malah jadi pelit. Jangan setiap pagi hanya sarapan secangkir energen, siang minum okky jelly drink, biar lapar tertunda, dan malemnya makan promaag, biar kaga sakit maag. Kalo itu bukan hemat namanya, tapi cari penyakit! Seminggu aja lu gitu, gue yakin, langsung masuk UGD.
4. Warteg langganan tutup.
Biasanya anak kost, selalu punya warteg langganan. Dimana bisa makan setiap hari, namun hanya perlu bayar satu kali. Setiap gajian ataupun dapet kiriman. Bisa dibayangkan apabila warteg langganan, tanpa memberikan pemberitahuan, tiba-tiba melakukan aksi mogok dagang. Kalo masih pegang duit sih no problem. Nah, kalo tak ada selembar uangpun yang terselip di dompet? Bisa kaga makan seharian, cuma ngemilin promaag doang! Sungguh, miris!
5. Gajian.
Lah, koq bisa? Mungkin diantara kalian banyak yang berprasangka, bahwa gajian adalah hal yang paling menyenangkan bagi anak kost yang telah bekerja. Tapi kenyataannya kaga seperti itu gaes. Kaga semua karyawan menyambut bahagia datangnya waktu gajian. Sebagian, justru ada yang pusing setiap gajian. Contohnya aja gue. Gue selalu pusing membagi-bagi gaji untuk bayar hutang. Mana yang harus dibayar terlebih dahulu atau ditunggak. Karena setiap bulan gue selalu kejebolan, alias utang gue lebih gede daripada gaji gue. Jadi, istilah " kerja sebulan, gaji hanya cukup untuk beberapa jam" itu memang benar. Hari ini gajian, hari inipun sudah tak pegang uang!! Menyedihkan, bukan?
Nah, itu dia gaes. Moment-moment menyedihkan versi "Catatan Suram Anak Kost". Ini hanya sedikit gambaran tentang anak kost. Kalo mau tau tentang anak kost lebih dalem lagi, ya ngekost aja sendiri! Jangan tanya gue! Apabila ada tambahan yang lain, boleh tulis dikolom komentar. Akhir kata, sekian dan terima promaag.
Salam anak kost!!
Jumat, 05 Juni 2015
Catatan Anak Kost - Liburan Surem
Kegiatan hari ini diawali dengan hal paling mainstream sedunia alay, yaitu buka hp setelah berhasil membuka mata. What!! Jam 7 lebih 15 menit! Bangke, gue telat! Langsung dah, gue buru-buru mandi dan lupa gosok gigi tentunya. Setelah selesai, gue buru-buru pake seragam kerja. Tapi baru aja gue kunci pintu kost, gue baru sadar. Hari ini libur. What the...!!
Iya, hari ini gue libur kerja. Karena tanggal merah kemaren gue masuk untuk ganti hari. Karena kejadian tersebut, gue jadi uring-uringan sendiri. Udah kayak cewek kalo lagi pms. Gara-gara kejadian ini, gue jadi harus ninggalin ritual khusus hari libur, yaitu kaga perlu mandi. Jorok yah? Tapi gue yakin, diantara kalianpun ada yang seperti gue. Hari libur, berarti libur mandi!
Dengan perasaan dongkol, gue buka lagi pintu kost yang udah gue kunci. Gue lemparin seragamjkt48 kerja gue begitu saja, dan melayang entah kemana. Namun alangkah terkejutnya gue ketika membuka lemari.
KAMPRETT!!!! Gue udah kaga punya lagi pakaian bersih. Dan lebih terkejut lagi ketika melihat pakaian kotor udah menumpuk.Gue nangis gegulingan sambil teriak-teriak, "Dijah kuning, jangan tinggalkan aku!!!
Satu hal yang paling bikin gue galau itu nyuci. Gue kaga pernah galau meskipun gue udah ngejomblo selama 5 abad bulan purnama. Tapi kalo udah urusan nyuci, rasanya gue pengen cepet-cepet nikah. Tapi calonnya aja kaga ada, trus mau nikahin siapa? Nikahin kambing tetangga?
Tapi woles, semua akan ikeh ikeh kimochi pada waktunya!
Dari pada galau kaga jelas, gue keluar kost. Niat cari deterjen dan pengharum. Kali aja gitu, ada yang ngebuang deterjen dan pengharumnya diselokan depan kost. Gue pun menuju warung terdekat. Tapi gue teringat sesuatu, akhirnya gue lewatin begitu aja tuh warung.
"Selamat pagi."
Asyik. Dapet ucapan selamat pagi dan senyum manis dari mbak-mbak kasir indomampet. Emang ini tempat yang pas dah, buat jomblo yang ingin di ucapin selamat pagi #heee
Setelah sampai di kost, gue langsung rendem tuh pakaian. Dan harus menggunakan 2 ember besar. Maklum, terakhir nyuci, pas malem tahun baru. Karena gue bt kaga ada temen. Temen gue pada kencan semua. Yaudah, akhirnya gue melakukan kegiatan anti mainstream. Nyuci seabrek pakaian kotor dimalem tahun baru. Tepuk tangannya dong, cyiinnn...!!!
Setelah semua pakaian udah gue rendem. Gue lanjut ngeberesin kamar kost yang udah kayak kandang kebo. Iya! Kayak kandang kebo! Karena kalo malem, kebo tidur di kost gue, sedangkan gue tidur di kandang kebo.
Dan akhirnya, cling,.. cling,.. cling,..
Kamar gue udah kaga kayak kandang kebo lagi, tapi kayak kandang kambing! Eh.. Udah rapi maksudnya. Tapi pakaian masih gue rendem. Biasanya, kalo belum bau bangke, belum gue cuci. #Ehhbusyeeettt!!!
Males nyuci adalah kebiasaan buruk gue dari dulu. Kalo pakaian bersih dilemari bergambar winnie the pooh gue belum abis, gue belum nyuci. Feminim ya, gue. Lemari aja gambar winnie the pooh. Emang dah, tampang heavy metal, tapi hati heavyrotation!
Dan karena kebiasaan gue ini. Emak gue sering kali pms mendadak, setiap kali gue mudik. Karena oleh-oleh yang gue bawa setiap mudik, selalu tas penuh dengan pakaian kotor. #AntiMainstreamCuy
Ya, lumayankan. Dirumah ada mesin cuci. Jadi kaga perlu capek-capek nyikat.
Apa diantara kalian ada yang males nyuci seperti gue?
Pastinya ada. Iya, kan? Iya, dong! Benerkan? Bener, dong! Awas, jangan bo'ong!
Lalu kenapa gue kaga pergi ke laundry kiloan saja?
Karena gue punya pengalaman buruk tentang laundry. Mulai dari pakaian yang rusak, hingga tertukar. Dan semenjak pakaian gue tertukar, gue udah kaga pernah lagi ke laundry. Karena pakaian gue tertukar dengan bikini. Yah, walaupun gue suka lihat cewek berbikini. Tapi gue risih, kalo gue harus pake bikini!!
Sedikit cerita gue, diliburan kali ini. Mungkin tidak bermanfaat bagi kalian. Tapi paling tidak, buat orang yang kaga pernah tinggal di kost, bisa sedikit mengerti tentang kehidupan anak kost dari tulisan-tulisan gue. Akhir kata, gue mohon maaf, apabila ada kata-kata kasar di dalam tulisan gue.
Sekian dan terima tukang cuci!
Iya, hari ini gue libur kerja. Karena tanggal merah kemaren gue masuk untuk ganti hari. Karena kejadian tersebut, gue jadi uring-uringan sendiri. Udah kayak cewek kalo lagi pms. Gara-gara kejadian ini, gue jadi harus ninggalin ritual khusus hari libur, yaitu kaga perlu mandi. Jorok yah? Tapi gue yakin, diantara kalianpun ada yang seperti gue. Hari libur, berarti libur mandi!
Dengan perasaan dongkol, gue buka lagi pintu kost yang udah gue kunci. Gue lemparin seragam
KAMPRETT!!!! Gue udah kaga punya lagi pakaian bersih. Dan lebih terkejut lagi ketika melihat pakaian kotor udah menumpuk.
Tapi woles, semua akan ikeh ikeh kimochi pada waktunya!
Dari pada galau kaga jelas, gue keluar kost. Niat cari deterjen dan pengharum. Kali aja gitu, ada yang ngebuang deterjen dan pengharumnya diselokan depan kost. Gue pun menuju warung terdekat. Tapi gue teringat sesuatu, akhirnya gue lewatin begitu aja tuh warung.
"Selamat pagi."
Asyik. Dapet ucapan selamat pagi dan senyum manis dari mbak-mbak kasir indomampet. Emang ini tempat yang pas dah, buat jomblo yang ingin di ucapin selamat pagi #heee
Setelah sampai di kost, gue langsung rendem tuh pakaian. Dan harus menggunakan 2 ember besar. Maklum, terakhir nyuci, pas malem tahun baru. Karena gue bt kaga ada temen. Temen gue pada kencan semua. Yaudah, akhirnya gue melakukan kegiatan anti mainstream. Nyuci seabrek pakaian kotor dimalem tahun baru. Tepuk tangannya dong, cyiinnn...!!!
Setelah semua pakaian udah gue rendem. Gue lanjut ngeberesin kamar kost yang udah kayak kandang kebo. Iya! Kayak kandang kebo! Karena kalo malem, kebo tidur di kost gue, sedangkan gue tidur di kandang kebo.
Dan akhirnya, cling,.. cling,.. cling,..
Kamar gue udah kaga kayak kandang kebo lagi, tapi kayak kandang kambing! Eh.. Udah rapi maksudnya. Tapi pakaian masih gue rendem. Biasanya, kalo belum bau bangke, belum gue cuci. #Ehhbusyeeettt!!!
Males nyuci adalah kebiasaan buruk gue dari dulu. Kalo pakaian bersih dilemari bergambar winnie the pooh gue belum abis, gue belum nyuci. Feminim ya, gue. Lemari aja gambar winnie the pooh. Emang dah, tampang heavy metal, tapi hati heavyrotation!
Dan karena kebiasaan gue ini. Emak gue sering kali pms mendadak, setiap kali gue mudik. Karena oleh-oleh yang gue bawa setiap mudik, selalu tas penuh dengan pakaian kotor. #AntiMainstreamCuy
Ya, lumayankan. Dirumah ada mesin cuci. Jadi kaga perlu capek-capek nyikat.
Apa diantara kalian ada yang males nyuci seperti gue?
Pastinya ada. Iya, kan? Iya, dong! Benerkan? Bener, dong! Awas, jangan bo'ong!
Lalu kenapa gue kaga pergi ke laundry kiloan saja?
Karena gue punya pengalaman buruk tentang laundry. Mulai dari pakaian yang rusak, hingga tertukar. Dan semenjak pakaian gue tertukar, gue udah kaga pernah lagi ke laundry. Karena pakaian gue tertukar dengan bikini. Yah, walaupun gue suka lihat cewek berbikini. Tapi gue risih, kalo gue harus pake bikini!!
Sedikit cerita gue, diliburan kali ini. Mungkin tidak bermanfaat bagi kalian. Tapi paling tidak, buat orang yang kaga pernah tinggal di kost, bisa sedikit mengerti tentang kehidupan anak kost dari tulisan-tulisan gue. Akhir kata, gue mohon maaf, apabila ada kata-kata kasar di dalam tulisan gue.
Sekian dan terima tukang cuci!
Langganan:
Postingan (Atom)











