Kepada Yth,
Bp.Presiden yang baru
Di Istana Negara yang baru ditinggali.
Dear Mr.President,
Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan keluh-kesah saya tentang kenaikan harga BBM. Bukannya saya menolak, saya hanya takut, apabila kenaikan harga BBM akan berdampak pula pada kenaikan populasi jomblo di Negara kita tercinta. Disaat BBM belum naik saja sudah banyak yang men-jomblo. Apalagi sekarang, disaat BBM telah resmi dinaikkan? Pasti bakalan banyak cewek-cewek yang mutusin cowoknya lantaran tidak bisa lagi mengantar-jemput gegara BBM naik. Begitu juga bagi yang telah menjomblo, mereka akan takut mencari pasangan karena dihantui isi dompet yang kian menipis. Apa bapak tidak merasa iba melihat fenomena ini? Coba bapak bayangkan, apabila mereka-mereka para korban putus cinta ataupun yang memang sudah jomblo jadi pada gagal move on? Kan Negara juga yang bakalan susah. Karena kaum mudalah yang akan menjadi penerus sebuah bangsa. Apabila para pemuda penerus bangsa aja pada gagal move on, bakalan seperti apa bangsa kita kedepannya? Apa mau jadi bangsa yang menyandang predikat sebagai bangsa yang gagal move on?
Wahai Bapak Presiden yang baru,
Sudah terlalu banyak jomblo di Negara kita ini,jadi jangan diperbanyak lagi. Daripada memperbanyak populasi kaum jomblo, mending memperbanyak ternak kambing, kan lumayan tuh bisa dikawinin dengan para jomblo, biar mereka kaga kesepian. Emangnya bapak tidak malu kalau Negara kita dikenal Negara asing sebagai "Negeri Kaum Jomblo"? Jadi tolonglah pak, pikirkan efek kenaikkan harga BBM bagi kaum jomblo. Atau begini, agar kaum jomblo tidak menjadi korban paling menderita lantaran imbas dari kenaikkan harga BBM, bagaimana kalau bapak menyisihkan sedikit dana dari kenaikkan harga BBM untuk membuat tempat khusus bagi kaum jomblo? Misalkan membuat "Taman Jodoh", jadi akan banyak jomblo yang berkumpul disana untuk mencari jodoh. Atau juga bisa membuat sebuah program untuk jomblo dengan membuat Undang-Undang baru tentang ke-jomblo-an. Misal bunyinya seperti ini,"Kaum jomblo menjadi tanggung jawab pemerintah seutuhnya, dan para wakil rakyat wajib mencarikan jodoh untuk kaum jomblo". Siapa tau aja bisa mengurangi angka populasi kaum jomblo. Karena jomblo juga memiliki peranan dalam membangun bangsa. Coba sekarang bapak bayangin, seandainya para jomblo pesimis untuk mendapatkan pasangan lantaran harga BBM membumbung tinggi, juga dihantui dengan kondisi dompet yang kian tipis, sehingga mereka pada gagal move on. Bagimana coba? Efek gagal move on itu lebih berisiko dari pada efek kenaikkan harga BBM. Sebab gagal move on dapat meningkatkan angka pengangguran. Gagal move on juga dapat meningkatkan resiko gagal dalam pendidikan. Hal ini tentunya akan mempengaruhi tingkat SDM nantinya. Selain itu juga, gagal move on dapat meningkatkan angka pengguna Narkoba. Dan yang lebih tragisnya lagi, akan sangat berisiko tinggi meningkatkan angka orang gila di Negara kita. Emangnya bapak mau, setiap keluar istana yang bapak jumpai selalu orang gila?
Wahai Bapak Pemimpin Negeri,
Sekiranya hanya ini, keluh-kesah yang dapat saya sampaikan. Walaupun sebenernya masih banyak yang ingin saya tulis. Tapi saya takut, nanti bapak ikutan gila seperti saya, lantaran membaca tulisan saya yang begitu panjang namun tak bermakna. Saya sangat berharap bapak dapat membaca tulisan ini. Cukup sekian dan Terimakasih.
Nb:Boleh ya pak,saya lamar anak bapak ?
Ga deng,cuma becanda.
WARNING!!!
Tulisan ini dibuat hanya untuk hiburan semata, jadi apabila ada pihak-pihak yang kurang berkenan, silahkan laporkan ke pahlawan bertopeng, Batman ataupun Gatot Kaca.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar