EA-Mine.com - Cloud mining cryptocurrency

Kamis, 06 Agustus 2015

Sedikit cerita tentang perjalanan mudik

          Perjalanan dimulai sekitar pukul 10 malam. Gue berangkat ke kost temen gue untuk pulang bareng. Setelah sampai di kost temen gue, gue sempet tiduran dulu sebelum memulai perjalanan yang sesungguhnya. Menempuh jarak jauh, dari  Tangerang menuju Lampung. Lampung Timur lebih tepatnya.

          Mungkin bagi sebagian orang, Lampung Timur adalah jalur neraka. Terlebih lagi jika melewati jalur Lintas Timur. Karena bukan rahasia lagi. Disanalah kawasan begal bermukim.
Eits,.. Tapi jangan skeptis dulu gaes. Di Lampung Timur juga terdapat tempat wisata, yaitu Way Kambas. Tempat penangkaran Gajah. Jadi kalo kalian belum pernah lihat gajah secara langsung, dan ingin lihat, silahkan mampir kerumah gue. Dari rumah gue ke Way Kambas kurang lebih 1 jam.

          Dan perjalanan sesungguhnya dimulai. Ini merupakan mudik ke 3 gue menggunakan motor. Dulu gue lebih suka mudik naik bis. Selain kaga capek, bisa tidur juga. Dan yang jelas, dulu gue kaga punya motor. Masak mau mudik pake motor. Ia kalo aman, kalo ketangkep, bisa babak belur gue.

          Jam dindingpun tertawa, karena ku hanya diam, dan membisu. Eh! Koq malah nyanyi sih. Maklum, abis dapet kabar bakalan ada lomba nyanyi dikampung. Jadi semangat buat ikut berpartisipasi. Lomba nyanyi marawis.
Jam menunjukkan pukul 00:00. Perjalanan sesungguhnya akan dimulai.

          Menempuh perjalan cukup panjang. Dari kawasan Tangerang menuju Pelabuhan Merak. Dan dilanjutkan dari Pelabuhan Bakauheuni menuju kampung halaman. Memasuki wilayah Cilegon, kami berhenti sejenak. Untuk melepas sebatang rokok, sebelum melanjutkan perjalanan. Dan entah pukul berapa, gue lupa. Tibalah kami di Pelabuhan Merak.

          Suasana di Pelabuhan Merak cukup kondusif. Kaga ada antrian yang berarti. Bahkan begitu sampai, gue bisa langsung membeli karcis tanpa mengantri terlebih dahulu. Berbeda dengan mudik lebaran tahun sebelumnya. Hingga 3 jam gue ngantri beli karcis, itu belum ngantri masuk kapalnya. Tapi kali ini woles.
Tidak adanya antrian berarti, mungkin dikarenakan perbedaan awal libur lebaran dibanyak perusahaan. Kebetulan diperusahaan ditempat gue bekerja libur duluan.

          Sekitar pukul 2 pagi, gue udah berada didalem kapal. Yang namanya di dalem kapal, pasti aja ada kelakuan penumpang yang mengundang perhatian. Mulai dari cewek-cewek cantik hingga para mama muda yang dengan seenaknya me-nenen-in anaknya dimuka umum. Hal ini tentunya memancing lelaki untuk memandang kearah nenennya. #ehh

          Sekitar pukul lima, kapal mulai bersandar di Pelabuhan Bakauheuni. Jam setengah enam, kami udah keluar dari kapal. Kamipun bergegas meninggalkan Pelabuhan. Kami melalui jalur Lintas Timur. Karena masih gelap, dan gue hanya berdua sama temen doang. Akhirnya kami putuskan berhenti sejenak di Indomerit sambil nunggu orang yang bisa diajak bareng. Tak lama, ada rombongan yang melintas. Kamipun mengikuti dibelakang.

          Namun alangkah apesnya, saat baru berjalan kurang lebih 1 km, hujan mendadak mulai turun. Namun kami putuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Namun disaat hujan mulai deras, kami akan berhenti sejenak menanti hujan reda. Kurang lebih 3 kali kami harus berhenti dikarenakan hujan deras. Hingga akhirnya, kurang lebih setelah menempuh perjalanan lebih dari 2 jam. Kamipun sampai dikampung halaman. Owhh,.. Bahagia sekali rasanya bisa berkumpul bersama keluarga. Semua rasa letih setelah menempuh perjalanan seakan hilang setelah melihat senyum keluarga. Setelah ngobrol ngalur-ngidul, akhirnya gue terlelap.

Ini cerita mudik gue. Mana cerita lu?!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar