EA-Mine.com - Cloud mining cryptocurrency

Selasa, 31 Mei 2016

Derita Akhir Bulan

Kalender telah menunjukkan angka 31 dibulan ini. Namun kabar gembira yang dinanti-nanti tak kunjung tiba. Betul! Gaji. Apalagi yang ditunggu diakhir bulan kalau bukan gaji. Dan anak kost macem gue, diakhir bulan macam ini, sudah bisa dipastikan kaga pegang uang sama sekali. Karena kerja sebulan hanya cukup untuk makan tiga hari. Kasih tepuk tangan buat gue.

Jam setengah delapan, gue sms temen gue nanyain gaji, "Cuy, udah cair belum?"
Dia bilang belum. Terus gue sms lagi, "Lu masih pegang duit, kaga? Gue pinjem duit dulu sepuluh ribu buat beli nasi. Laper gue."
Dijawab sama dia, "Sama. Gue juga kelaperan.
Gue bales lagi, "Yaudah, kesini aja. Biar kita kelaperan berjamaah."

Ditempat gue kerja, gaji dibagikan diakhir bulan. Tapi hari ini masih belum cair juga. Hp jadi brisik. Sebentar-sebentar sms masuk cuma nanyain gaji doang. Padahal gue juga tanya sama temen yang lain.

Akhir bulan masih belum gajian emang nyiksa banget. Duit di dompet udah kaga ada sama sekali. Bahkan recehan cepe'an pun bersih tak tersisa. Stock promaag tinggal sebiji. Itu juga udah gue pake buat sarapan tadi pagi. Ditambah warung tempat biasa gue ngutang mie kaga buka. Katanya kucingnya lagi bertelor. Dan karena hal tersebut momen langka. Maka sang pemilik warung rela kaga buka demi menyaksikan kucingnya bertelur. Iya! Bertelur! Telur eeq. Jadilah malem ini dihibur oleh musik keroncong.

Akhirnya untuk melupakan mantan  rasa lapar, gue nulis blog. Siapa tau setelah gue share, ada yang dateng ke kost gue bawain makanan. Syukur-syukur yang dibawain stick bilyard steak dari restaurant yang gambarnya kepala sapi. Syukur-syukur lagi dikasih A mild sebungkus. Sebelum balik, ditinggalin duit seratus ribu. Tapi rasanya kaga bakalan ada.

Dan sepertinya gaji bulan ini mengalami keterlambatan. Dan itu masih gue anggap wajar. Karena terkadang juga, gajian bisa maju 1  atau 2 hari. Jadi kalo telat satu hari masih wajar. Cuma menstruasi yang gak pernah telat. Asal jangan sampe telat sebulan. Menstruasi aja kalo telat sebulan bahaya.

Minggu, 29 Mei 2016

Dia

Hujan rintik-rintik sedari sore tak kunjung reda. Menghanyutkan penghuni bumi dalam alam impian. Namun tidak baginya. Seorang pemuda yang terduduk disebuah emperan toko. Dihembuskannya asap rokok yang terselip dijari-jemarinya. Dia terduduk seorang diri disana. Dalam hidupnya, dia telah terbiasa dalam kesendirian. Bahkan, dia telah berteman akrab dengan yang namanya kesepian. Hanya rokok dan alkohol yang selalu setia menemaninya. Dan dinginnya malam yang sedang dikunjungi hujan, menambah dingin hatinya.

Satria. Satria tri sakti. Begitulah orang mengenalnya. Sang pembuat onar, yang tak mengenal ibu-bapaknya. Jalananlah yang telah membesarkan dan mendidiknya. Dia termenung. Dipandanginya rintik hujan dari tempatnya yang tak ia tinggalkan sedari tadi. Dihisapnya alkohol dari bungkus plastik dengan sebuah sedotan. Minuman murahan. Karena dia tak sanggup membeli minuman mahal. Dia hembuskan sekali lagi asap rokok sembari berbisik lirih, "Sampai kapan akan tetap seperti ini? Sampai kapan semuanya berubah? Akupun sama, seperti manusia lainnya. Yang berharap memiliki asa, cita dan cinta."

Hujan tak kunjung reda. Bahkan langit menumpahkan airnya semakin deras. Dia masih disana. Dan tetap seorang diri. Bertemankan gelapnya malam dan dinginnya hujan. Hanya rokok dan alkohol yang mampu menghangatkan hatinya yang kesepian. Batang demi batang rokok telah dihisapnya.

Dulu dia sempat mengenal cinta. Bahkan dia berbahagia karenanya. Cinta kepada seorang pelacur jalanan, yang juga tulus mencintainya. Namun sepertinya sang dewi fortuna tidak memihak kepadanya. Sang gadis pujaan hatinya meninggalkannya untuk selama-lamanya. Penyakit aids telah merenggut nyawa gadisnya. Kinipun dia telah terjangkit penyakit yang sama. Dan hidupnya kini hanya menantikan malaikat maut datang menjemputnya.

Saat dia hendak menyalakan lagi sebatang rokok, namun telah habis tak tersisa. Kemudian ia hisap minumannya. Namun sekali lagi dia harus kecewa. Karena bungkusan dalam plastik yang dia pegang sedari tadi telah kosong pula. Dengan kesal dia lemparkan bungkusan plastik tersebut. Dengan langkah sempoyongan akibat pengaruh alkohol, dia berjalan menuju sebuah warung pinggir jalan. Dikeluarkannya sebuah pisau dari balik bajunya. Dia arahkan keperut pedagang sambil berkata, "Berikan gue rokok!" Namun naas. Sepertinya sang dewi fortuna benar-benar enggan memeluknya. Orang-orang yang sedang minum kopi diwarung tersebut melihat aksinya, menghampirinya dan memukulinya. Pukulan dan tendangan singgah ketubuhnya hingga ia terkapar. Wajahnya berlumuran darah, tubuhnya lunglai, pandangannya menjadi buram. Dengan sedikit tenaga yang tersisa, ia bangkit dan melangkah pergi. Ditengah kesakitan dalam setiap langkahnya, sesosok gadis mengahampirinya. Sang gadis pujaan hatinya. Dengan penuh kasih sayang, dibersihkannya noda darah yang memenuhi wajahnya dengan sebuah senyuman manis. Setelah wajahnya bersih, sang gadis mengecup bibirnya lalu pergi meninggalkannya dalam kesendirian. Tanpa terasa, dia meneteskan air matanya. Dengan langkah lunglai, dia kembali melangkahkan kakinya sembari berbisik lirih, "Dia telah mati! Dan aku akan menjemputnya ke Neraka!"

Setelah selesai berkata, ia menghentikan langkahnya. Dihunuskannya pisau yang masih ia genggam tepat dijantungnya. Beberapa detik dia masih tetap mampu berdiri tegak. Namun detik selanjutnya, dia jatuh dengan bersimbah darah. Pandangannya perlahan demi perlahan buram. Nampak olehnya, gadis pujaan hatinya datang menghampirinya. Mengulurkan tangan dan membantunya berdiri. Lantas dia pun pergi bersama gadisnya. Bergandengan tangan. Menuju dunia barunya.

Sabtu, 14 Mei 2016

Hari Minggu lagi

Sebelum nulis tulisan ini, tadi gue sempetin liat-liat isi blog gue. Ternyata diblog gue ini, banyak banget tulisan gue dengan judul yang sama, yaitu malem Jum'at, malem Minggu dan hari Minggu. Sengenes itukah kejombloan gue?

Perlahan senja menampakkan wajahnya dengan sedikit malu-malu. Semburat cahaya keemasan mulai tampak diufuk barat. Kokok ayam jantan bersahut-bertaluan. Tanda akan segera dimulainya segala aktifitas dan rutinitas dunia.

Bangun pagi dengan perut keroncongan. Karna gue kurang suka dengan keroncongan, jadi gue ganti dengan rockeran. Ini semua gegara semalem gue begadangan dan kaga makan. Dengan terpaksa, gue embat juga nasi sisa semalem. Meskipun hanya nasi doang, yang penting perut kenyang.

Dengan ditemani lagu stairway to heaven miliknya led zeppelin serta sebatang rokok dan secangkir kopi untuk bersiap menyongsong pagi. Meskipun banyak orang yang mengatakan bahwa lagu tersebut sebagai bentuk pemujaan terhadap setan, tapi buat gue, persetan dengan itu semua. Lagu ini mampu memberikan kedamaian dipagi yang penuh dengan dengki.

Mengawali pagi ini dengan perasaan dongkol. Niat gue mau lihat-lihat buku diplaystore, namun apadaya gue harus nge_upgrade playbook dengan versi terbaru. Padahal kapasitas hp gue terbatas. Buat online bbm bentar aja udah dapet peringatan "memori internal hampir penuh". Terus gimana gue mau memperbaharui versi. Yang ada harus memperbaharui hp dulu.

Udah dari semalem gue rencanain buat baca-baca diplaybook hari ini. Karna kebetulan, do'i hari ini ikut tantenya belanja ke Tanah Abang. Bilangnya sih mau beli celana dalem dengan gambar wajah gue. Padahal celana dalem macem itu belum diproduksi secara masal. Baru gue sendiri yang pake. Rencananya gue mau baca-baca buku diplaybook sebagai bahan referensi untuk tulisan-tulisan gue. Mau ke gramed kaga punya ongkos, soalnya. Tapi apadaya, ternyata hp gue kaga bisa buat buka playbook.

Daripada galau, gue iseng baca-baca tulisan gue sendiri diblog. Ternyata masih banyak kekurangan disana-sini. Mulai dari penggunaan kata atau kalimat yang kurang tepat, hingga tanda baca. Sepertinya gue masih harus banyak belajar lagi. Nulis diblog aja belom bener, gimana mau nulis buku? Itulah kenapa gue demen banget baca. Karena selain sebagai bahan referensi, juga sebagai materi pembelajaran buat gue. Karena gue emang kaga ada latar sebagai penulis. Gue hanya belajar dari buku-buku yang gue baca dan tanya sana-sini dengan orang yang mempunyai pengetahuan tentang dunia tulis-menulis.

Dulu gue rutin baca-baca diplaybook. Tentunya hanya contoh gratis yang gue baca. Walaupun hanya sedikit, tapi paling kaga, bisa ngebantu gue dalam proses belajar dan pengembangan kreatifitas gue dalam dunia tulis-menulis. Tapi semenjak hp gue almarhum, gue udah kaga pernah baca-baca lagi.

Kegiatan gue hari ini hanya bengong seharian. Karna ditinggal do'i bersenang-senang. Bingung. Mau ngapain. Akhirnya gue berjalan-jalan dipinggir selokan. Berharap nemu uang sekarung diselokan. Tadinya mau sekalian bawa pancing. Jadi bisa sekalian mancing sambil menunggu uang sekarung hanyut diselokan. Siapa tau juga dapet ikan. Lumayan, buat lauk makan malem.

Tadi gue sempet baca salah satu meme yang bunyinya seperti ini, "Aku akan selalu mencintaimu. Hingga si bisu berkata kepada si tuli, bahwa si buta melihat si lumpuh berjalan". Setelah membaca tulisan tersebut, gue termenung. Akankah keinginan gue untuk bisa menulis buku akan menjadi hal yang mustahil untuk diwujudkan? Akankah gue baru bisa menulis buku setelah si bisu berkata kepada si tuli, bahwa si buta telah melihat si lumpuh berjalan? Tapi sebagai manusia, gue hanya bisa terus belajar dan berusaha. Apapun hasilnya, sukses ataupun gagal, paling kaga gue udah pernah berusaha mati-matian untuk kaga kalah dengan keadaan. Sukses bukan hanya hasil gemilang yang kita raih. Tapi juga proses untuk meraih itu semua. Karena sebuah proseslah yang akan mengantarkan kita menuju gerbang kesuksesan. Sekalipun gue gagal pada akhirnya, tapi gue akan berkata pada diri gue sendiri, bahwa gue telah sukses dengan kegagalan gue. Karna gue udah berani melawan rasa takut untuk melangkah memulai sebuah proses. Dengan berani melangkah, itu tandanya gue udah siap untuk terjatuh. Dan dengan terjatuh, gue akan belajar untuk bisa bangkit dan melangkah lagi. Proses bagaikan sebuah perjuangan, yang tentunya akan berpeluh-peluh, berdarah-darah dan penuh air mata.

Perlahan senja kembali keperaduan. Diufuk timur nampak cahaya keemasan. Pertanda akan diakhirinya segala kegiatan hari. Langit biru perlahan berubah menjadi hitam pekat. Bintang-bintangpun mulai bermunculan menghiasi gelapnya malam. Saatnya untuk mengistirahatkan raga maupun otak yang telah diperah seharian. Nyanyian binatang malam, mengantarkan jiwa yang kesepian kembali kealam impian. Selamat malam, kawan!

Sabtu Malam

Kenapa postingan ini gue kasih judul Sabtu malam? Biar yang jomblo kaga tersinggung. Karena gue tau, jomblo kaga kenal malem Minggu. Tapi sebaik-sebaiknya jomblo, adalah mereka yang berkreatifitas dimalem Minggu. Ehh,.. Salah! Maksud gue Sabtu malem. Semisal mencoba melakukan kegiatan antimainstream. Contohnya jalan keliling kampung dengan kedua tangan dan kaki diatas.

Meskipun judul tulisan ini "Sabtu Malam", atau bisa juga diartikan malem Minggu. Tapi tulisan gue ini kaga nyeritain malem Minggu gue. Karna kalian juga tau, malem Minggu gue selalu ditemani bantal guling yang gue pakein wig. Gue kasih judul seperti itu, karna gue nulis tulisan ini diwaktu tersebut.

Pagi ini agak males untuk beranjak dari tempat tidur. Berangkat kerja dengan ogah-ogahan dan udah mepet banget dengan jam masuk kerja. Alhasil berangkat agak sedikit tergesa-gesa. Pas ditikungan ada nenek-nenek asal nyebrang aja. Dan temen gue yang mengendarai motorpun kaget karna nyaris nabrak tuh nenek. Bahkan gigi gue kepentok helm temen gue. Tambah monyong dah gue. Entah reflex atau kesel, temen gue teriak "bego" ke tuh nenek-nenek. Langsung aja gue gaplok helmnya. Udah tau nenek-nenek, dikatain bego. Dan gue lebih bego lagi, karna ngegaplok helm yang bikin tangan gue sakit sendiri. Tapi yang bikin gue bengong sampe udah kaya' sapi ompong. Tuh nenek ngejawab waktu diteriakin bego sama temen gue. Dia bilang, lu yang bego! Nabrak nenek-nenek aja kaga bisa!" Inikan kampret banget. Gue curiga, jangan-jangan tuh nenek sering kencan sama mbah gugel? Mungkin dia sering baca cerita-cerira lucu disana. Sungguh nenek antimainstream.

Dipabrik, kerjapun males banget rasanya. Cuma bengong aja kaya' kebo bego. Pas gue lagi ditoilet, gebetan bbm, "Lagi dimana?" mungkin dia kangen karna kaga ngeliat onggokan upil gue. Yaudah, gue jawab aja, "Lagi ditoilet, boker. Mau nemenin?"
"Ogah!!" jawabnya singkat, jelas, padat. Setelah selesai buang hajat, gue samperin gebetan gue, trus gue bilang, "Kamu tau kaga?"
"Kaga!" jawabnya memotong pertanyaan gue.
"Belum selesai, woi!" jawab gue sedikit gusar.
"Tadi, waktu gue lagi boker, gue perhatiin eeq gue jadi mirip lu."
Dan Alhamdulillah. Setelah berkata demikian, gue jadi sama dia. Beneran, gaes! Gue jadi sama do'i. Jadi kena gaplok!

Jam setengah sepuluh, karna ada alasan tertentu, bos gue kaga bisa ikut audit. Akhirnya beliau menunjuk gue untuk ngewakilin beliau. Nah! Gue mah cuma kuli gudang. Disuruh ikut audit guna ngebahas sistem yang dipake oleh perusahaan ditempat gue kerja. Inikan gila banget! Nyalain komputer aja, gue pake korek gas. Bisa-bisanya gue disuruh ikut audit. Ngebahas sistem pula. Selama audit berlangsung, rasanya gue terjebak dihutan rimba. Mana lama banget lagi. Pas jam makan siang, gue tinggalin aja. Kaga balik lagi. Besok kena sp1.

Sepulang kerja, gue dijemput doi, ditraktir makan. Karena kebetulan do'i abis menang togel. Baliknya dianterin. Diboncengin, pula. Jadi ngerasa bos. Setelah do'i sampe rumah, kita telponan bentar. Dari abis ashar hingga mau magrib. Jam setengah sebelas do'i bbm gue. Karna gue ngantuk, gue jawab singkat. G, y, oh. Dan ini bikin do'i kesel. Akhirnya do'i nyuruh gue tidur dan ngucapin selamat tidur. Setelah sekian lama, akhirnya ada juga cewe yang ngucapin selamat tidur ke gue. Dan rasanya gue bakalan tidur lelap. Tapi nyatanya gue salah. Ternyata masih banyak rangkaian kata yang berlanjut setelahnya. Karena kesel, gue bilang ke do'i, "Kaga jadi ngantuk! Udah diucapin selamat tidur, tapi masih aja terus bbm. Kapan gue tidurnya?!"
Dan yang apesnya lagi, udah gue kaga jadi tidur, malah ditinggalin tidur sama do'i. Inikan kampret! Gue yang ngantuk, malah do'i yang tidur.

Sabtu, 07 Mei 2016

Long weekend hari ketiga

Sebelum ngelanjutin baca tulisan ini, tolong dibaca ulang sekali lagi judul diatas, tapi dengan gaya doraemon.

Long weekend ketiga. Pengennya bangun siang. Tapi jam enam masih kurang, udah ada yang ngebangunin, dan ngingetin mandi. Tapi kali ini tanpa ada ancaman potong titit. Sepertinya dia tau, kalo gue paling tabu mandi dihari libur. Karna bagi gue, mandi dihari libur merupakan bentuk pemborosan terhadap air. #savewater.

Dan telponan pagi ini gue akhiri dengan pamit tidur lagi. Namun baru aja gue memejamkan mata, ada yang gedor-gedor pintu gue. Begitu gue buka. Kampret!! Gue lupa bayar kost. Jadilah pagi ini gue sarapan dengan sedikit ocehan. *piss, ibu kost. Ibu kost gue mah baik, kaga pernah marah-marah*

Akhirnya bebas juga gue dari urusan bayar kost. Kembali gue rebahkan tubuh gue. Namun baru saja hendak memejamkan mata, terdengar lagi ketukan di pintu sambil meneriakkan nama gue. Sial! Apes banget pagi ini. Sepertinya gue emang kaga diizinin buat tidur lagi. Dengan ogah-ogahan gue buka pintu. Ternyata temen gue. Langsung aja gue suruh masuk. Gue tanya untuk sekedar basa-basi, namun topik yang dibicarakan sepertinya emang asyik untuk dibahas pagi-pagi. Lagi asyik gue ngebacot sambil main hp, tiba-tiba terdengar suara orang mendengkur. Kampret!! Gue ditinggalin molor. Dari tadi gue ngebacot sampe mulut berbusa, ternyata ditinggalin molor? Teman macam apa, kau?!

Dengan perasaan dongkol, gue lari kekamar mandi sambil berlinangan air mata. "Sungguh teganya dirimu!" *ok. Ini lebay!"

Karena gue udah kaga jadi ngantuk, sekalian aja gue rendem pakaian kotor. Biar ntar kaga kesiangan nyucinya. Karena dihari libur seperti ini, semua penghuni kost seakan berlomba dulu-duluan nyuci. Karena apabila kesiangan, jemuran yang hanya ada dibagian depan, udah penuh dengan lambang "illuminati" alias segitiga berenda yang sering membuat jiwa mendadak bergelora, lengkap dengan perlengkapan lainnya. Yaitu "tempat susu", yang terpajang dari ujung jemuran ke ujung lainnya. Mulai dari merk terkenal seperti calvin klein ataupun nevada, hingga merk lokal yang biasa dijual dipasar-pasar kaget dengan harga seribu dapet tiga. Kecuali untuk tempat susu. Seribu dapet enam. Tonjolannya!

Lagi, lagi dan lagi. Sepertinya keapesan hari ini emang milik gue. Tadi mau tidur ada aja yang ganggu. Sekarang sikat cuci gue ilang. Kaga tau kemana. Belakangan gue baru inget. Kemaren udah gue buang, karena udah kaga ada lagi bulunya, tinggal tongkatnya doang. Ehh,.. Sepertinya ada yang salah. Perasaan sikat cuci kaga berbentuk tongkat dan ada bulunya? Bodo, ah! Pusing gue mendeskripsiin bentuknya. Liat aja sendiri bentuk sikat cuci seperti apa. Pasti sama dengan sikat cuci gue. Asal yang kalian liat bukan sikat wc. Kalo itu lebih mirip muke lu!

Tapi bukan anak kost namanya, kalo kaga kreatif. Kebetulan ada banyak sikat gigi bekas yang baru aja mau gue buang. Gue patahin semua buat gue ambil ujung sikatnya, lalu gue satuin dengan diikat kawat kecil. Tadinya mau gue iket pake kawat gigi, tapi susah nyarinya. Tara,..!! Akhirnya sikat kreasi gue jadi juga. Mendadak merasa memiliki otak sejenius albret instin.

Setelah susah payah nyuci dengan sikat kreasi gue yang bikin semua jari gue lecet, kelar juga akhirnya cucian gue. Tadinya kaga mau gue cuci, mau gue buang aja sama seperti peralatan makan gue. Tapi di indomerit kaga ada satu produkpun yang ngasih hadiah pakaian. Jangankan pakaian, sempakpun kaga ada. Adanya "tempat susu", itu juga tonjolannya cuma sebelah, yang sebelahnya bolong.

Nyuci? Sudah! Sekarang tinggal mandi. Sebelum mandi, gue sempetin sejenak singgah ke mbah gugel, karena gue sedikit lupa dengan gerakan mandi. Gue juga lupa ritual apa aja yang harus  gue lakuin saat mandi. Jadilah gue singgah kerumah mbah gugel sejenak, untuk sekedar bertanya.

Kebiasaan gue ketika mandi, kaga pernah nyalain kran terlebih dahulu, langsung aja jebyar-jebyur. Kalo air di bak sudah abis, baru gue nyalain kran. Apesnya, pas gue nyalain kran, ternyata air kaga nyala. Kampret!! Mana muka penuh dengan sabun, gini. Mau buka perih, kaga dibuka kayak orang buta. Terpaksa dah, gue jalan seperti orang buta, dan tentunya dengan berbugil ria. Dengan meraba-raba gunung kembar,  dinding, gue menuju tempat dimana gue meletakkan dispenser. Begitu ketemu, langsung aja gue angkat galonnya. Masa bodo air berceceran kemana-mana. Yang penting mata gue terselamatkan.

Setelah selesai menyelamatkan kedua mata gue, gue siapin lap untuk ngebersihin tumpahan air galon waktu gue angkat tadi. Entah emang dasar apes, atau gue yang kurang hati-hati, gue kepleset sewaktu jalan dilantai yang digenangi air dengan posisi pantat terlebih dahulu. Alamak!! Sakitnya kaga karuan. Emang dasar apes gue hari ini!





Jumat, 06 Mei 2016

Long weekend hari kedua

Sebelum melanjutkan membaca tulisan ini, tolong ulangi membaca judul diatas. Namun dengan gaya shincan.

Pagi ini gue bangun sedikit kesiangan. Karena semalem, agaknya gue tidur terlalu larut. Jam 21:00. Iya, jam sembilan malem gue tidur! Buat anak emak macem gue, tidur jam sembilan malem udah merupakan begadang. Alhasil gue bangun sedikit kesiangan. Jam 05:46! Sepagi itu bilang kesiangan? Iya, seenggaknya buat anak serajin gue, bangun jam segitu sudah sangat kesiangan. Karena biasanya gue bangun jam 05:45. *angkat kerah. Lap ingus*

Meskipun telah terjaga, namun raga rasanya enggan beranjak. Jiwa masih terbuai oleh lembutnya busa inoac serta sejuknya udara yang dihasilkan dari AC dikamar gue. Angin Cepoi-cepoi. Alias kipas angin butut dikamar gue. Harum semerbak aroma surgawi dari bulir-bulir sang bunga impian (halah! Mau nulis iler aja pake ribet), membuat kekhusukan jiwa untuk kembali memejamkan mata. Namun kerasnya dering nada bbm membuat gue kembali terjaga. "Bangun! Mandi! Kalo kaga mau mandi, ntar disunnat lagi loh, tititnya!"
Ternyata itu dari ayangmbeb gue. Sekejam itukah dirimu, sayank? (Untuk kata yang ditulis tebal-miring, boleh dihiraukan. Karena status bisa berubah sewaktu-waktu sesuka penulis. *piss, yank. Goyeng*).

Sebelum mandi, gue sempetin beresin peralatan makan yang udah kaga karuan lagi bentuknya. Sisa sarimih yang mulai menjamur dipiring. Bekas kopi yang juga telah menjamur digelas. Gue kumpulin semua. Gue jadiin satu, masukin karung, terus gue buang. Gue mah gitu, orangnya. Setelah semuanya beres, lantas gue pun mandi dengan khidmat. Tanpa menghabiskan banyak sabun tentunya. Mandi? Sudah! Dandan rapi? Sudah! Sekarang tinggal berjalan ke indomerit untuk berburu ucapan selamat pagi dari teteh-teteh indomerit yang manis-manis. *piss, yank. Goyeng*

Dengan langkah penuh semangat, gue berjalan menuju indomerit. Namun belum jauh gue melangkah, ada perasaan resah serta gelisah hingga membuat selangkangan basah. Ada apakah gerangan yang membuat daku menjadi gelisah? Gue terus berfikir mencari jawaban hingga nyaris kepentok tiang telpon. Dan anak-anak kecilpun tertawa menyaksikannya. Kampret! Akhirnya gue hiraukan perasaan itu. Namun baru beberapa langkah berjalan, gue teringat sesuatu. Kampret! Gue lupa pake sempak. Pantes aja ada yang geli-geli diselangkangan. Dengan sangat terpaksa, gue balik lagi ke kost.

"Selamat pagi. Sarapan udah siap, kopi dimeja." *halah! Mungkin gue lelah*

"Selamat siang!" jawab gue sambil ngeloyor.
Gue berjalan menuju rak yang tertata rapi. Gue cari rak yang dimana mie instan dengan berbagai merk yang tertata rapi. Tapi tujuan gue hanya satu. Beli mie instan yang ada hadiah mangkuk. Maklum, anak kost. Kalo belanja apa-apa, maunya yang ada gratisan. Selain mie, gue juga beli kopi yang ada hadiah gelasnya. Beli sabun yang ada hadiah piringnya dan beli teh yang ada hadiah sendoknya. Tapi gue kaga beli sabun mandi yang ada hadiah sempak. Karena kaga ada. Setelah gue rasa cukup, gue lantas menuju kasir.

"Semuanya jadi xxxx."
"Pake kartu atm, bisa?" tanya gue.
"Bisa." jawab teteh kasir. Lembut banget gaes, suaranya. Saking lembutnya, sampe kayak eeq dedek bayi.
"Tapi di atm gue kaga ada isinya."
"Ye, mana bisa kalo atmnya kosong."
"Atmnya tinggal sini aja, ntar kalo gue udah ada duit, baru gue bayar."
*lu pikir di penggadaian*

Lega rasanya begitu sampe kost. Akhirnya semua peralatan makan gue sudah bersih semua. Hebat ya, gue! Padahal kaga ada yang gue cuci, tapi anehnya bisa bersih sendiri. Urusan peralatan makan sudah selesai. Sekarang tinggal ngerapihin kost. Sarang spiderman di dinding dan langit-langit gue bersihin. Gue ganti dengan sarang burung walet. Lantai gue sapu bersih. Lantas ubin gue cabut, lalu gue rendem pake deterjen setalah itu gue sikat lalu dipasang lagi. Kipas angin gue bongkar, lantas gue kiloin di pedagang barang bekas. Sebagai imbalannya, gue ditiupin seharian sama tuh pedagang biar kaga kepanasan. Kinclong sudah kini kamar kost gue. Dan gue hempaskan tubuh yang lelah dibusa inoac. Namun baru saja hendak memejamkan mata, perasaan gelisah itu datang lagi. Kampret!! Pas gue balik mau pake sempak tadi, abis lepas celana, ada tetangga kost yang menanyakan sesuatu. Setelah ngejawab, gue langsung aja ngeloyor keluar. Ternyata ke indomerit tadi gue cuma pake kolor doang tanpa pake sempak. Pantes aja di indomerit tadi pada cengingisan ngliat gue. Yang cowok tau, kan? Kalo bangun pagi bukan cuma mata doang, tapi ada bagian tubuh lain yang juga ikut bangun?

Ini kekoplaxz_an gue. Mana kekoplaxz_an kalian?


Rabu, 04 Mei 2016

Long weekend

Di kalender minggu ini, ada dua hari tambahan libur. Yaitu hari Kamis dan Jum'at. Dan kebiasaan orang indonesia, apabila ada hari diantara hari libur, seperti sudah menjadi peraturan wajib tak tertulis, maka hari tersebut akan menjadi HARPITNAS. Alias Hari Kecepit Nasional. Maka dalam minggu ini ada 4 hari libur. Mulai Kamis hingga Minggu. Dan kebetulannya lagi, long weekend Minggu ini setelah banyak karyawan menerima gaji. Tentunya long weekend minggu ini menjadi sangat membahagiakan. Tapi berbeda dengan gue. Meski abis gajian, tapi gue udah kaga pegang duit. Duit gue abis untuk terapi. Terapi upil.

Dihari libur pertama ini, gue bangun dengan perut keroncongan. Karena semalem gue cuma makan indomih doang. Tapi pagi ini gue janji gak mau makan indomih lagi. Meski anak kost dengan keuangan kempes, gue kaga bisa terus-terusan makan indomih. Gue harus makan-makanan yang bergizi. Jadi pagi ini gue coba menu lain, selain indomih. Yaitu sarimih. Yang isi dua, biar lebih kenyang.

Long weekend, kaga punya duit. Tentunya ini bisa bikin galau banget. Demikian juga dengan gue. Bahkan saking galaunya, denger ayam jantan berkokok aja gue nangis. Rasanya sedih banget. Baru juga gue mau tidur, udah pagi lagi aja.
Tapi, meskipun gue kaga ada cukup duit untuk liburan, gue gak boleh galau. Jarang-jarangkan, ada long weekend? Masa harus galau. Nah, makanya itu, gue udah menyusun agenda untuk mengisi long weekend gue biar kaga galau.

Hari ini, dihari libur pertama dari rangkaian long weekend minggu ini, gue udah bikin agenda.

Jam 05:00-08:00 gue mau nulis blog. Nulis blog harus 3 jam? Jadi gini, gaes. Gue jelasin kenapa gue nulis blog membutuhkan waktu yang lama. Gue nulis blog ini pake hp. Dan hp gue ini, salah satu smartphone yang sungguh-sungguh smartphone. Bahkan bukan lagi smart, tapi udah level jenius tingkat dewa. Hp gue ini canggih, dia bisa ngetik sendiri! Alias gue ngetik huruf apa, yang nongol huruf lainnya. Kalo gue mau ngetik huruf "e", maka yang gue tekan huruf "y", biar yang nongol dilayar huruf "e". Jadi bayangin aja, gimana ribetnya gue kalo mau ngetik huruf "p", "l", atau "m". Karena setelah itu kaga ada huruf lagi. Trus gue mau ngetik dimana? Di tetangga?
Ditambah lagi memori ram hp gue cuma 125Mb. Sedangkan saat ini, sejelek-jeleknya hp punya ram 500Mb. Baru juga gue ngetik satu kalimat, udah ada pemberitahuan, "memori internal habis, silahkan hapus beberapa data yang tidak digunakan". Terpaksa gue harus keluar untuk ngehapus data. Padahal cuma web doang yang gue pake. Jadi gue harus keluar-masuk. Sekarang ada berapa kalimat ditulisan gue ini. Sebanyak itu juga gue harus keluar-masuk web. Kurang canggih gimana, coba, hp gue?

Jam 08:00-09:00. Mandi dan dandan rapi.

Jam 09:00, jalan. Iya, gaes! Gue hari ini ada rencana mau jalan. Makanya gue mandi dan dandan rapi meskipun libur. Rencananya gue mau jalan ke warung depan kost gue. Mau ngutang sarimih, buat sarapan.

Jam 10:00. Tidur pagi.
Jam 12:00. Bangun. Kencing.
Jam 12:05. Tidur siang.
Jam 15:00. Bangun. Kencing.
Jam 15:05. Tidur sore.
Jam 17:00. Bangun. Mandi. Tapi kalo gue bangunnya kaga kemaleman. Kalo bangunnya kemaleman, mandinya di Jamak Qashor. Besok sorenya.
Biasanya sih gue bangun jam 19:00.

Jam 19:00. Nelpon someone. Yang "katanya" sih, spesial. Tapi buat para jomblowati jangan patah hati. Karena itu baru "konon katanya". *ngumpet dikolong meja bareng kecoa. Takut dibawain AK47 sama doi*
Karena operator seluler yang gue pake baik banget. Bisa nelpon hingga 500 menit cuma goceng, jadi gue daftar paket tersebut. Biar bisa ayankmbeb-ayankmbeb_annya lama. Jadi gue bisa telponan dari jam 19:00-19:05. Abis itu tidur malem sampe pagi.

Nah. Itu agenda gue hari ini. Gimana agenda kalian? Apapun rencana kalian, kemana aja dan dengan siapa aja, semoga liburan ini menyenangkan bagi kita semua.

Info penting! Ternyata gue bisa nyelesain tulisan blog ini kurang dari jam 8. Dan ini prestasi besar buat gue. Biasanya gue telat 30 menit dari jadwal. Tapi kaga apa-apa telat juga, yang penting telatnya kaga sampe setengah jam. Gue tadi nyelesaiin tulisan ini jam 07:59. Penting banget, kan, infonya?