Biasanya, kegiatan pagi selalu kami mulai dengan adegan berebut kamar mandi. Kamar mandi itu salah satu bagian terpenting bagi anak kost. Terlebih yang kamar mandinya pisah dengan kamar kost. Alias kamar mandi luar.
Barang siapa yang mendapatkan kamar mandi pertama, maka ia akan berangkat ketempat kerja dengan menawan. Dan biasanya yang mendapatkan kamar mandi paling akhir dia akan dihadapkan pada 2 pilihan, mandi tetapi terlambat sampai tempat kerja dan harus berhadapan dengan security yang menyeramkan, serta masih harus menjalani interogasi dengan HRD yang tak ubahnya seperti KPK yang menginterogasi para koruptor(buat para koruptor jangan tersinggung, tak perlu kalian tersinggung, karena urat malu kaliankan udah putus). Dan pilihan kedua jauh lebih extreme lagi, tidak terlambat sampai tempat kerja, tapi dalam keadaan seperti gembel(karena tidak cuci muka ataupun mandi, apalagi gosok gigi). Maka dari itu, kamar mandi adalah hal yang berharaga bagi kami, karena sudah menjadi kebiasaan kami bangun kesiangan dan berlanjut memperebutkan kamar mandi. Karena itulah, kami harus memutar otak untuk mencari solusi apabila dapat kamar mandi paling akhir. Akhirnya kami sepakat, untuk mengadakan pertemuan guna mencari solusi untuk masalah kamar mandi. Setelah melalui perdebatan yang pelik, akhirnya kami mendapatkan solusi. Yaitu, cuci muka dengan air galon untuk yang mendapatkan kamar mandi belakangan.
Kost-an kami hanya satu ruangan berukuran 3X4 meter. Dalam satu kamar, hanya diisi oleh 1 atau 2 orang saja(karena apabila diisi oleh tiga orang atau lebih,bisa-bisa tidurnya seperti sate yang siap dibakar). Kost-an dimana kami tinggal terdapat 20 pintu dengan populasi penghuni sekitar 35 orang,dan kaum adam lebih mendominasi.Kamar mandi hanya tersedia 2,itupun masih harus dibagi,1 kamar mandi untuk cewek dan 1 kamar mandi untuk cowok.Jadi tidak berlebihan apabila kamar mandi menjadi sangat berharga bagi kami.
Pagi hari adalah sumber konflik yang berkelanjutan dan tak pernah berkesudahan.Tak ubahnya seperti konflik duo korea yang tak berujung.Pagi hari menjadi ajang bersibaku bagi kami.Tak ubahnya seperti arena tawuran pelajar.seperti pagi ini misalnya,kami yang semalam begadang menyaksikan siaran hiburan masyarakat yaitu sepak bola ( walau di Indonesia sesungguhnya menjadi ajang gulat,tak jauh berbeda dengan keadaan kami dipagi hari untuk memperebutkan kamar mandi),tak ayal kami semua bangun kesiangan.Dan sialnya gue bangun paling akhir hingga harus berdiri diantrian paling belakang.Dan yang lebih sialnya lagi yang mendapatkan kamar mandi pertama adalah si "gembul",salah satu penghuni kos yang terkenal lama dikamar mandi.Karena dia bisa berjam-jam berada dikamar mandi untuk membuang limbah yang ia produksi sepanjang hari didalam perutnya.Dan dengan terpaksa akhirnya kami semua menghabiskan air galon untuk cuci muka dan gosok gigi.Sungguh pagi yang menyedihkan.
Polemik tidak hanya terjadi dipagi hari,tapi juga dimalam hari.setelah seharian perut kita berproduksi,tentunya banyak limbah yang harus dibersihkan.Makanya malam haripun menjadi salah satu malapetaka bagi kami.Bisa dibayangkan apabila limbah sudah tak kuasa lagi untuk dibuang,sedangkan kita masih harus menunggu giliran.Anak alay zaman sekarang bilang "Sakitnya Tuch Disini" ( sambil menunjuk
Itulah sedikit cerita dari gue tentang anak kos yang selalu memperebutkan kamar mandi.Sekian dan Terimakasih.Mohon tinggalkan kritik dan saran dikolom komentar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar