Malem jum'at. Malem dimana dalam cerita turun-temurun dari leluhur kita adalah malam disaat para makhluk tak kasat mata berkeliaran. Mungkin itulah alasannya kenapa malem ini gue rasanya seperti kesetanan. Perasaan resah, tidur gelisah, selangkangan laju basah. Ehh,.. Yang terakhir boong.
Entah kenapa. Hari ini rasanya kalut berkepanjangan. Pikiran jadi ruwet. Ujung-ujungnya bingsal sendiri. Rasanya kaga karuan. Pengen gue kasih kucing, kucingnya, pun, muntah. Kampret, kan?!
Dunia adalah pusat dari segala pesakitan. Dimana segala beban terkumpul. Terkadang, rasanya kaga kuat lagi tertampung. Yang akhirnya hanya membuat pikiran jadi runyam.
Terkadang, ada banyak sekali hal yang ingin di sampaikan. Namun tak semua dapat keluar, yang akhirnya hanya mengendap di dada. Menyesaki seluruh rongga dada. Namun terkadang, bicarapun terasa percuma. Saat berfikir semua hanya akan terasa percuma.
Terkadang, disaat kita bicara, kita selalu merasa apa yang kita bicarakan itu benar. Sekalipun itu salah. Tapi kita tak perduli. Tanpa instropeksi apakah yang kita bicarakan itu sudah pasti benar. Terkadang semua terasa membingungkan, dan hanya menghasilkan sebuah umpatan panjang, "Kampang!!"
Ada banyak hal yang berputar-putar dikepala, yang rasanya nyaris meledak. Ada banyak hal yang menyesakkan dada. Ada banyak hal yang melukai jiwa. Terkadang kita menjadi bodoh, bahkan sangat bodoh, karna masih juga bertahan dari semua rasa itu. Namun terkadang, meskipun kita tau tindakan itu bodoh, dan tanpa alesan yang jelas, kita tetap bertahan, seolah diri kita kebal dari segala pesakitan, meskipun yang ada meluluh-lantakkan kita.
Namun dengan sombongnya, dengan segala keangkuhannya kita tetap bertahan. Dengan congkaknya kita berkata, "Bakalan gue nikmati setiap detik dari rasa sakit ini!", walaupun sesungguhnya umpatan demi umpatan lah yang ada. Kampang!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar