Berhubung disuasana #HariAyahNasional, kali ini gue ingin ngebahas tentang sosok yang sangat gue banggakan. Sosok yang rela berpanas-panasan dan bermandikan peluh hanya untuk menafkahi keluarganya. Yang tak pernah lelah, menjaga dan membimbing anak-anaknya.
Papah, begitulah gue memanggilnya. Beliau hanyalah seorang buruh bangunan. Dari gue kecil, bokap gue sering merantau meninggalkan anak-istri demi menjaga agar dapur tetap ngebul.
Bokap gue hanya lulusan SD. Sewaktu kecil, bokap gue pindah dari Jawa ke Sumatra. Lebih tepatnya ke Lampung. Setelah lulus dari bangku Sekolah Dasar, beliau tidak melanjutkan pendidikannya. Beliau lebih memilih bekerja sebagai buruh bangunan. Diusianya yang masih sangat belia, beliau sudah harus berjibaku dengan panas dan beratnya bekerja sebagai kuli bangunan. Beliau mau mengerjakan itu karena beliau sadar, beliau bukan terlahir dari keluarga kaya raya. Beliau sadar, keluarga beliau hanya menumpang disalah satu rumah kerabatnya yang telah lebih dulu pindah ke Lampung. Dari situlah hati beliau tergerak, untuk bekerja keras dan memberikan sebuah rumah untuk kedua orangtuanya. Meski hanya beratap ilalang dan berdindingkan anyaman bambu dan beralaskan tanah. Namun rasanya akan sangat bahagia, apabila kita tinggal dirumah sendiri, sesederhana apapun itu.
Hari terus berlalu, meninggalkan jejak keras diatas adukan semen. Minggu berubah, dan tahunpun berganti. Sedikit demi sedikit receh rupiahpun mulai terkumpul, hingga akhirnya mampu membuatkan sebuah rumah untuk kedua orangtuanya. Berdua bersama sang adik, bahu membahu untuk mewujudkan mimpi sederhana. Memiliki gubuk, untuk berkumpul bersama keluarga.
Disaat menatap bayangan diri gue sendiri dibalik cermin, terkadang gue ngerasa malu. Terbersit pertanyaan dalam sanubari, "Apa yang udah gue berikan kepada orangtua gue?" kebahagian? Rasanya gue selalu membuat kecewa kedua orangtua gue. Bahkan untuk memberikan momongan cucu pun, gue masih belum mampu. Karena sampai detik ini aja gue masih jomblo dengan embel-embel akut. Ehh,.. Koq malah baper sih?
Buat papah, selamat hari ayah! Semoga papah selalu diberikan kesehatan, selalu dalam lindunganNya, dan senantiasa bahagia selalu. Terimakasih telah menjadi kepala keluarga yang hebat. Yang tak pernah lelah menjaga dan membimbing kami. Maaf, jika kakak belum bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga.
I love u, pah!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar